04 September, 2016

Pertolongan pertama mengatasi keracunan herbisida

    Profesi sebagai seorang petani tidak dapat dipisahkan dari pestisida dari golongan herbisida.
Herbisida adalah racun pembasmi rumput atau gulma.
Biasanya petani menggunakan herbisida untuk mengurangi jangka waktu pembersihan lahan dari gulma yang dianggap sebagai pengganggu dan dianggap sebagai penghambat pertumbuhan tanaman.

    Herbisida dibuat dengan berbagai macam sifat yaitu glifosat, kontak dan sistemik.
Pada umumnya perbedaan tersebut disebabkan oleh sifat dari sasaran gulma itu sendiri.
Akibatnya banyak dari sahabat petani kurang memperhatikan masalah ini dan kecerobohan dalam aplikasinya pun kurang memperhatikan standar keamanan dalam penggunaannya.

     Semakin majunya teknologi informasi pertanian. Maka semakin banyak produk dari brand-brand herbisida dijumpai di toko-toko pertanian.
Setiap produknya memiliki zat kimia yang berbeda-beda dan mempunyai tingkat akurasi kematian gulma bervariasi.

    Herbisida terdapat dua yaitu herbisida menurut aplikasinya adalah herbisida pra tumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida pasca tumbuh (postemergence herbicide).
Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut. Herbisida menjadi kompetitor karena memiliki struktur yang mirip dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim yang menjadi sasarannya.
Cara kerja lainnya adalah dengan mengganggu keseimbangan produksi bahan-bahan kimia yang diperlukan tumbuhan.

     Herbisida adalah jenis racun pembasmi rumput yang berbahaya bagi penggunanya. Karena jika tidak mengikuti standar keamanan, maka dapat mengakibatkan keracunan herbisida.
Biasanya kepala menjadi pusing dan jika tidak cepat ditangani kondisi tubuh akan semakin lemah, tidak bisa makan minum karena lidah dan tenggorokan melepuh. Fungsi ginjal mulai terganggu, bahkan sampai harus cuci darah. Hatipun mengalami gangguan, mata makin kuning dan enzim hati makin tinggi. Timbul infeksi paru-paru dan sesak nafas, gagal nafas dan berakhir dengan kematian.

     Saat terjadi keracunan herbisida harus dibawa kerumah sakit terdekat. Jika tidak segera ditolong. Maka yang terjadi akan seperti penjelasan diatas.
Kemudian pertolongan pertama dilapangan dapat menggunakan metode dibawah ini.
Karena metode dibawah ini berfungsi untuk mengeluarkan racun yang telah terhirup tanpa sengaja ataupun terminum.
Efek samping yang akan ditimbulkan adalah muntah-mutah saat beberapa waktu di minumkan dan kemudian tubuh menjadi lemas.
Berikut adalah cara melakukan pertolongan pertama saat keracunan herbisida.

Bahan utama;
• Tanah liat putih secukupnya.
• Air.

Cara membuat dan aplikasinya;
    Tanah liat putih / lempung putih di campur menggunakan air, kemudian di saring lalu diminumkan.
Tanda-tanda keluarnya racun adanya tanda muntah-muntah.
Setelah beberapa jam minum susu putih dengan diberi garam secukupnya.

Catatan;
Setelah menggunakan metode ini, sebaiknya korban segera dibawa keklinik atau rumah sakit terdekat, supaya mendapatkan perawatan medis yang cukup untuk pemulihan kondisi tubuh yang telah terkontaminasi bahan aktif herbisida.
Untuk menghindari terjadinya efek samping keracunan herbisida gunakan lah standar keamanan yang baik dan minum air kelapa muda atau minum 1 buah perasan air jeruk nipis dicampur 1 sendok makan madu murni setiap habis menyiang gulma atau menyemprot gulma.

   Demikianlah sedikit informasi mengenai pertolongan pertama saat keracunan herbisida.
Semoga bermanfaat dan sukses serta memberikan solusi bagi sahabat petani.
Sekian dan terimakasih.

