Showing posts with label Bertani pupuk. Show all posts
Showing posts with label Bertani pupuk. Show all posts

27 December, 2015

cara membuat pupuk cair organik berkadar KCl ( kakao, pakis dan daun jati )

    Cara membuat pupuk cair berkadar KCL atau kalium clorida dapat dibuat sendiri.
Bahan baku KCL dengan sistem organik sangat mudah ditemukan disekitar pekarangan.
Keunggulan dari pupuk organik sangat ramah dengan lingkungan.
Ada pun bahan bakunya bisa menggunakan limbah kakao, pakis, sabut kelapa, kulit pisang, daun jati dan masih banyak lagi.

   Terbitan artikel kali ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi petani yang kesulitan mendapatkan dan membeli pupuk.
    Jadi jalan terbaik adalah terus bertani dan buatlah pupuk sendiri.
Pupuk ini dapat digunakan untuk tanaman sayur-mayur, palawija dan holtikultura.
Berikut ini adalah cara membuat pupuk organik berkadar kcl dengan bahan baku sebagai berikut ;

   Bahan-bahan ;
• Tepung kulit kakao 1 kg.
• Tepung daun pakis 1 kg.
• Tepung daun jati 1 kg.
• Dedak halus 3 ons.
• Gula merah / pasir  2 ons  / 10
   sendok makan.
• Terasi ( belacan ) 10 gram.
• EM4.

   Cara membuat ;
1. Jika menggunakan gula merah, rebus dengan air terlebih dahulu sampai mencair.
2. Giling / tumbuk terasi sampai halus.
3. Masukan semua bahan kedalam jerigen ( ukuran 20 liter ) menjadi satu kecuali em4.
4. Kemudian masukkan air bersih kedalam jerigen dan aduk-aduk sampai rata.
5 . Setelah rata, lalu tambahkan em4 dan aduk kembali hingga merata.
6. Setelah semua selesai. Tutup jerigen sampai rapat dan simpan selama 14 hari. Setiap 3 sampai hari sekali, buka tutup jerigen dan kemudian tutup lagi.

Cara penggunaan ;
Larutkan fermentasi kcl dengan air bersih didalam ember.
Untuk dosis 1 - 2 gelas.
Lakukan pemupukan 3 - 6 atau 14 hari sekali untuk tanaman palawija.
Jika tanaman holtikultura  seperti kelapa sawit, lakukan pemupukan 1 - 2 minggu sekali.

Untuk tanaman buah-buahan seperti mangga, jambu, durian, rambutan, duku, dll. Pemberian pupuk dilakukan 1 tahun sekali saat pohon selesai berbuah.

Fungsi Kalium Clorida ( KCL )
- KCL Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
- Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
- Tanaman yang kekurangan unsur Kalium gejalanya sebagai berikut.
batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

Demikianlah artikel singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses.
    Sekian dan terimakasih.

27 September, 2014

Cara membuat pupuk kocor (UREA, SP-36, KCL dan NPK )

     Pupuk kocor merupakan  strategi jitu untuk menghemat biaya betani dan mendapatkan hasil maksimal dalam bercocok tanam.
Pupuk kocor dapat diaplikasikan pada tanaman palawija, sayur-mayur dan holtikultura.
Namun dosis yang digunakan berbeda-beda, tergantung dari tingkat kebutuhan unsur hara pada tanaman.
    
     Cara pembuatan pupuk kocor di bagi menjadi dua yaitu secara kimiawi dan alamiah ( organik ).

Secara kimia ;
    Pupuk kocor dari bahan kimia dapat dibuat dengan pupuk berkadar N (urea), P (sp-36) dan K (kcl).
Namun agar hasil pupuk kocor berkualitas baik. Maka harus menghitung  jumlah kandungannya terlebih dahulu.
Supaya pupuk kocor tersebut cepat direspon oleh tanaman.
Berikut adalah contoh bahan utama dan cara pembuatnya.

    Bahan-bahan ;
Pupuk urea = 1 kg.
EM4 = 50 cc  (50 ml).
Air = 5 liter.

Cara membuat ;
- Masukkan pupuk urea kedalam jerigen yang berisi air, lalu aduk-aduk hingga mencair.
- Kemudian masukkan EM4 kedalamnya dan aduk-aduk lagi hingga merata.
- Setelah itu tutup jerigen hingga rapat dan simpan ditempat yang teduh minimal 3 hari sebelum digunakan.
- Dosis 70 - 100 cc untuk 15 liter air dan pengocoran dilakukan pada waktu sore hari dengan jarak 2 - 6 cm dari batang pohon untuk tanaman sayur-mayur dan palawija.

Keterangan ;
- Untuk pembuatan pupuk berkadar P (sp36), K (kcl) dan NPK (mutiara) lakukan seperti cara diatas.

