14 April, 2016

Cara mengatasi hama pada kolam ikan budidaya secara alami.

      Hama adalah sumber utama kegagalan dalam melakukan budidaya pertanian, peternakan dan perikanan.
Hama pengganggu seperti ini sangat merugikan dalam proses budidaya ikan, karena kehadirannya akan menjadi predator atau inang penyakit dan akibatnya akan merusak serta menurunkan hasil produksi.
Definisi dari hama ikan itu sendiri adalah sekelompok hewan berukuran yang lebih kecil, sama atau lebih besar dan mampu menimbulkan gangguan pada ikan. Secara umum, hama ikan dapat dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan sifat hidupnya diantaranya adalah predator, competitor dan Pengganggu/ pencuri.

Predator
Predator secara harfiah diartikan sebagai pemangsa. Pada dasarnya predator adalah binatang yang sifatnya karnivora (pemakan daging) dengan cara memangsa atau menyantap targetnya. Predator sejatinya selalu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari mangsanya atau kalau predatornya berukuran kecil, biasanya memiliki “senjata” yang mematikan seperti bisa, racun dan sejenisnya. Predator yang berukuran jauh lebih besar dari mangsanya, biasanya memangsa santapan dalam jumlah banyak dan biasanya dilakukan berkali-kali. Predator ini hidup menetap di kolam atau di lingkungan sekitar areal budidaya walaupun ada juga yang sekedar mampir di areal budidaya tersebut dalam rangka mencari makan atau bermigrasi (berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya).
Predator adalah hewan pemangsa yang secara sengaja maupun tidak sengaja masuk ke areal budidaya ikan dan memangsa ikan yang dibudidayakan. Jenisnya dapat berupa ikan yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat dan beberapa jenis serangga/insekta air. Contohnya ikan baung (Mystus nemurus), lele (Clarias batrachus), kakap (Lates calcalifer), bulan-bulan (Megalops cyprinides), ikan gabus atau pemangsa lainnya seperti berang-berang, ular atau burung (seperti bangau, kuntul, blekok, ibis,burung raja udang, dsb.) anjing, katak pada fase dewasa dan lain-lain.

Kompetitor
Kompetitor adalah organisme yang menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. Hama ini tidak dikehendaki keberadaannya dalam wadah atau areal budidaya. Kompetitor yang sering menyebabkan terjadinya persaingan dalam memperoleh pakan adalah ikan mujair (Tilapia mossambica). Spesies ikan mujair ini selain rakus juga mudah berkembang biak, sehingga populasinya di dalam kolam akan meningkat dengan cepat, sehingga ikan budidaya menjadi terganggu, lambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.
Masuknya jenis organisme lain ke kolam pemeliharaan merupakan kompetitor selain dapat menyebabkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan pakan juga akan menyebabkan terjadinya kompetisi untuk memperoleh oksigen dan ruang gerak, sehingga kompetisi yang terjadi adalah kompetisi biological requirement, yakni ruang dan makanan. Contoh hama kompetitor lainnya adalah jenis ketam, seperti yuyu (Saesarma spp.), kepiting (Scylla serrata), katak (pada fase berudu), keong dan sebagainya.

Pengganggu/ Pencuri
Pengganggu adalah organisme atau aktivitas lain diluar ikan budidaya yang keberadaannya dapat mengganggu ikan budidaya. Perlakuan manusia yang kurang baik dalam mengelola ikan dapat dikategorikan sebagai pengganggu, seperti saat sampling yang tidak sesuai aturan atau cara panen yang kurang baik. Selain itu, ada juga literatur yang mengelompokkan hama ketiga ini dalam istilah ”pencuri” yang merupakan hama menakutkan bagi petani ikan.