Cara membuat vitamin B3 untuk tanaman

     Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabolismos” yang berarti “perubahan“.
Secara umum pengertian “metabolisme” adalah semua proses atau reaksi kimia yang terjadi didalam organisme hidup atau makhluk hidup dan termasuk yang terjadi ditingkat selular.
Metabolisme tidak hanya terjadi pada manusia dan hewan, namun tumbuhan juga mengalami metabolisme tersebut.
Proses metabolisme sebenarnya selalu menggunakan enzim sebagai katalisatornya, oleh sebab itu metabolisme  juga disebut dengan reaksi enzimatis. Reaksi-reaksi tersebut adalah dasar dari kehidupan makhluk hidup (dalam hal ini adalah tumbuhan atau tanaman), yang membuat sel dapat tumbuh serta bereproduksi, mempertahankan strukturnya dan merespon lingkungannya. Metabolisme berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tanaman, laju pertumbuhan, kesuburan dan kemampuan tumbuhan untuk berproduksi.
Metabolisme sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tumbuhan , laju pertumbuhan, kesuburan dan kemampuan tumbuhan untuk berproduksi.

     Pada dasarnya tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan metabolit sekundernya sendiri.
Metabolit tersebut berguna sebagai perlindungan diri dari serangan bakteri dan patogen (jamur).
Selain itu tumbuhan juga dapat menghasilkan vitamin dan hormonnya.
Vitamin dan hormon tersebut berperan penting dalam mengendalikan dan mengkoordinasikan perkembangan dan pertumbuhan.

    Metabolisme pada tumbuhan terdiri dari 2 proses diantaranya adalah anabolisme dan katabolisme.

a. Anabolisme adalah semua proses (reaksi kimia) penyusunan zat kompleks dari zat yang lebih sederhana. Anabolisme meliputi pembentukan senyawa yang lebih besar dari molekul-molekul yang lebih kecil. Molekul tersebut terdiri dari protein, pati, selulosa, lemak dan asam lemak. Proses anabolisme membutuhkan energi.

b. Katabolisme adalah kebalikan dari anabolisme, yaitu semua proses (reaksi kimia) pemecahan zat kompleks menjadi zat lebih sederhana. Pada proses katabolisme akan menghasilkan energi yang berupa adenosin triphosphate.

     Ketika proses metabolisme pada tumbuhan / tanaman berjalan dengan tidak baik dan tanaman tidak mampu lagi menghasilkan vitamin untuk dirinya sendiri, maka dapat memfaatkan vitamin untuk manusia yang dapat dibeli diapotik-apotik terdekat.
Vitamin B3 dapat dimanfaatkan secara baik, untuk meningkatkan metabolisme tanaman dan untuk menunjang enzim-enzim menjadi protein.
Secara umum Vitamin B3 mengandung niasinamida yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sel jaringan tumbuhan atau tanaman. Karena salah satu fungsi vitamin B3 adalah menghasilkan NAD atau dikenal dengan subtrat enzim, maka  subtrat enzim dapat memodifikasi protein  yang berguna untuk semua organisme hidup (makhluk hidup) termasuk juga tumbuh-tumbuhan atau tanaman.
Mikroba yang ada didalam tanah juga dapat mensintesis NAD, untuk transformasi energi dan pembentukan selnya. Semakin besar kadar niasin, maka mikroba dapat dengan mudah mensintesis kebutuhan tanaman berupa asam amino golongan asam aspartat dan triftopan. Kedua asam amino tersebut sifatnya menyusun protein bagi jaringan tanaman yang menyerapnya.

    

Terdapat dua cara dalam menggunakan vitamin B3 untuk meningkatkan metabolisme pada tanaman. Cara pertama adalah cara instan yaitu digunakan secara langsung tanpa fermentasi dan cara kedua adalah dengan difermentasi terlebih dahulu. Berikut caranya memanfaatkan vitamin B3;

1. Penggunaan vitamin B3 cara instan.
      Bahan-bahan;
1). Vitamin B3    1 tablet
2). Air cucian beras (leri)  1 liter

Cara membuat;
1 tablet vitamin B3 ditumbuk sampai halus, kemudian larutkan dengan 1 liter air cucian beras atau air leri. Kemudian diaduk-aduk sampai tercampur rata.

Cara aplikasi;
Kocorkan 200 ml untuk setiap tanaman dan disemprotkan kedaun atau seluruh bagian batang tanaman.

