Showing posts with label Bertani perkebunan. Show all posts
Showing posts with label Bertani perkebunan. Show all posts

03 February, 2016

Cara menanam kakao (Coklat) dan perawatannya

     Tumbuhan kakao berasal Amerika selatan merupakan jenis tumbuhan penghasil coklat.
Tumbuhan ini dikenal dengan nama kakao atau bernama latin  Theobroma cacao L.
Berikut adalah klasifikasinya
   

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan :  Plantae
(tidak termasuk):Angiosperms
(tidak termasuk):Eudicots
(tidak termasuk):Rosids
Ordo      :   Malvales
Famili     :   Malvaceae (Anakfam. Sterculioideae)
Genus    :   Theobroma
Spesies  :   T. cacao

     Indonesia adalah negara penghasil kakao terbesar nomor 3 setelah Gana dan Pantai gading.
Maka tak heran jika hampir semua penduduknya mengenal tanaman ini.

   Geografis dan Cuaca ;
     Secara garis besar kakao dapat hidup dengan baik di ketinggian 0 - 600 m dpl (meter diatas permukaan laut) dan berada dalam garis lintang 100 LS - 100 LU.
Curah hujan rata-rata 1.500 - 2.500 mm/th  serta Suhu maksimum 20 - 320°C dan minimum 18 - 320°C
Kecepatan angin rata - rata 4 m/detik dan tidak ada angin kencang secara terus menerus.

   Struktur tanah ;
        Kemiringan tanah ± 45 % dan kedalaman tanah paling efektif lebih dari 150 cm.
Lapisan tanah  terdiri atas pasir 50 %, debu 10 – 20 %, lempung 30 - 40 % dan kadar bahan organik > 3,5 % atau kadar C > 2%.
Kadar unsur hara minimum unsur N 0,28 %, P (Bray I) 32 ppm; K tertukar 0,50 me/100 g; Ca tertukar 5,3 me/100 g; Mg tertukar 1 me/100 g.
Kelembaban tanah rata-rata 35 % dan pH (H2O) 4,0 – 8,5; optimum 6,0 – 7,0.

     Pemilihan bibit ;
        Penggunaan bibit kakao kwalitas terbaik adalah dengan sistem sambung tunas atau okulasi dengan klon - klon terbaik seperti DR 1, DR 2, DR 38, DRC 13, DRC 15, DRC 16, KWC 1.

     Langkah singkat cara sambung tunas (okulasi) ;
      Klon dasar terbaik atau batang induk adalah jenis klon DR 1, DR 2 G 8, DR 38, dan GC 8. Karena jenis klon ini memiliki batang dan akar yang telah memenuhi syarat dasar okulasi.

      Membuat pembibitan kakao menggunakan klon DR 38 atau DR 1 dan buat semaian dalam polybag, lalu dirawat selama 12 bulan.
Setelah 12 bulan ambil tunas klon DRC 15 atau KCW 1.
Kemudian sambung tunas DRC 15 atau KCW 1 ke pohon DR 38 atau DR 1 dengan cara disayat kulitnya, tempelkan tunas dan diikat menggunakan tali.

    Jika penggunaan bibit tanpa okulasi,  misalnya klon DRC 16 yang ditanam,  biasanya hasil produksi akan rendah.
Karena biji dan buahnya tidak dapat menyamai induknya.

      Jarak tanam ;
    Jarak tanam yang paling umum yang  digunakan adalah 5 x 5 m, 4 x 4 m dan 4 x 3 m. Semua itu tergantung dari kondisi kemiringan tanah dan jenis klon yang ditanam.

     Pupuk dasar sebelum tanam ;
  Penggunaan pupuk dolomite atau kisrite adalah langkah paling tepat untuk menurunkan zat asam pada tanah.
Cara kerjanya 5 hari atau 1 minggu sebelum tanam, dengan cara isi lubang tersebut dengan pupuk.

        Pemangkasan dasar;
1. Amati terlebih dahalu cabang mana yang akan di pangkas dan cabang mana yang akan dipelihara.
2. Cabang yang akan dipelihara adalah percabangan yang seimbang dan daun dapat menerima cahaya matahari secara merata.
3. Pemangkasan cabang muda dan cabang yang sakit.
4. Memangkas cabang-cabang yang tidak perlu dan dapat menghalangi sinar matahari ke cabang dan daun inti.
Contoh : tunas terlindungi, tunas sapu, tunas air dan tunas yang kering.
5. Pemangkasan untuk tanaman produksi dilakukan saat buah selesai dipanen atau saat 1 minggu sebelum panen.