      Selain hama predator, kompetitor dan pengganggu/ pencuri, terdapat pula sekelompok hewan yang dapat digolongkan ke dalam insekta air yang membahayakan ikan budidaya yang dikenal dengan istilah predator kelompok serangga air. Golongan insekta air ini biasanya ditemukan di areal pembenihan dan pendederan ikan di mana golongan hewan ini akan menyerang dan memangsa larva dan benih ikan.
Sementara itu untuk predator benih ikan, ada yang hidup di air bersama ikan yang dipelihara dan ada pula yang hidup di darat (di luar kolam ikan). Predator benih ikan ini ada yang tinggal menetap di sekitar kolam dan ada pula yang hanya sekedar lewat dalam rangka migrasi. Dalam prakteknya, predator benih ikan, ada yang memakan atau menyantap langsung benih ikan secara utuh dan ada pula yang mematikan target terlebih dahulu beberapa waktu kemudian dimakan setelah menjadi bangkai. Selain itu, ada juga predator benih ikan yang hanya mematikan benih ikan untuk dihisap darah atau cairan tubuhnya, sementara tubuh benih yang sudah mati tidak dimakan tetapi dibiarkan begitu saja.
Predator benih ikan umumnya merupakan binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu atau mengancam kehidupan ikan. Benih ikan yang berukuran kecil dengan kondisi tubuh yang masih lemah dan cenderung hidup berkelompok, maka benih ikan merupakan santapan empuk sang predator ketimbang ikan yang sudah berukuran dewasa. Selain itu, benih yang masih berukuran kecil tidak mampu menghindar apalagi melakukan perlawanan terhadap predator. Beberapa contoh insekta tersebut adalah : kini-kini (dari larva capung Odonanta); ucrit (Peupeundeuyan) dari larva Cybister (kumbang air); kelompok ordo Hemiptera yaitu Notonecta spp. (bebeasan), Corixa spp. (Famili Corixidae), Nepa spp. (Famili Nepidae), Belestoma indicum (Famili Belestematidae) dan lintah.
Sementara itu, khususnya untuk hama yang menyerang ikan hias dibedakan dalam 2 (dua) kelompok besar yaitu hama kompetitor dan hama predator. Hama kompetitor biasanya berupa ikan yang mudah berkembang biak seperti ikan guppy dan mujair sedangkan hama predator pada ikan hias adalah kucing, ular, ikan lele, ikan gabus dan burung.
Sementara itu, ada juga ahli dan pengamat budidaya perikanan khususnya dalam pembenihan ikan mengidentifikasi tersendiri jenis predator pada ikan tersebut. Kategorinya adalah :
Predator kelompok Hewan Besar seperti buaya, biawak, ular, katak, burung, labi-labi dan sebagainya.
Predator ikan buas seperti ikan gabus dan belut.
Predator kelompok hewan kecil (serangga air) seperti ucrit, notonecta, dan kini-kini.
Apapun bentuk serangan hama baik predator, kompetitor dan pengganggu ternyata berdampak besar dan dapat pula mengancam kelangsungan usaha budidaya. Terutama jika jumlah hama yang menyerang selain berkelompok juga dalam jumlah besar sehingga tingkat kematian ikan budidaya tinggi. Walaupun sampai saat ini belum ada yang mencoba menghitung seberapa besar tingkat kematian akibat adanya hama di areal budidaya, tetapi dari tingginya tingkat kematian yang dapat disebabkannya, terutama dari golongan predator maka dapat diyakini bahwa keberadaan hama dapat menimbulkan kerugian di dalam usaha budidaya ikan atau udang. (NDK)
Berikut adalah cara sederhana mengatasi hama pada kolam.

1. Akar Tuba/jenu (Derris eliptica Roxb.Benth)
a. Kandungan Kimia : akar tuba mengandung alkaloid, saponin, falvonoid, tanin, dan polifenol. Salah satu produksi metabolit sekunder yang dikandung oleh tanaman tuba adalah rotenon (C23H22O6) , kandungan rotenono tertinggi terdapat pada akar­, yaitu 0,3-12% rotenon merupakan racun perut dan kontak tetapi bersifat sistemik.
b. Bagian yang digunakan : seluruh tanaman
c. Aplikasi
Akar tuba dapat sebagai racun serangga, akar ini untuk membunuh predator sebelum pendederan atau pembesaran.

2. Ketepeng (Cassia alata L )
a. Kandungan Kimia : kulit kayu mengandung aloe-emodin, asam krosofanat, resin, krisofanol, dan seng. Sementara asam oleat terkandung dalam biji.
b. Bagian yang digunakan : daun
c. Aplikasi
Untuk membunuh predator dikolam, caranya setelah kolam dikeringkan aliri kolam dengan air hingga mencapai ketinggian 15 cm. Setelah itu ambil daun ketepeng sebanyak 4 kg untuk kolam seluas 100 m2 . Daun ketepeng diremas-remas didalam ember yang berisi air, lalu disaring kemudian hasil saringan tersebut dimasukan ke dalam kolam.