2. Penggunaan Vitamin B3 dengan cara fermentasi.
Fermentasi dilakukan secara anaerob karena vitamin B3 bisa larut dalam proses ester (fermentasi etanol) tertutup. Berikut ini cara fermentasinya;
     Bahan-bahan;
1). Vitamin B3    1 tablet
2). Air leri    100 ml
3). Air kumur-kumur  (air mulut) 280 ml
4). Air gula merah/pasir  20 ml
5). Botol bekas air mineral ukuran 600 ml

Cara membuat;
Haluskan vitamin B3 sampai lembut, lalu masukkan semua bahan kedalam botol bekas air mineral, simpan ditempat teduh dan terhindar dari sinar matahari. Setiap 2 hari sekali kocok-kocok sebentar. Setelah 5 - 7 hari, larutan tersebut baru dapat digunakan.

Cara Aplikasi;
Campurkan 2 tutup botol cairan fermentasi dengan 3 liter air. Kemudian semprotkan pada daun dan seluruh bagian tanaman. Untuk kocor, siramkan 200 ml larutan untuk setiap tanaman.

     Demikian sedikit informasi mengenai metabolisme dan pengaruhnya terhadap tanaman. Serta cara memanfaatkan vitamin B3 untuk membantu proses metabolisme pada tanaman.
Semoga bermanfaat dan sukses.

28 August, 2016

Mengenal EM4

   EM-4 atau lebih dikenal dengan kepanjangan dari effective microorganisms 4 untuk tanaman yaitu bakteri fermentasi berbahan organik tanah yang menyuburkan dan menyehatkan tanaman.
Dari hasil seleksi alami mikrooganisme fermentasi dan sintetik didalam tanah terciptalah EM.

   Em mengandung bakteri fermentasi dari genus Lactobacillus, Jamur permentasi Actinomycetes Bakteri fotosintetik Bakteri pelarut fosfat dan ragi.
Untuk memfermentasi bahan organik didalam tanah menjadi unsur-unsur organik dan meningkatkan kesuburan tanah serta produktivitas tanaman.

  Em sangat cocok untuk tanaman perkebunan, holtikultura, padi dan palawija, karena sifatnya yang tidak beracun dan tidak menimbulkan pencemaran.
Komposisi jenis bakteri dan kandungan zat hara EM-4 adalah sebagai berikut.
Komposisi EM-4;
Jenis bakteri dan jumlah (sel/ml) ;
- Total plate count : 2,8 x 10⁶.
- Bakteri pelarut fosfat : 3,4 x 10⁵.
- Lactobacillus : 3,0 x 10⁵.
- Yeast 1,95 x 10³
- Actinomycetes : +.
- Bakteri fotosintetik : +.
- E,coli : 0.
- Salmonella : 0.

Kandungan zat hara  dan jumlah;
- C-Organik : 1,88% w/w.
- Nitrogen : 0,68% w/w.
- P2O5 : 136,78% ppm.
- K2O : 8403,70% ppm.
- Alumunium, Al : < 0,01 ppm.
- Calsium, Ca : 3062,29 ppm.
- Copper, Cu : 1,14 ppm.
- Iron, Fe : 129,38 ppm.
- Magnesium, Mg : 401,58 ppm.
- Mangan, Mn : 4,00 ppm.
- Sodium, Na : 145,68 ppm.
- Nickel, Ni : < 0,05 ppm.
- Zinc, Zn : 1,39 ppm.
- Boron, B : <0,0002 ppm.
- Chlorida, Cl : 2429,54 ppm.
- Ph : 3,73.

Dikutip dari  Lab. MIPA IPB 026/ IPBCC/ An-Milk/ 6/ 11.
Lab. EMRO INC, JAPAN 2011.

Kegunaan Em4 ;

Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepet (bokasi).
Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan menyehatkan tanaman.

Petunjuk pemakaian Em4;
1. Pembuatan pupuk organik bokasi padat.
Campurkan bahan-bahan organik secara merata, siramkan larutan EM4 yang telah dicampur dengan gula/molase dan air (1:1:50) buat adonan dengan kadar air 30-40%, Selanjutnya fermentasi selama 1 minggu dalam keadaan tertutup. Pupuk siap digunakan setelah diangin-anginkan. 1 liter EM4 cukup membuat 1 ton pupuk organik padat bokasi. Pupuk organik dapat digunakan sebagai pupuk dasar.