Secara alami ( ORGANIK) ;
     Membuat pupuk kocor dari bahan-bahan alami adalah jalan alternatif menekan biaya pembelian bahan baku pupuk kimia. Karena ketersediaan  bahan baku masih banyak tersedia dari alam.
Berikut adalah contoh bahan utama pembuatan pupuk kocor secara alamiah.

Bahan-bahan ;
•  Tepung daun petai lamtoro 1 kg.
•  Tepung biji kacang panjang 1 kg.
• Urin sapi  / kambing 1 liter.
• Dedak halus 3 ons.
• Gula merah / pasir  2 ons  / 10
   sendok makan.
• Terasi ( belacan ) 10 gram.
• EM4.

   Cara membuat ;
1. Jika menggunakan gula merah, rebus dengan air terlebih dahulu sampai mencair.
2. Giling / tumbuk terasi sampai halus.
3. Masukan semua bahan kedalam jerigen ( ukuran 20 liter ) menjadi satu kecuali em4.
4. Kemudian masukkan air bersih kedalam jerigen dan aduk-aduk sampai rata.
5 . Setelah rata, lalu tambahkan em4 dan aduk kembali hingga merata.
6. Setelah semua selesai. Tutup jerigen sampai rapat dan simpan selama 14 hari. Setiap 3 sampai hari sekali, buka tutup jerigen dan kemudian tutup lagi.

Cara penggunaan ;
Larutkan pupuk dengan air bersih didalam ember.
Untuk dosis 1 - 2 gelas.
Lakukan pemupukan 3 - 6 atau 14 hari sekali untuk tanaman palawija.
Jika tanaman holtikultura  seperti kelapa sawit, lakukan pemupukan 1 - 2 minggu sekali.

   Semoga bermanfaat dan sukses.
        Sekian dan terimakasih.

14 September, 2014

Cara membuat pupuk kompos

    Pupuk bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara fermentasi.
Bahan baku pupuk bokashi terdiri dari sisa tanaman, kotoran ternak,
sampah dapur atau campuran material organik lainnya.
Pupuk bokashi dibuat dengan
memanfaatkan aktivitas mikroorganisme efektif (EM4) sebagai dekomposernya.

Bokashi dipopulerkan pertamakali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif.

  Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap.
Sedangkan EM4 merupakan jenis
mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi.

   EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang.
Proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat dari pengomposan konvensional.

Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 1-14 hari sejak dibuat, tergantung dari bahan baku dan metode yang digunakan.
Membuat bokashi sangat mudah, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga maupun skala pertanian yang lebih besar.

Berikut ini kami jelaskan tahapan-tahapannya.
Menyiapkan mikroorganisme
dekomposer (EM4).
Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat pupuk bokasi adalah menyiapkan mikroorganisme dekomposernya.

Salah satu dekomposer bokashi
yang paling populer adalah EM4. Larutan EM4 terdiri dari mikroorganisme yang diisolasi secara khusus untuk menguraikan sampah organik dengan cepat.

   Mikroorganisme yang terkandung
dalam EM4 terdiri dari bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes dan ragi.

EM4 dijual dipasaran dalam bentuk cairan kental yang telah dikemas dalam berbagai ukuran.
Untuk membuat dekomposer bokashi, kita cukup mengencerkan cairan tersebut dan mencampurkannya dengan bahan baku bokashi.
Selain membelinya, kita juga bisa membuat cairan mikroorganisme efektif (EM 4) sendiri.

Berikut langkah-langkahnya ;
Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:
• pepaya dan kulitnya 0,5 kg,
• pisang dan kulitnya 0,5 kg,
• nenas dan kulitnya 0,5 kg,
• kacang panjang segar 0,25 kg,
• sayuran hijau (kangkung/bayam) 0,25 kg,
• gula pasir 1kg dan
• ragi tape 5 butir.

Cara membuat ;
Campur pepaya, nenas, pisang, kacang panjang dan sayuran dan lumatkan bahan-bahan tersebut
dengan blender.

Masukkan bahan-bahan yang telah dilumat kedalam ember yang ada penutupnya.

Lalu tambahkan 1 liter air, gula pasir dan ragi tape.
Aduk perlahan hingga merata. Kemudian tutup ember dengan rapat, diamkan selama 7 hari.

Setelah tujuh hari akan terbentuk cairan berwarna coklat gelap. Saring cairan tersebut,
air hasil saringan merupakan larutan efektif mikroorganisme (EM) yang bisa dijadikan dekomposer pupuk bokashi.

Simpan cairan dalam wadah/botol.
Larutan EM bisa dipakai hingga 6
bulan, sedangkan ampasnya bisa digunakan sebagai kompos.