3. Liridiah / Gamal (Glyriceridia sephium)
a. Kandungan Kimia : daun mengandung saponin, flavanoid, dan polifenol
b. Bagian yang digunakan : daun
c. Aplikasi
Untuk membunuh predator dikolam, caranya setelah kolam dikeringkan aliri kolam dengan air hingga mencapai ketinggian 15 cm. Setelah itu ambil daun liridiyah sebanyak 6 kg untuk kolam seluas 100 m2 . daun ketepeng diremas-remas didalam ember yang berisi air, lalu disaring kemudian hasil saringan tersebut dimasukan ke dalam kolam.

4. Nanas (Ananas comosus Merr)
a. Kandungan Kimia : daun, buah, akar mengandung saponin,flavanoid, dan polifenol.
b. Bagian yang digunakan : buah
c. Aplikasi
Nanas dapat memberantas kepiting. Hewan ini sering merusak tanggul kolam. Caranya nanas dicacah sampai lembut, lalu cacahan itu diaduk aduk ketanah dengan radius 0,5 m disekitar lubang kepiting, dengan cara ini kepiting yang bersembunyi dalam tanah akan mati. Dengan menanam nanas ditanggul kolam dapat mencegah kepiting datang.

5. Teh (Thea sinensis)
a. Kandungan Kimia : biji teh mengandung saponin 10-13% sehingga penggunaannya sebagai racun disarankan sebanyak 15-18 kg/ha. Tepung biji teh mempunyai kandungan saponin lebih rendah sehingga dosis harus lebih besar sekitar 150-180 kg/ha
b. Bagian yang digunakan : biji
c. Aplikasi
Selain digunakan sebagai pemupukan juga dapat dilakukan sebagai racun membunuh predator atau pesaing makanan dikolam. Sebelum dicampurkan biji teh dikeringkan atau digiling halus. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal bungkil teh direndam selama semalam,airnya tak perlu disaring karena sisa bijinya dapat sebagai pupuk.

6. Tefrosia (Tefhrosia vogelii Hook)
a. Kandungan Kimia : komponen aktif adalah tephorosin dan deguelin yang merupakan senyawa isomer dan rotenon.
b. Bagian yang digunakan : daun
c. Aplikasi
Sangat beracun terhadap keong mas, caranya, daun dihaluskan lalu dicampur dengan air dan ditambah sedikit ditergen. Pemakaian konsentrasi 1% dapat mematikan keong mas. Selain obat hama daunnya juga berguna sebagai pupuk hijau.

7. Sembung (Blumea balsamifera D.C)
a. Kandungan Kimia : daun sembung mengandung boneol, sineol, limonen, dan dimetil eter florosetofenon.
b. Bagian yang digunakan : daun
c. Aplikasi
Daun dihaluskan lalu dicampur dengan air. Pada konsentrasi 1%, larutan daun dalam air ditambah 0,1% deterjen cair mengakibatkan 50% kematian populasi keong.

8. Tembakau (Nicotiana tabcum L)
a. Kandungan Kimia : tembakau mengandung bahan beracun yang disebut nikotin. Konsentrasi tertinggi terdapat pada ranting dan tulang daun. Kandungan lain adalah saponin, alkaloid, flavanoid, dan polifenol.
b. Bagian yang digunakan : daun dan batang
c. Aplikasi
Umumnya yang digunakan adalah daun tetapi agar lebih praktis peternak biasanya menyertakan batangnya. Tembakau efektif untuk memberantas hama, seperti cacing polichaeta atau trisipan.
Daun digunakan langsung atau dihaluskan terlebih dahulu, cara lain dikeringkan terlebih alu di haluskan menjadi bentuk tepung.
Dosis yang dianjurkan 300-400 kg/ha luas kolam.air dikurangi ketinggian 5-10 cm. Selanjutnya serbuk ditebar secara merata keseluruh permukaan kolam.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara mengatasi hama pada kolam ikan budidaya.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terima kasih.