2. Pembuatan pupuk bokasi cair.
Campurkan 1 liter EM4 + 1liter molase + 50 liter air, tambahkan 20 kg kotoran ternak dan aduk secara merata, kemudian fermentasi selama 2 minggu. Pupuk organik bokashi cair dapat digunakan susulan untuk pemeliharaan m

Aplikasi ;
Tanaman hias/ bunga-bungaan.
- Supplir - Euporbia.
- Anggrek - Crisantium.
Dosis dan jangka waktu;
Bokashi padat/ pupuk dasar 2-5 kg/tan untuk jangka waktu 4-6 bulan.
Bokashi cair : 100 cc/liter untuk jangka waktu 1 minggu sekali.
EM-4  : 100 cc/liter untuk jangka waktu 2 minggu sekali.

Tanaman sayur-mayur.
- Selada   - Wortel.
- Kubis     - Bawang-bawangan.
- Cabe - Tomat.
Dosis
Bokashi padat/ pupuk dasar 3-5 ton/ha untuk jangka waktu 1 kali sebagai pupuk dasar.
Bokashi cair : 100 cc/liter untuk jangka waktu 1 minggu sekali.
EM-4 : 10cc/liter untuk jangka waktu 2 minggu sekali.

Tanaman pangan ;
- Padi - Kentang.
- Jagung - Kedelai.
- Singkong.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat/ pupuk dasar 5-10 ton/ha untuk jangka waktu 1 kali sebagai pupuk dasar.
Bokashi cair : 100cc/liter untuk jangka waktu 1 minggu sekali.
EM-4 10cc/liter untuk jangka waktu 2 minggu sekali.

Tanaman perkebunan ;
- Lada - Coklat.
- Karet - Tebu.
- Kopi - Cengkeh.
- Teh - Kelapa sawit.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat/ pupuk dasar 5-10/ha untuk jangka waktu 3-4 bulan sekali.
Bokashi cair 100cc/liter untuk jangka waktu 1 minggu sekali.
EM-4 10cc/ liter untuk jangka waktu 2 minggu sekali.

Tanaman buah-buahan.
- Mangga - Jambu.
- Jeruk.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat 3-5 ton/ha untuk jangka waktu 3-4bulan sekali.
Bokashi cair 100 cc/liter untuk jangka waktu 1 minggu sekali.
EM-4 10 cc/liter untuk jangka waktu 2 minggu sekali.

   Demikian lah sedikit informasi tentang mengenal EM4 sekaligus cara membuat pupuk organik menggunakan EM4 dan menjelaskan apa itu EM4.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

23 August, 2016

Cara membasmi anak kayu.

    Anak kayu adalah tumbuhan berbatang keras dan jenisnya sangat beragam.
Pembasmian anak kayu dapat dibedakan dari jenis daun dan karakter pohonnya.

      Halaman ini akan membahas sedikit tentang cara mengatasi anak kayu agar hasil penyemprotan mendapatkan hasil maksimal.
Berikut ini adalah cara mengenal karakter anak kayu dari jenis dan ciri-ciri daunnya.
1. Berdaun lebar, kasar dan berbulu;
- Anak kayu jenis seperti ini, biasanya lebih mudah dibunuh.
- Herbisida yang digunakan adalah herbisida bersifat sistemik dan bersifat kontak.
- Namun ada beberapa jenis anak kayu yang dapat dibasmi menggunakan herbisida bersifat glifosat.

2. Berdaun lebar atau sempit, tidak kasar dan mengkilap;
- Anak kayu jenis seperti ini lebih sulit dibunuh.
- Herbisida yang digunakan adalah herbisida bersifat kontak dan sistemik.
- Namun membutuhkan rotasi dan dosis yang lebih tinggi.

Cara penyemprotan ;
     Waktu penyemprotan yang paling baik dilakukan pada saat pagi hari dan usahakan air embun telah turun ke tanah.
Karena adanya embun yang menempel pada permukaan daun dan sela-sela batang dapat mempengaruhi jatuhnya embun beracun.
Cara pencampuran herbisida pun harus diperhatikan, berikut adalah penjelasannya.

     Ciri-ciri daun nomor 1;
- Gunakan herbisida bersifat glifosat dan sistemik dengan dosis 60 cc dan 40 cc atau 2 tutupnya untuk 10-15 liter air bersih.