      Babat piringan ;
    Bersihkan dibawah pohon dari rumput.
Jika dibawah pohon jorok, maka kakao akan terhambat pertumbuhannya dan mudah di serang hama.

      Pemupukan TBM dan TM ;
    Pupuk untuk tanaman kakao paling baik menggunakan pupuk organik.
Caranya dapat mengandalkan limbah kulit buah dan daunnya, langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut ;
    Kumpulkan kulit buah dan daunnya di sela-sela barisan, kemudian semprot dengan EM4 dengan dosis 1 liter untuk 15 liter air bersih.
Setelah itu tutup menggunakan plastik atau terpal. Dan biarkan selama 15 hari.

    Namun bukan berarti tidak boleh menggunakan jenis pupuk anorganik
    Waktu pemberian pupuk yang baik dilaksanakan pada awal musim penghujan (September Oktober)untuk pemupukan pertama dan pada akhir musim hujan (Maret-April) untuk pemupukan yang kedua.
    Berikut adalah ulasan pemupukan kakao untuk 1 kali tebar per semester.

     Umur 3 - 6 bulan =
Urea 5 gram / pohon / semester.
ZA 10 gram / pohon/ semester.
Sp36 5 gram / pohon / semester.
Kcl 5 gram / pohon / semester.
Npk 30 - 40 gram / pohon / tahun.
Dolomite 100 gram / pohon / tahun.

     Umur 1 - 2 tahun =
Urea 25 - 40 gram / pohon / semester.
ZA 35 - 75 gram / pohon / semester.
Sp36 12,5 - 40 gram / pohon / semester.
KCl 12,5 - 140 gram / pohon / semester.
Npk 200 - 400 gram / pohon / tahun.
Dolomite 150 gram / pohon / tahun.

     Umur 3 - 5 tahun =
Urea 50 - 250 gram / pohon / semester.
ZA    100 - 750 gram / pohon /semester.
Sp36 50 - 125 gram / pohon / semester.
KCL 50 - 125 gram / pohon / semester.
Npk 425 - 600 gram / pohon / tahun.
Dolomite 160 - 485 gram / pohon / tahun.
 
     Umur 5 tahun keatas =
Urea 300 gram / pohon / semester.
ZA 600 gram / pohon / semester.
Sp36 130 - 250 gram / pohon /semester.
KCL 130 - 250 gram / pohon / semester.
Npk 500 gram / pohon / tahun.
Dolomite 500 gram / pohon / tahun.
 
        Masa panen ;
     Masa panen adalah masa yang paling ditunggu-tunggu, karena masa inilah saatnya petani memetik hasil.
Jika petani menanam bibit okulasi, paling lambat petani bisa memetik hasil umur 2,5 tahun st.
Namun jika petani menanam bibit tanpa okulasi, paling cepat petani bisa memetik hasil umur 3,5 tahun st. Itu pun tergantung dari perawatan dan jenis klon yang ditanam.

     Demikianlah sedikit informasi mengenai menanam kakao.
Semoga bermanfaat dan sukses.
        Sekian dan terimakasih

28 September, 2015

Cara menanam karet dan perawatannya (Karet, Lateks).

   Pohon karet atau lebih dikenal juga dengan nama rambung.
Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan.
Morfologi Tanaman Karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea brasiliensis.

Klasifikasi ilmiah
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis

   Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15 - 25 meter. Tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi keatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks.
Tanaman karet sangat toleran dengan keasaman tanah.
Pada pH 3,8 - 8,0 dapat tubuh dengan baik.

Jarak tanam  setiap hektarnya tidak melebihi 400 - 500 pohon.
Ukuran jarak tanam yang biasa dipakai ( lebar x  panjang ) 6 m x 4 m atau 7 m x 3 m.

   Jarak tanam yang melebihi kapasitas, biasanya mempengaruhi  produksi dan faktor-faktor lainnya seperti ;
- Hasil getah berkurang
- Pertumbuhan dan diameter batang kerdil
- Kerusakan mahkota tajuk oleh angin
- Resiko penyakit menjadi lebih tinggi.

Bibit yang dianjurkan untuk di tanam seperti klon ;
- PR 330,
- PR 107,
- PR 228,
- PR 261,
- PR 255,
- PR 303,
- GT1
- AVROS 2037.

   Tahap Penanaman paling baik dilakukan pada awal bulan september - februari.
Biasanya pada bulan ini curah hujan masih cukup tinggi dan puncaknya pada bulan desember.