Kelor (Moringa oleifera)

      Moringa oleifera atau lebih dikenal dengan kelor merupakan tumbuhan asli sub-Himalaya yaitu mencakup dari India, Pakistan, Banglades, dan Afganistan.
Dibeberapa Negara kelor dikenal dengan sebutan benzolive, drumstick tree, kelor, marango, mlonge, mulangay, nebeday, saijhan, dan sajna.

   Kelor atau Moringa oleifera termasuk dari keluarga Moringaceae dan masih tergolong dalam satu marga dengan Moringa arabica, Moringa pterygosperma, Moringa peregrine.

  Moringa oleifera adalah tumbuhan penting di India, Etiopia, Filipina, dan Sudan serta pertumbuhannya menyebar luas di bagian barat, timur, dan selatan Afrika, Asia tropis, Amerika Latin Karibia, Florida, dan Pulau-pulau di Pasifik.
Penduduk kuno asli Roma, Yunani, dan Mesir telah diketahui menggunakan Moringa oleifera sebagai obat serta bahan baku campuran obat-obatan tradisionalnya.
Saat ini pengembangannya telah digunakan di beberapa negara sebagai bahan baku obat-obatan tradisional serta industri di beberapa negara maju dan berkembang.
Berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.

Klasifikasi ilmiah Kelor / Moringa oleifera.
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Famili : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera L.

   Moringa oleifera kaya akan senyawa glukosinolat, isotiotianat dan gula sederhana.
Senyawa glukosinolat dan isotiotianat diketahui sebagai hipotensif, anti kanker dan aktivitas anti bakteri meliputi 4-(α-Lrhamnopyranosyloxy) benzyl isothiocyanate, pterygospermin, dan 4-(α-L-rhamnopyranosyloxy) benzylglucosinolate, 4-(α-L-rhamnopyranosyloxy) Pterygospermin benzyl isothiocyanate, 4-(α-L-rhamnopyranosyloxy) benzyl glucosinolate.
Kemudian pada daunnya dapat digunakan sebagai obat infeksi, antibakteri, infeksi saluran urin, luka eksternal, anti-hipersensitif, anti-anemik, diabetes, colitis, diare, disentri, rematik, dan lain-lain.

    Menurut hasil studi fitokimia pada daun Moringa oleifera diketahui mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, phenols sebagai penghambat aktivitas bakteri, patogen, insekta, virus dan hewan herbivora.
Selain itu senyawa fitokimia didalam daun memiliki struktur bebas atau terikat secara glikosida serta bertambahnya tingkat penuaan daun pada membran sel.
Senyawa ini membentuk struktur kompleks dengan karbohidrat yaitu glukosa, xilosa dan arabinosa.

    Alkaloid adalah kristal putih dan dapat larut dalam air, kemudian dikenal dengan nama berberine, emetine, quinine, dan tetramethil pyrazin.
Phenols merupakan senyawa asam amino dan dapat berperan sebagai senyawa herbisida.
Tannin juga dapat berperan sebagai mendenaturasi protein dan dapat mencegah proses pencernaan bakteri.
Flavonoid yaitu senyawa yang mudah larut dalam air untuk kerja antimikroba dan antivirus.

     Moringa oleifera mengandung Pterigospermin yaitu merupakan senyawa tidak stabil serta mempunyai titik didik rendah dan dapat berubah menjadi benzil isotiosianat (BIT).