    Ciri-ciri daun nomor 2;
- Anak kayu jenis ini biasanya sangat membandel dan kebal dengan penyemprotan.
- Cara yang dapat dilakukan harus menggunakan sistem manual.
- Cara pertama harus melukai kulit pohonnya sampai menembus selaput  kayu menggunakan pisau atau golok.
Kemudian olesi luka tersebut menggunakan herbisida bersifat sistemik.

    Demikian lah sedikit informasi mengenai cara membasmi anak kayu.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

11 August, 2016

Cara mengatasi hama landak pada tanaman kelapa sawit

     Landak merupakan salah satu hewan pengganggu bagi tanaman kelapa sawit.
Hewan ini banyak ditemui menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM).
Karena hewan ini sangat menyukai umbut yang terdapat pada pangkal janur kelapa sawit.

     Landak dapat dikategorikan sebagai hama bagi tanaman kelapa sawit dan sangat sulit dikendalikan.
Sebab hewan ini aktif pada malam hari dan hampir semua kegiatannya dilakukan pada malam hari.

     Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh, setelah kapibara dan berang-berang.
Secara umum hewan ini termasuk golongan hewan herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama pada tanaman pertanian dan perkebunan.
Berikut adalah klasifikasi ilmiah landak secara umum

      Klasifikasi Ilmiah;
Kerajaan  :  Animalia
Filum  :   Chordata
Kelas  :  Synapsida
Ordo   :  Rodentia

    Penyebaran landak mencakup dari benua-benua besar didunia seperti Asia, Afrika dan Amerika.
Landak atau lebih dikenal dengan nama Hystrix, namun nama landak juga digunakan untuk menyebut beberapa anggota dari suku atau keluarga Erethizontidae yaitu landak dari penemuan baru mencakup dari marga Coendou, Sphiggurus, Erethizon, Echinoprocta Chaetomys dan Hystricidae dan landak penemuan lama mencakup dari marga: Atherurus, Hystrix, dan Trichys.
Berikut adalah beberapa nama landak yang dimiliki oleh negara republik Indonesia dan diklim sebagai hama oleh petaninya yaitu ;
Landak jawa; Hystrix javanica
Landak sumatra; Hystrix (Thecurus) sumatrae,
Landak kalimantan; Hystrix (Thecurus) crassispinis.

     Penebangan hutan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian dan perkebunan adalah masalah utama terjadinya hewan ini kehilangan habitat aslinya.
Oleh sebab itulah menjadikan hewan ini menjadi hama bagi tanaman kelapa sawit.
Karena persediaan makanannya semakin menurun.

    Cara mengatasi landak dapat dimulai dari awal penanaman kelapa sawit.
Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk mengatasi hewan ini tanpa harus membunuhnya;

Cara pertama;
- Buatlah lubang sedalam lutut orang dewasa dan usahakan pembuatan mulut lubang agak sedikit lebar dengan ideal ukuran 20-30 cm atau disesuikan dengan besar kecilnya polybag.
- Kemudian masukan bibit kedalam lubang tadi. Lalu kubur bibit dengan tanah sampai batas pangkal batang pohon / polybag.

Cara kedua;
Bahan utama;
• Potongan seng ukuran panjang 60-70 cm dan tinggi 70 cm.
• Kawat.

Cara penggunaan;
- Setelah bibit ditanam, tutup pangkal batang pohon menggunakan potongan seng secara melingkar.
- Kemudian ikat menggunakan kawat.

Cara ketiga;
Bahan-bahan;
• Kawat strimin (ram) bewarna.
• Kawat.

Cara penggunaan;
- Potong kawat strimin dengan ukuran panjang 70 cm dan tinggi 100 cm.
- Cara kerjanya lakukan seperti cara kedua diatas.

   Cara keempat;
- Bibit ditanam sampai mengenai pangkal janur/pangkal pupus.
Penggunaan metode ini memiliki kelemahan yaitu mengganggu tumbuh kembang bibit. Karena pelepah daun sulit untuk mekar dan kelemahan lain janur pada pohon masih rawan terserang hama babi.
Namun penggunaan metode ini diklim murah biaya.