Membuat pupuk bokashi skala
pertanian (1 ton).
Pupuk bokashi bisa dibuat dari hijauan sisa panen dan limbah peternakan.
Waktu yang diperlukan untuk membuat bokashi skala besar dan skala kecil sama saja, yang membedakannya adalah volume
bahan bakunya.

Berikut tahapan membuat bokashi
untuk penggunaan pertanian:
Siapkan bahan-bahan berikut:
• jerami 200 kg atau sisa hijauan,
• kotoran ternak yang telah kering 600 kg,
• serbuk gergaji/dedak 50 kg,
• arang sekam 50 kg,
• humus (top soil, berasal dari tanah hutan lebih baik) 100 kg,
• larutan dekomposer (EM4) 1 liter,
• gula pasir 1kg.

   Pilih tempat fermentasi yang terlindung dari air hujan dan sengatan matahari langsung.
Buat lubang berbentuk persegi panjang di atas tanah tersebut dengan lebar 1 meter, panjang 2 meter dan dalam 30-50 cm, atau sesuaikan ukuran lubang dengan banyaknya bahan baku.

Cacah jerami atau hijauan kecil-kecil, campuran bahan-bahan organik yang telah disiapkan, aduk
hingga merata dengan cangkul atau sekop.

Bila perlu (misalnya tanah Anda asam), tambahkan abu (Mg) dan kapur pertanian (Ca) untuk memperkaya kandungan hara pupuk bokashi yang dihasilkan.

Encerkan larutan EM4, ambil 1 liter larutan campurkan dengan 200 liter air bersih dan 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan pada campuran bahan baku sambil diaduk.
Atur kelembaban hingga mencapai 30-40%.
Untuk memperkirakan tingkat kelembaban, kepalkan campuran hingga bisa menggumpal tapi tidak sampai mengeluarkan air.
Apabila kelembabannya kurang, tambahkan air secukupnya.

Tutup rapat lubang fermentasi dengan plastik atau terpal, diamkan hingga 7-14 hari.

Perlu diingat, kontrol suhu fermentasi hingga maksimal 45° C. Apabila melebihi suhu tersebut, aduk dengan cangkul agar suhunya turun.

Setelah 14 hari, biasanya pupuk bokashi sudah terbentuk dan bisa diaplikasikan langsung.

Semoga bermanfaat dan sukses.

11 September, 2014

Cara membuat pupuk cair (Rotan)

   Ramuan organik tanaman atau lebih dikenal ROTAN.
Cara meramunya sebagai berikut:
ROTAN 1.
Bahan-bahan ;
• Buah Pisang   5 buah
• Buah Pepaya  1 buah
• Buah Nanas  1 buah
• Buah Mangga  2 buah
• Buah Melon/semangka  1 buah
• Kangkung air  3 ikat
• Kacang panjang   3 ikat
• Jagung muda  2 buah
• Ragi  3 butir
•  Air kelapa   5 liter
•  Air leri   3 liter
• Gula Kelapa  1 kg
•  Usus ikan  2 ons

Cara membuat ;
Bahan urutan 1 sampai 8 di blender sampai seperti jus.

Gula kelapa dididihkan dengan air 1 liter, biarkan sampai benar2 dingin.

Campurkanlah semua bahan yang sambil diaduk-aduk sampai benar-benar merata.

Simpan dalam wadah yg terbuat dari tembikar/plastik ( jangan yang terbuat dari logam).

Fermentasi berlangsung selama 10-14 hari, setiap 2 hari  sekali diaduk-adukselama 5 menit, kemudian tutup kembali.

Jika fermentasi berhasil campuran akan berbau asam dan harum tape.

Fermentasi sudah selesai jika sudah tidak ada lagi berbau gas yang terkandung.

Sharing ;
Ampasnya jangan dibuang.
Dalam POC mengandung
• Microba Azotobacter sp.
• Azospirillium sp.
• Pseudomonas sp.
• Lactobacillius sp.
• Rhizobium sp. dan
• Streptomyces sp.

CARA MEMPERBANYAK ROTAN.
Bahan-bahan ;
1• Air bersih 100 liter
2• Dedak  10 kg
3• Gula kelapa  5 kg
4• Air kelapa : 10 liter
5• POC ROTAN : 1 liter

Cara membuat ;
• Bahan no 1, 2 dan 3 panaskan,
   Sesudah dingin campurkan dengan
   bahan nomor 4 dan 5

• Masukan dalam drum plastic tutup rapat selama 7 hari.
    Selesai ..
    Sekarang  POC ROTAN 100 liter dengan kwalitas yang sama telah jadi.

Kwalitas rotan nomor satu.
• Tambahkan ZPT Auxin 1 Liter, Sitokinin 1 liter (untuk pupuk vegetatif) kedalam 100 liter .

