Showing posts with label Bertani pestisida. Show all posts
Showing posts with label Bertani pestisida. Show all posts

13 December, 2016

Cara mengatasi antraknosa pada tanaman kelapa sawit

     Penyakit antraknosa atau penyakit busuk daun, pada umumnya menyerang bibit kelapa sawit muda.
Penyakit ini sebenarnya kumpulan dari nama penyakit atau infeksi pada bibit kelapa sawit kurang dari 3 bulan.
Penyebabnya adalah 3 jenis jamur atau patogenik bernama Botryodiplodiaspp, Melanconium elaeidis dan Glomerella cingulata dalam bahasa latin.
Spora yang dihasilkan di dalam piknidia atau aservuli dan dapat menyebar dengan bantuan angin atau percikan air siraman dan air hujan. Penyakit ini telah dilaporkan terdapat di berbagai perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

    Gejala penyakit antraknosa cukup mudah diketahui melalui perubahan warna daun.
Bila terdapat bercak-bercak cokelat tua pada ujung daun dan tepi daun, kemudian terdapat bercak-bercak dikelilingi warna kuning pada batas antara bagian daun yang sehat dan yang terserang ataupun bila menyerang tulang daun, terlihat adanya warna cokelat dan hitam diantara tulang daun. Pada serangan parah, seluruh daun akan mengering dan selanjutnya tanaman akan mati.
Namun pada umumnya penyakit ini menyerang bibit pada umur 2-3 bulan. Kadang-kadang dijumpai bersamaan dengan gejala transplanting shock (cekaman pindah tanam). Biasanya gejala tersebut dijumpai pada bagian tengah atau ujung daun, berupa bintik terang yang selanjutnya melebar menjadi kuning kecoklat gelap.
Jaringan terinfeksi selanjutnya menjadi nekrosis, bercak meluas dengan batas antara bercak dengan jaringan sehat berwarna kuning. Kadang kala bercak tersebut memanjang sejajar dengan tulang daun.

     Faktor pendorong terjadinya serangan PDA ini adalah sama dengan faktor pendorong pada serangan PBD. Karenanya, selain pembersihanan lahan, penjarangan, pemangkasan, pengisolasian dan pemusnahan bibit yang telah kolaps, sekaligus melakukan pengurangan teduhan di atas pembibitan. Karena cahaya matahari dapat membantu mengurangi percepatan penyebaran pertumbuhan jamur/patogen.

Pengendalian;
Lakukan penyemprotan menggunakan fungisida ziram, thiram, captan atau triadimenol dengan konsentrasi 0,1-0,2% (10-20 cc) dengan putaran 7-10 hari atau dengan thibenzol dengan konsentrasi 0,1% dengan putaran 10-14 hari.

     Semoga bermanfaat dan sukses.

14 September, 2014

Cara membuat pestisida organik

Membasmi hama memang bukan perkara mudah,
terlebih bagi petani organik.

Hal ini dikarenakan petani organik pantang menggukana npestisida non-organisk dalam pelaksanaannya.
Nah terus bagaimana membasmi hama secara Organik?
tenang tentu ada Solusinya.
Dalam sebuah group pertanian Organik, ada yang mantap untuk
membasmi hama.

Namanya ROMA (hehe keren ya
kayak artis dangdut).
Roma adalah singkatan dari Ramuan Organik Hama.
Ramuan ini berfungsi untuk membasmi hama yang biasa mengganggu tanaman kita.
Nah berikut cara membuat ROMA.

Ramuan ini sangat efektif untuk hama ulat, trip, kutu daun, belalang, wereng, dan walang sangit.
Bahan :
1. Buah pinang yang masih muda : 1 kg
2. Daun sirsak : 1 kg
3. Daun serai : 1 kg
4. Air matang : 10 liter

Cara buat :
Buah pinang tumbuk sampai halus (semuanya baik
kulit/bjinya)
Daun sirsak tumbuk / blender
Campur semua bahan dengan ar matang

Cara Penggunaan:
Campurkan 10 ml dengan 1 liter air, dan ramuan ini siap disemprotkan ke tanamah yang terkena
hama

Catatan :
Ramuan ROMA ini akan sangat efektif jika langsung diapliksikan/terapkan.
Namun, jika ingin bertahan lama tambahkan ROTAN 1 liter
pada ramuan dan bisa disimpan sampai 6 bulan.

Pengalaman yang aneh tapi luar biasa, jika ingin hama tersebut tidak kembali lagi alias kapok,
ambil hama tersebut secukupnya. hancurkan terus tambahkan ke Ramuan ROMA 1.

Sumber:
Solusi Pertanian Organik (https://
www.facebook.com/groups/403183829800395/)