    Demikian sedikit informasi mengatasi hama landak pada tanaman perkebunan kelapa sawit dan semoga bermanfaat.
Lebih baik menjaga keseimbangan dari pada harus merusaknya.
Jika alam tidak lagi seimbang, maka anak cucu kita tak lagi dapat melihat dan mempelajarinya.
Sekian dan terimakasih.

02 August, 2016

Cara mengatasi hama babi pada tanaman kelapa sawit

    Menanam kelapa sawit merupakan tanaman holtikultura yang pernah menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.
Hal ini terbukti adanya pelaksanaan transmigrasi yang bergerak dibidang tanaman kelapa sawit.

    Cara menanam kelapa sawit sangat lah mudah dan memiliki nilai ekonomis yang cukup baik dibandingkan tanaman sejenisnya.
Namun dibalik kemudahannya bukan berarti tidak memiliki hama penggangu.
Halaman ini akan membahas sedikit tentang cara mengatasi hama babi.

    Babi hutan atau lebih dengan sebutan celeng (Sus scrofa) adalah nenek moyang babi liar yang banyak menurunkan jenis babi-babi ternak (Sus domesticus).
Babi dipulau jawa diketahui berkawin silang dengan babi jenis S. verrucosus (bagong) dan babi jenis S. celebensis dari sulawesi.
Penyebarannya pun sangat luas dan diketahui terdapat dihutan-hutan Eropa tengah, Mediterania yang termasuk pegunungan atlas di Afrika tengah dan sebagian besar wilayah Asia paling selatan termasuk wilayah negara Indonesia.
Namun jenis babi di wilayah-wilayah tersebut dikenal dari keluarga Suidae yang mencakup warthog dan bushpig di Afrika, babi kerdil di India bagian utara, dan babirusa di Indonesia

   Pada abad ke-17 di Britania babi sempat dikatakan punah.
Namun di Weald dikatakan populasinya telah kembali, hal itu disebabkan oleh banyaknya babi terlepas dari kandang peternakan.
Berikut adalah klasifikasi ilmiah babi hutan atau celeng.

    Klasifikasi ilmiah;
Kerajaan  : Animalia
Filum  :  Chordata
Kelas  :  Mammalia
Ordo   :  Artiodactyla
Famili  :  Suidae
Genus :  Sus
Spesies  :  S. scrofa
Nama binomial
Sus scrofa
Linnaeus, 1758

    Babi hutan bisa menjadi agresif, jika terkejut dan tersudut, terutama bagi babi betina dewasa yang sedang melindungi anaknya.
Biasanya ia menggunakan taringnya untuk mempertahankan diri dari apapun yang di anggap musuh.

   Perkembangan babi sangatlah cepat, karena babi memiliki anak lebih dari satu pasang.
Semua itu tergantung dari jumlah puting susu yang aktif.
Jika dilihat dari segi berkembang biaknya. Maka babi bisa menjadi hama bagi tanaman para petani.
Tentu hal ini sangat memusingkan petani. Babi termasuk hewan pemakan segala dan ia dapat merusak jenis tanaman apa saja.

     Babi sering merusak tanaman kelapa sawit dan penyerangannya pun beragam mulai dari janur dicabut sampai pohonnya dicabut dari tanah.
Biasanya babi hanya memakan umbut yang terdapat pada batang pohon kelapa sawit berumur kurang dari 14 bulan.

     Cara sederhana untuk mengatasi masalah seperti ini dapat dilakukan tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi.
Karena kehadiran blog ini bertujuan untuk menekan biaya berkebun serendah-rendahnya dan dapat menjadi solusi bagi para petani bermodal kecil.

    Berikut adalah beberapa formasi yang dapat dilakukan secara sederhana untuk tanaman kelapa sawit berumur 0-16 bulan dan tinggi antara 60-170 cm.

Formasi 1;
      Bahan-bahan;
• Gelas bekas air mineral.
• Jarum jahit.
• Kaos bekas.
• Benang jahit.
• Lem.
• Tali plastik (kain rapiah)
• Karung goni bekas beras atau bekas pupuk.
• Parfum casablanca dan pilih yang baunya lebih menyengat.