• Tambahkan ZPT Sitokini ½ liter, Giberelin 1½ liter (untuk pupuk generatif) kedalam 100 liter.

Aplikasi sasaran ;
• Untuk tanaman padi  : 250 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali)

• Untuk palawija : 100 ml campur dengan air 14 liter (1 minggu sekali).

CARA MEMBUAT ROTAN 2.

Bahan utama ROTAN 2.
1• Cairan rumen (isi usus halus sapi/cairan hasil perasan isi usus besar sapi)  2 liter
2• Air gula /tebu/tetes tebu/molasis 2 liter
3• Air rebusan dedak/katul 4 liter

Bahan tambahan ;
1• Ragi tape = 2-3 butir
2• Trasi = ½-1 ons
3•  Buah nanas = 1 buah
4• Urine (boleh sapi/kelinci/domba/kambing) yang sudah diendapkan selama 1 minggu sebanyak 4 liter.

Cara membuat ;
• Campurkan katul 1 kg dengan 5 liter air, kemudian didihkan dan dinginkan  lalu saring dan ambil
airnya 4 liter.

• Campurkan cairan rumen sebanyak 2 liter dengan air gula/tetes tebu/molases sebanyak 2 liter

•  Campurkan air rebusan katul sebanyak 4 liter kedalam larutan campuran nomor 2.

• Campurkan 1 buah nanas yang telah dihancurkan/diparut/diblender.

• Campurkan ½-1 ons terasi yang telah diencerkan dengan air secukupnya.

• Tambahkan 2-3 butir ragi tape kedalam campuran larutan tersebut.

•  Tambahkan Urine sapi/kelinci/domba/kambing.

•  Masukan larutan bio aktivator tersebut pada botol/jerigen/ember yang terbuat dari bahan plastik dan tutup rapat, kemudian simpan selama 2 minggu.

• Jika sudah jadi campurkan dengan ROTAN 1 liter

Ciri – ciri bioaktivator yang sudah jadi :
• Bio aktifator yang sudah jadi berbau khas fermentasi/harum.
•  Berwarna kuning kecoklatan.
• Tidak keruh dan tidak ada jamur berwarna coklat/ abu – abu/hitam.

Ciri-ciri bioaktivator gagal ;
•  Banyak mikro organisme didalam larutan yang mati.

• Dicirikan larutan berwarna coklat kehitaman, berbau busuk dan terdapat banyak jamur berwarna coklat/abu – abu/hitam.

Catatan ;
Komposisi/kandungan microba dari campuran bioaktivator dengan ROTAN insyaallah menjadi Probiotik yang bisa dikatakan “SEMPURNA” untuk proses pembuatan POC maupun POP, Decomposer/ Pengkomposan

Kandungan Microba ;
• Mikroba selulolitik (Bacteriodes succinogenes Cillobacterium cellulosolvens).

• Mikroba Bakteri Hemiselulolitik (Butyrivibrio fibriosolven Bacteriodes ruminicola).

• Mikroba Amilolitik (Bacteriodes amylophilus, Streptococcus bovis).
• Mikroba Ureolitik (Streptococcus sp).

• Mikroba penambat N( Azotobakter, Azospirillum (bakteri penambat N2 yang tidak bersimbiosis dengan tanaman.

• Mikroba pelarut P Aspergillus niger, Bacillus subtilis, Bacillus polymixa (bakteri penghasil senyawa yang dapat melarutkan fosfat tanah Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat),

• Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman.

• Actinomycetes sp, Azospirillum lipoverum, penambat N, pelarut P,
penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman,

• Bacillus mojavensis,
bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan
tanah memegang air dan hara,

• Lactobacillus sp,
penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic.

• Nitrosococcus sp,
mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3‾),

• Nitrosomonas sp,
mengubah amonia menjadi N yang dapat diserap tanaman (NH4+ dan NO3‾),

• Streptomyces sp,
bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara.

ROTAN 2+
Cara membuat :
•  Ambil tiga genggam tanah dari bawah kandang ayam / kambing sekitar kedalaman 10-20 cm.

• Masukan ke dalam larutan rotan 1 liter.

• Berikan gula merah/pasir 10 sendok makan.

• Tutup wadah dengan kain.

•  Biarkan selama 15 - 20 hari, setiap hari goyang-goyang / kocok-kocok.

•  Jika tidak tercium bau busuk artinya anda berhasil

APLIKASI ;
100 ml tambahkan dengan 10 liter air lalu Kocorkan pada tanah yang keras/gersang/kurang subur
Amati hasilnya 2-3 hari kemudian.

  Demikianlah sedikit informasi mengenai cara membuat rotan.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.