    Moringa oleifera atau kelor adalah tumbuhan bermanfaat dibumi.
Karena khasiat multi fungsi dapat digunakan mulai dari daun dan bunganya dapat dikonsumsi serta dijadikan pupuk.
Biji dari Moringa oleifera dapat diolah menjadi minyak sayur dan pelita serta dapat dijadikan penjernih air alami.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai cara menjernihkan air dengan cara sederhana dan alami.
Proses penjernihan air melalui cara seperti ini dapat mengurangi bakteri hingga 90 – 99%.
Biasanya bakteri tersebut melekat pada partikel-partikel padat.
Selain itu dapat menghilangkan mikroba dan khususnya dapat membunuh bakteri Coli.
Namun beberapa mikroba serta patogen bisa saja masih dapat hidup, jika proses pengendapan belum maksimal khususnya pada air tercemar.
Sebaiknya tahap penjernihan dan pemurnian harus terus dilakukan menggunakan penyaringan sederhana seperti filtrasi pasir dengan cara direbus.
Karena sifat anti bakterinya mampu menghambat pertumbuhan bakteri, hal ini disebabkan oleh metabolit sekunder seperti fenol dan senyawa fenolik, alkaloid, dan minyak atsiri (essential oil).
Anti bakteri biasanya diterangkan sebagai produk alami dengan berat molekul rendah dibentuk oleh mikroorganisme dan tumbuhan aktif melawan mikoroganisme lain pada konsentrasi rendah.
Pengembangan aktivitas ini melewati jumlah terbatas dari mekanisme antibakteri yang dapat mempengaruhi sintesis dinding sel, integritas membran sel, sintesis protein, replikasi DNA dan repair, transkripsi, dan metabolit intermediate.
Antibakteri dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu bakterisidial dan bakteriostatik.
Bakterisidal adalah zat mematikan bakteri.
Bakteriostatik adalah zat penghambat pertumbuhan bakteri.
Beberapa zat antibakteri bersifat antibakteriostatik pada kosentrasi rendah dan bersifat bakterisidial pada konsentrasi tinggi.
Namun penghambatan Mekanisme  mikroorganisme oleh senyawa antibakteri dapat dipengaruhi oleh beberapa cara, antara lain:
1. Menganggu pembentukan dinding sel
2. Bereaksi dengan membran sel
3. Menginaktivasi enzim
4. Menginaktivasi fungsi material genetic
Karena dalam kandungan Moringa oleifera mempunyai kandungan bahan aktif seperti flavonoid, phenols, alkaloid, dan isotiosianat.
Peroses awalnya adalah pengeringan biji kelor tua.
Setelah polong biji benar-benar kering, kemudian kupas dari kelopak kulit luarnya, setelah itu tumbuk atau giling supaya halus.
Cara membuatnya adalah sebagai berikut;
Masukan air kedalam botol kaca sebanyak 100 ml dan tambahkan 1 sendok teh (2,5 mg) tepung biji kelor kedalam air tersebut. Lalu tutup kembali botol dan kocok sampai benar-benar tercampur rata.
Kemudian diamkan larutan selama 5 menit, setelah semua selesai tambahkan larutan ini kedalam air yang ingin dijernihkan dan endapkan selama 60 menit sebelum digunakan.
Larutan ini hanya diperuntukan untuk 10 liter air dan jika ingin menjernihkan air lebih dari uraian diatas, maka dapat menggandakan ukuran diatas.
   
    Moringa oleifera memiliki kandungan nutrisi baik dan memiliki potensi untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh, selain itu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan energi dan sistem imun.

   Daun Moringa oleifera kaya dengan vitamin A yaitu 4x lebih tinggi dari buah wortel serta sangat berguna untuk mencegah penyakit mata, kulit, jantung dan diare.
Selain itu juga memiliki kandungan Vitamin C 7x lebih banyak dari buah jeruk serta berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit infeksi termasuk flu dan pilek.
Kemudian kandungan potassiumnya 3x lebih banyak dari buah pisang serta berguna untuk menyehatkan otak dan saraf.
Kandungan Kalsium pada daun Moringa oleifera juga tak kalah dengan kandungan kalsium pada susu.
Kandungan kalsium pada daun Moringa oleifera diketahui 4x lebih banyak.
Kalsium berguna untuk gigi dan membangun, memperkuat tulang serta membantu mencegah terjadinya osteoporosis.
Berikut adalah adalah kandungan nutrisi vitamin dan asam amino Moringa oleifera atau kelor.

  Kandungan vitamin pada kelor per  1 ons.
Vitamin A - 6,8 mg.
Vitamin C -  220 mg.
Fosfor - 204 mg.
Kalsium - 440 mg.
Kalium - 259 mg.
Protein - 6,7 g.
Thiamin (B1) - 2,64 mg.
Riboflavin (B2) -20,5 mg.
Niacin (B3) - 8,2 mg.
Serat - 19,2 g.
Tembaga - 0,57mg.
Zat besi - 28,2 mg.
Magnesium - 368 mg.

Kandungan asam amino pada daun kelor per 1 ons. 
Argine - 1.325 mg.
Histidine - 613 mg.
Isoleucine - 825 mg.
Leucine - 1.950 mg.
Lysine - 1.325 mg.
Methionine - 360 mg.
Phenylalinine - 1.388 mg.
Threonine - 1.188 mg.
Tryptophan - 425 mg.
Valine - 1.063 mg.