Cara penggunaan;
- Lubangi pantat gelas air mineral menggunakan jarum.
- Kemudian ikat kaos menggunakan benang dan masukan benang kedalam lubang gelas tadi.
- Setelah itu tarik benang dan lubang luar pantat gelas di tempel menggunakan lem sampai rapat, tujuannya agar air hujan tidak dapat masuk membasahi kaos tadi.
- Lalu satukan pelepah daun dan ikat menggunakan tali plastik.
- Kemudian masukan karung goni pada pohoh hingga mencapai tanah serta timbun sedikit menggunakan tanah agar karung tidak longgar dan keunggulan lain dapat mengatasi hama lain seperti tikus dan landak.
- Setelah semua selesai ikatkan sisa benang pada pantat gelas air mineral tadi keposisi pelepah yang ditengah dengan posisi seperti lonceng.
- Kemudian semprotkan parfum pada kaos tadi.

   Pengontrolan;
   Untuk pengencekan parfum dilapangan dapat dilakukan antara 3 hari  sampai 1 minggu 1 kali atau setelah hujan angin.
Pengecekannya pun sangat mudah, jika aroma parfum masih ada maka tidak perlu menyemprotkan parfum kembali.

Formasi 2;
     Bahan-bahan;
• Kayu patok.
• Cat dasar tembok.
• Tiner.
• Pestisida.
• Kuas

Cara penggunaan;
- Setelah bibit ditanam, maka gunakan patok kayu sebagai pagar keliling batang pohon kelapa sawit tersebut dan usahakan ditancapkan sekuat mungkin.
- 1 kaleng cat dibagi menjadi dua tempat dan 1 bagiannya dicampur dengan tiner secukupnya agar sedikit encer.
- Kemudian campurkan pestisida kedalam campuran cat dan tiner tadi, lalu aduk-aduk sampai merata.
Pemilihan pestisida usahakan untuk keperluan ini menggunakan pestisida yang berbau tajam.
- Setelah semua selesai, maka kuaskan cat disekeliling patok-patok tersebut dan usahakan saat mengecat menggunakan masker serta sarung tangan anti air untuk menghindari paparan racun pada kulit.

Pengontrolan;
Gunakan cara seperti pengontrolan formasi 1
 
Formasi 3;
• Kotoran babi 3 kg.
• Air seni babi 5 liter.
• Air bersih.

Cara membuat;
- Rendam kotoran babi selama 1-5 jam sebelum digunakan dengan menggunakan 5 liter air bersih, tujuannya agar mudah larut dalam air dan setelah 1-5 jam, maka kotoran diaduk-aduk sampai larut, kemudian disaring.
- Masukan saringan air kotoran babi, air seninya dan ditambah 15 liter - 20 liter air bersih.

Cara penggunaan;
Semprotkan pada daun dan batang pohon kelapa sawit sampai rata.

Pengontrolan;
Menggunakan cara ini memang sedikit lebih murah dan ramah lingkungan.
Namun pengontrolan harus dilakukan setiap hari. Terlebih pada masa musim penghujan berlangsung.
Jika ingin semprotan sedikit lebih maksimal maka dapat ditambah dengan perekat.
Contoh perekat alami dapat menggunakan daun clidemia hirta dengan cara diremas remas dan disaring diambil airnya.

Keterangan;
Cara ini tidak dapat membunuh atau merusak tatanan kelangsungan hidup babi dialam, jadi sangat aman digunakan dan petani dapat menjaga ekosistem serta kesimbangan alam.
Jika saat ini petani masih suka membunuh babi menggunakan racun.
Maka sifat alami hewan akan lebih peka terhadap lingkungan dan semakin merusak.

   Demikianlah sedikit informasi mengenai cara mengatasi hama babi hutan pada perkebunan kelapa sawit.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

19 July, 2016

Cara membuat Asam Amino

     Asam amino merupakan senyawa organik yang memiliki kelompok fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).
Dalam Ilmu biokima pengertiannya diberikan kepada keduanya yang terikat pada atom karbon (C) yang sama atau disebut juga dengan atom C "alfa" atau α.
Kelompok karboksil memberikan sifat asam dan kelompok amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik yaitu cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari, karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme hidup yang berguna sebagai penyusun protein.