   Langkah awal penanaman buatlah lubang dengan ukuran  50 x 50 cm.
Tanah bekas galian dicampur dengan pupuk kimia sebagai pupuk dasar sebagai berikut;
- RP 100 gr
- Urea atau ZA 50 gr
- SP-36 100 gr.
Lalu masukan kembali tanah galian kedalam lubang dan diamkan selama 21 hari sebelum tanam.

   Setelah tanam dan sebelum tanam perhatikan hama yang menyerang sebagi berikut ;

- Hama pada fase pembibitan: tikus, belalang, siput (Achatina fulica), uret tanah.

- Hama fase tanam - produksi: Rayap, kutu daun, tungau, babi hutan (Sus verrucosus), rusa, kijang, tapir, monyet, tupai, dan gajah.

Penyakit yang menyerang tanaman karet adalah sebagai berikut ;

- Penyakit akar: penyakit akar putih, penyakit akar merah.
- Penyakit batang: jamur upas, kanker bercak, busuk pangkal batang.
- Penyakit bidang sadap: kanker garis, mouldy root, brown blast.
- Penyakit daun: embun tepung, colletrichum,phytophtora, corynespora, helminthosporium.

Untuk waktu pemupukan dilakukan per semester,
Waktu yang tepat dilakukan pada awal bulan september - oktober dan awal maret - april.
Karena bulan-bulan ini adalah awal musim penghujan dan waktu akan berakhirnya musim penghujan.

Dosis pemupukan yang paling umum digunakan sebagai berikut
TM 5 -15 tahun ;
Urea : 175 gr
Sp-36 : 130 gr
KCL : 150 gr.

TM 16 - 21 thn ;
Urea : 150 gr
Sp-36 :  145 gr
KCL : 125 gr.

TM + 25 thn
Urea : 100 gr
Sp-36 : 0 gr
KCL : 75 gr.

   Untuk etrel pengganti cuka biasanya petani menggunakan buah nanas yang masih muda atau mengkudu yang diparut dan diambil airnya.
Namun ada juga dari sahabat petani, untuk membekukan getah / lateksnya menggunakan pupuk TSP atau SP-36, menggunakan cara pembekuan seperti ini, sebenarnya akan menurunkan kwalitas lateks itu sendiri.
Sebaiknya, jika petani tidak ingin menggunakan etrel, maka pengumpulan getah dapat diambil setelah selesai penderesan (sadap).

   Demikianlah sedikit informasi tentang  karet, Semoga dapat membantu petani memberikan solusi dan semoga bermanfaat.

Karena semakin bertambah majunya teknologi di dunia. 
Maka semakin banyak pula potensi yang akan dibutuhkan.

            Sekian
              Dan
           Terimakasih

18 September, 2014

Cara Menanam kelapa sawit dan perawatannya

     Kelapa sawit atau disebut palm oil adalah tumbuhan yang banyak di budidayakan di afrika dan asia.
Negara terbesar yang membudidayakan tanaman ini adalah                      Negara Malaysia dan Negara Republik Indonesia.

   Tumbuhan ini berasal dari benua afrika. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan di Negara Nigeria.
Kelapa sawit menghasilkan minyak dan dapat di olah menjadi minyak goreng, sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan  :Plantae
Divisi  :Magnoliophyta
Kelas  :Liliopsida
Ordo. :Arecales
Famili. :Arecaceae
Genus Spesies:
• Elaeis guineensis
• Elaeis oleifera

    Negara penyumbang minyak crude palm oil (CPO) terbesar di dunia adalah Indonesia.
Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan.
Maka dari itu tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.
Halaman ini imi akan mengulas sedikit tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman ini.
Kelapa sawit dapat di tanam di lahan kering dan basah.
Untuk lahan kering terbagi menjadi dua bagian yaitu lahan perbukitan dan pamah.

Lahan perbukitan:
Di lahan perbukitan tanaman ini dapat tumbuh dengan subur.
Namun itu tidak berlangsung lama jika tidak di imbangi dengan pemupukan yang rutin.
Karena lahan perbukitan lebih mudah kering, sebab tanaman ini membutuhkan air 8 - 15 liter per hari untuk usia produktif.
Selain itu tanah mudah kehilangan unsur hara.

Lahan pamah:
Di lahan pamah atau sering disebut tanah datar kelapa sawit dapat tumbuh dengan subur dan baik.
Karena di lahan pamah kelapa sawit dapat cukup air dan mineral seimbang.
Keunggulan yang lain penyerapan unsur hara pada tanaman pun dapat terkonsentrasi secara penuh.