   Moringa oleifera atau kelor memiliki ciri daun majemuk menyirip ganda 2-3 dan menyebar tanpa daun penumpu serta telah mengalami metamorphosis sebagai kelenjar-kelenjar pada pangkal tangkai daun.
Bunga banci, zigomorf, tersusun dalam ketiak daun, dasar bangun mangkuk, kelopak terdiri atas lima daun kelopak, mahkotanya terdiri atas lima daun mahkota dan lima benang sari.
Bakal buahnya memiliki banyak bakal biji, buahnya kendaga atau seperti peti membuka dengan 3 katup dan panjangnya sekitar 30 cm.
Bijinya besar bersayap tanpa endosperm.
Moringa oleifera mempunyai sifat khas yaitu terdapat sel-sel mirosin dan berbuluh-buluh gom dalam kulit batang dan cabang.
Pada musim-musim tertentu dapat menggugurkan daunnya atau lebih dikenal dengan luruh daun.
Ketinggian pohon dapat mencapai 5-12 m dan dapat tumbuh dengan subur didaratan rendah hingga 700 mdpl.

   Moringa oleifera atau kelor diketahui dapat mengobati 300 macam penyakit, berikut adalah beberapa jenis nama penyakit populer dan sebagian cara meramu obat herbal Moringa oleifera atau kelor.
Nama penyakit;
1. Anemia.
2. Asma.
3. Batuk.
4. Beri-beri.
5. Bisul.
6. Bronkitis.
7. Diabetes.
8. Epilepsi.
9. Ginjal.
10. Hepatitis.
11. Hipertensi.
10. Jantung.
11. Kebutaan.
12. Kulit
13. Kuning.
14. Kanker.
15. Masalah hati.
16. Masalah mata.
17. Masalah penuaan.
18. Penyakit yang berhubungan dengan gerakan.
19. Tuberkulosis,
20. Tumor perut

    Cara meracik obat herbal tradisional Moringa oleifera untuk beberapa jenis penyakit adalah sebagai berikut.
Menghilangkan rasa nyeri, pegal linu dan reumatik.
Cara membuat;
Tumbuk halus 2 tangkai daun kelor dan tambahkan setengah sendok makan kapur sirih, kemudian gosok atau balurkan ke bagian tubuh yang sakit sebagai param.

Mengatasi cacingan.
Cara membuat;
Rebus 3 tangkai daun kelor, kemudian tambahkan 1 tangkai daun cabai dan 1-2 batang meniran dengan menggunakan 2  gelas air bersih sampai mendidih dan biarkan hingga tinggal satu gelas, lalu saring air rebusan tersebut dan diminum rutin sampai sembuh.

Menyembuhkan alergi.
Cara membuat;
Rebus 3 tangkai daun kelor, kemudian tambahkan 1 siung bawang merah dan adas pulasari secukupnya dengan menggunakan 3 gelas air bersih sampai mendidih dan biarkan hingga tinggal 2 gelas.
Lalu saring air rebusan tersebut dan diminum rutin sampai sembuh.      

Menghilangkan flek hitam pada wajah.
Cara membuat;
Tumbuk 7 lembar daun mudanya sehalus mungkin dan gunakan sebagai bedak dan bisa juga dicampur dengan bedak yang digunakan sehari-hari dan gunakan pada waktu sore atau malam hari sebelum tidur.    

Menyembuhkan penyakit Mata.    
Cara membuat;
Tumbuk 3 daun kelor sampai lembut dan diberi air sebanyak 1 gelas, kemudian di aduk- aduk sampai merata dan diamkan sampai ampasnya mengendap, lalu saring airnya dan air saringan inilah yang digunakan sebagai obat tetes mata.
Cara penggunaan tetes pada mata yang sakit 2-3 tetes 2-3 kali sehari sampai sembuh.   

Menyembuhkan luka bernanah, herpes dan kurap.
Cara membuat;
Tumbuk 7 tangkai daun kelor sampai halus dan tempelkan pada bagian yang luka sebagai obat luar.  