    

Struktur asam amino secara umum merupakan satu atom C yang mengikat empat kelompok (gugus) diantaranya adalah gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H) dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan antara satu asam amino dengan jenis asam amino lainnya.
Pusat Atom C  dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena itu gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.
Asam amino seringkali diklasifikasikan berdasarkan sifat kimianya dan rantai samping tersebut terbagi menjadi empat kelompok. Rantai samping tersebut dapat membuat asam amino menjadi bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik bila polar, dan hidrofobik bila nonpolar.

    Manfaat asam amino bagi tanaman sangat beragam diantaranya adalah sebagai berikut;
1. Meningkatkan sistem imunitas akibat stress pasca serangan hama, suhu ekstrim, pemindahan/pengiriman bibit.
2. Membantu meningkatkan jumlah klorofil dan membantu proses photosinthesis.
3. Menguatkan daun muda dan membantu dalam proses pembukaan stomata (mulut daun).
4. Menjadi sumber utama untuk mengikat unsur mikro.
5. Mempercepat pertumbuhan hormon.
6. Membantu polinasi dan fruit set dalam peningkatan kualitas buah mulai isi, aroma, dan ketahanan.
7. Membantu mikroba tanah untuk mengubah unsur-unsur mentah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman.
8. Meningkatkan produktifitas tanaman dan menjaga kualitas tanah dengan baik.

     Berikut ini adalah cara membuat asam amino untuk tanaman dan ikan.
Blender bahan yang mengandung protein seperti ikan, bekicot, cacing dan kedele dengan pebandingan air 1:1.
Panaskan dengan suhu 60°Celcius selama 1 menit.
Dinginkan dan atur pH mencapai 5.
Tambahkan larutan enzim papain/pengempuk daging ( papain 0,5%/getah pepaya 10%).
Blender sampai halus dan rata.
Simpan dalam wadah tertutup, buka-tutup wadah setiap hari untuk menghilangkan gas.
Seminggu kemudian sudah bisa digunakan.
 
DOSIS DAN CARA APLIKASI ASAM AMINO UNTUK TANAMAN.
Cara pertama;
Konsentrasi; 4 ml/liter untuk kocor atau siram, 2 ml/liter untuk semprot.
Frekuensi aplikasi 1-2 minggu sekali.
Dapat disiramkan ke pupuk kandang untuk meningkatkan mikroorganisme.

Cara kedua;
1. Aplikasi untuk tanaman muda dibawah usia 1 tahun: 4 cc asam amino buatan dilarutkan dengan 5 liter air. Setiap penambahan usia tanaman per 1 tahun, tambahkan 4 cc asam amnino; kemudian di corkan ke seluruh area akar tanaman.
2. Aplikasi semprot 4 cc untuk setiap 1 liter air.
3. Aplikasi setiap 2 minggu 1 x atau sesuai kebutuhan (saat pemindahan bibit, pasca serangan hama).
4. Asam Amino buatan bisa diaplikasikan pada saat menanam bibit di polibag atau pot. Dicampur air dan disiramkan pada media tanam, 4 cc untuk polibag sebesar 30 cm.
5. Asam amino buatan ini juga bisa berfungsi sebagai decomposer pada proses pembuatan pupuk organik.

CARA APLIKASI ASAM AMANO PADA IKAN BUDIDAYA.
Larutkan 4 cc asam amino buatan menggunakan air sebanyak 50 cc. Kemudian campurkan kedalam pakan sebanyak 1 kg, lalu aduk sampai merata (homogen) dan setelah itu diangin-anginkan selama 10 menit dan jauhkan dari paparan sinar matahari secara langsung.

Catatan;
Untuk pengaturan pH menggunakan Asam Sitrat dan Asam Posphat (rekomendasi untuk tanaman holtikultura). Perkiraan dosis Asam Sitrat sekitar 2 gram per liter.
Pengaturan pH bertujuan untuk mengurangi aroma yang tidak sedap saja, jadi bila digunakan sendiri atau bukan untuk skala industri, maka pH tidak perlu diatur.
Fungsi Asam Amino sebagai agen pengkhelat (chelating agent) - unsur mikro akan diikat sehingga mudah diserap dan digunakan kembali oleh tanaman.
Papain dan getah pepaya dapat digantikan oleh produk pengempuk daging yang beredar dipasaran (merek PAYA) atau buah nanas. Fungsinye memecah protein menjadi Asam Amino.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara membuat asam amino dan cara aplikasinya.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terima kasih.