Untuk lahan basah atau lahan gambut pada umumnya kurang baik.
Sebab kelemahan pada lahan ini adalah asupan air yang terlalu berlebih.
Disamping itu, Zat asam pada lahan basah yang sangat tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit itu sendiri.
Kelemahan:
• Daun akan cepat kering dan menguning .
• Pohon akan condong/rubuh pada usia produktif.
• Cara pemanenan lebih sulit, karena konstruksi tanah lembab dan tidak bersahabat.
Oleh sebab itu para pengembang yang menggeluti bisnis ini memperlakukannya secara khusus dan baik.

Jarak tanam kelapa sawit paling umum digunakan adalah jarak tanam kedepan 8 meter kesamping 9 meter mata lima atau empat (8x9x5/8x9x4).
Jadi cara ini adalah dasar dari formasi yang baik untuk jarak tanam.

Perawatan kelapa sawit tidak sulit.
Justru lebih mudah dari pada bertanam karet ataupun padi.

Cara perawatan:
• Piringan harus bersih dari gulma 1½ - 2 meter dari pangkal batang pohon.
• Pemupukan secara rutin 1 tahun 2 kali atau 3 kali dalam setahun.
• Buatlah kanal bila lahan gambut.
• Buatlah jalan pengangkut untuk hasil produksi.
• limbah pelepah harus rapi pada tiap sela barisan.

Waktu pemberian pupuk yang baik dilaksanakan pada awal musim penghujan (September- Oktober) untuk pemupukan pertama dan pada akhir musim penghujan (Maret-April) untuk pemupukan yang kedua.

Cara pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode tebar dan benam.

Sistem jarak tebar :
• Usia 3 bulan - 1½ tahun 20 - 30 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 2 - 5 tahun 3½ - 50 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 5½ - 8 tahun 60 - 100 centimeter.
• Usia 8½ - 12 tahun  120 - 150 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 12 sampai dewasa 150 - 240 centimeter dari pangkal batang pohon.

Sistem jarak benam :
Lubang di buat 4-6 titik di sekeliling pohon.
Setelah di masukkan pupuk,
tutuplah kembali lubang agar pupuk tidak tidak begitu menguap dan cepat meresap.
Pemupukan dengan sistem benam sangatlah baik untuk lahan yang berbukit dan cenderung datar.
Jika di peruntukan untuk lahan berpasir dan gambut maka kurang efektif.
Karena lahan berpasir kondisi lubang mudah padat dan jika lahan gambut dalam, Maka pupuk akan mudah tenggelam.

Waktu pemberian pupuk yang baik dilaksanakan pada awal musim penghujan (September Oktober)untuk pemupukan pertama dan pada akhir musim hujan (Maret-April) untuk pemupukan yang
kedua.

Dosis :
Umur 3 - 8 tahun
Urea :  500gr / pohon / semester
Sp-36 :  750 gr / pohon / semester
KCL(mop) :  750 gr / pohon / semester
Kiesrite : 300 gr / pohon /semester

Umur 9 - 13 tahun
Urea : 100 gr / pohon / semester
Sp-36 : 114 gr / pohon/semester
KCL(mop) : 114 gr / pohon / semester
Kiesrite : 440 gr / pohon /semester

Umur 14 - 20 tahun
Urea : 125 gr / pohon / semester
Sp-36 : 100 gr / pohon /semester
KCL(mop) : 100 gr / pohon / semester
Kieserite : 390 gr / pohon /semester

Umur 21 - 25 tahun
Urea : 100 gr /pohon/semester
Sp-36 : 700 gr /pohon /semester
KCL(mop) : 700 gr /pohon /semester
Kieserite : 230 gr/ pohon/ semester

Tambahkan NPK 500 gram pertahun dari takaran susunan dosis di atas,
Untuk tanaman belum menghasilkan Umur 2 bulan - 3 tahun gunakan 100-250 gram  dari takaran dosis di atas dan pemupukan 3 kali / tahun serta ditambah 1 pemupukan tunggal.

Jika dosis pemupukan  Menggunakan NPK 17-17-17-10 atau 15-15-15-10 maka berikan 2 - 2 ½ kg per semester untuk tanaman menghasilkan.

    Demikianlah informasi mengenai cara tanam dan perawatan kelapa sawit.
Semoga dapat membantu pengetahuan anda yang berminat membudidayakan kelapa sawit (palm oil).
Jika ada penulisan saya yang salah  atau membingungkan anda.
Tinggalkan saja komentar anda pasti akan saya perbaiki dan
Saya mohon maaf lahir dan batin.

   Semoga sukses bagi petani kelapa sawit Indonesia dan dunia.
Sekian dan terimakasih
Baca informasi lebih;
Cara meremajakan kelapa sawit dengan sistem tumpang sari.
Cara mengatasi hama landak.
Cara mengatasi hama babi.