Mengobati penyakit beri-beri.
Cara membuat;
Tumbuk 3 potong akar kelor, 250 gram kulit akar pepaya dan tambahkan sedikit kapur sirih sampai halus. Kemudian gosok/balurkan pada kaki sebagai obat luar.
Racikan ramuan ini juga dapat digunakan sebagai obat mengatasi penyakit kulit lainnya seperti penyakit kurap.

Menghancurkan batu ginjal.
Cara membuat;
Rebus daun kelor atau bisa juga dibuat sayur bening dan dimakan setiap hari sampai sembuh.
Biasanya ±1 bulan batu pada ginjal akan hancur dengan sendirinya dan akan keluar bersama air seni pada saat buang air kecil.
Selain itu daun Kelor telah terbukti dapat mengobati demam, membangun kembali tulang yang lemah, mengatasi kekurangan darah (Anemia), membantu menurunkan kadar gula dalam darah (Diabetes) dan membantu memenuhi kebutuhan gizi yang kurang (Gizi buruk).

Mengobati  asma, mengobati bengkak kaki (edema), menjaga kesehatan organ reproduksi,  mengobati penyakit ginjal, mengobati pembesaran hati (hepatamegali), mengatasi karang gigi, mengobati flu, mengatasi demam, menguatkan jantung, anti inflamasi, rematik, mengobati epilepsi, mengobati sakit kepala, afrodisiak dan sebagai penyegar kulit.     
Cara membuat ;
Rebus 3 potong akar kelor kering dengan 3 gelas air bersih sampai mendidih dan biarkan hingga tinggal 2 gelas. Kemudian saring airnya, lalu diminum secara rutin waktu pagi dan sore hari sampai sembuh.    
Untuk pengobatan karang gigi dibuat kumur-kumur sedikit, kemudian diminum.

Mengobati flu, sariawan, radang tenggorokan, cacingan, rematik, anti tumor, infeksi, gangguan saraf, sebagai anti bakteri, anti mikroba, menambah nutrisi makanan dan tonik.       Cara membuat;
Rebus 7 kuntum bunga kelor dengan menggunakan 3 gelas air bersih sampai mendidih dan biarkan hingga tinggal 2 gelas.
Kemudian diminum pagi dan sore sampai sembuh.

Mengobati kutil, mengobati penyakit kulit ringan,mengobati sariawan, lambung, obat rematik, anti tumor, anti inflamasi, antibakteri, menaikkan kekebalan tubuh, mengatasi demam, sebagai sumber nutrisi, dan sumber tonik.   
Cara membuat;
Tumbuk biji kelor sebanyak 5 mg sampai benar-benar halus. Kemudian kukus biji kelor dengan suhu 30-40°C sampai matang.
Kemudian keringkan menggunakan open dengan suhu 40-50°C  sampai benar-benar kering.
Setelah itu masukkan kedalam kapsul obat dan diminum rutin 2 kali 1 hari sampai sembuh.    

Mengobati gangguan pencernaan, Mengatasi karang gigi, sariawan, detoksifikasi, menetralisir racun ular, kalajengking, afrodisiak dan sebagai alat kontrasepsi  .
Cara membuat;
Jemur kulit kelor sampai kering dan rebus 3 potong kulit kelor dengan menggunakan 5 gelas air bersih sampai mendidih dan biarkan hingga tinggal 3 gelas.
Kemudian minum rutin 3 kali 1 hari sampai sembuh.  
Untuk membuat alat kontrasepsi harus dibantu oleh ahlinya. Jadi sengaja tidak kami tulis.

  Meracik Ramuan obat herbal tradisional Moringa oleifera / kelor untuk menangkal segala macam penyakit.
Cara membuat;
3 tangkai daun kelor, 5 kuntum bunga kelor,1,5 mg tepung biji kelor, 1 potong kulit kering dan 3 potong akar kelor kering. Kemudian rebus menjadi satu sampai matang, lalu diminum 1 hari 3 gelas

Catatan;
Penggunaan dosis harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak boleh melebihi 1 kg dari berat badan pengguna. Karena dari sebuah penelitian menyebutkan bahwa ekstrak daun kelor dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan pembentukan sperma pengguna. 
Jadi harus berhati-hati menggunakannya.
Namun pengolahan kelor juga dapat dijadikan campuran bahan baku kue atau juga dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku pembuatan ice cream.

    Cara membudidayakan Moringa oleifera cukup mudah, karena dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis seperti Negara Republik Indonesia.
Tumbuhan ini banyak dijumpai dipedesaan dan digunakan sebagai tanaman pagar.
Kebanyakan dari petani menanam tumbuhan ini dengan 2 metode yaitu dengan cara di stek dan biji.
Selain itu juga minim akan perawatan, sebab tumbuhan ini minim akan penggunaan pupuk kimia serta tahan terhadap serangan hama seperti serangga dan serangan penyakit seperti mikroba.
Tumbuhan ini cepat tumbuh, berbunga dan akan menghasilkan buah sekitar usia 1 tahun sejak ditanam.
Selain itu tumbuhan ini juga dapat bertahan terhadap musim kemarau panjang.
Namun dari hasil beberapa pertemuan telah diketahui tentang mitos-mitos yang berkembang dimasyarakat yaitu kelor atau Moringa oleifera ditamam sebagai tanaman pagar memiliki fungsi untuk menangkal pesugihan babi ngepet (misteri manusia berubah menjadi babi).
Selain itu 1 tangkai batang berserta daun digunakan sebagai alat melunakkan atau menghilangkan kekuatan pemilik ilmu hitam seperti susuk, ilmu kebal dan lain sebagainya.
Caranya disapu-sapukan ke daerah wajah atau pun diletakkan pada tempat tidur sebagai alas.
Namun kebenarannya masih diragukan, sebab inilah keunikan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan suku, bahasa dan budaya.
Oleh sebab itu lah setiap tradisi yang ada didalamnya adalah kekuatan untuk menuju persatuan dan kemakmuran.
 
   Demikian sedikit informasi mengenai Moringa oleifera atau lebih dikenal dengan sebutan kelor.
Ambil manfaatnya dan tinggalkan yang buruk.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

Cara membuat umpan ikan Sepat Siam

      Ikan sepat siam adalah jenis ikan konsumsi bervitamin dan sangat bergizi.
Ikan ini hidup di air tawar dan umumnya banyak ditemukan disekitar rawa-rawa.
Sepat siam adalah salah satu sumber protein hewani yang menjadi alternatif tambahan sebagai penunjang gizi masyarakat pedesaan, biasanya ikan jenis ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional disana.
Terkadang ikan ini menjadi salah satu komoditi tambahan disuatu desa dan diperdagangkan melewati antar pulau di Indonesia dengan cara diasinkan.
Ikan sepat siam tidak seperti jenis ikan pada umumnya dan kurang populer di kalangan pencinta ikan akuarium.
Namun sebenarnya ikan ini memiliki corak warna cerah dan memiliki warna bervariasi. Corak warna paling menonjol dari kecerahannya adalah putih, kuning, merah dan berbaur warna hitam kehijauan. Namun dinegara Indonesia sebagaian besar bercorak hitam putih kehijauan dan warnanya bersusun atau belang.
Di negara tetangga seperti Thailand, ikan jenis ini sudah banyak di perdagangkan sebagai ikan konsumsi dan hias.
Maka tidak heran, jika disana ikan jenis ini sudah banyak di budidayakan dan dimasukkan kedalam lima deretan ikan air tawar terpenting.

     Sepat siam (Trichogaster pectoralis) adalah sejenis ikan air tawar dari anggota suku ikan gurami atau disebut dengan Osphronemidae.
Ikan ini berasal dari Asia Tenggara dan penyebarannya meliputi wilayah Thailand, Kamboja serta Vietnam terutama di aliran lembah sungai Mekong di Laos, kemudian terdapat sungai Chao Phraya.
Ikan ini diketahui diintroduksi ke Filipina, Malaysia, Indonesia, Singapura, Papua Nugini, Sri Lanka, hingga ke Kaledonia Baru.
Sepat siam masuk ke Indonesia sekitar tahun 1934, tujuannya untuk dikembangkan pembudidayaannya di kolam-kolam dan sawah. Pada tahun 1937, ikan ini dibawa ke Sulawesi untuk dimasukkan kedalam danau Tempe dan misi itu dikatakan berhasil, sehingga dalam kurun waktu dua tahun dapat mendominasi hingga 70%. Saat ini ikan tersebut telah dapat hidup liar dan berkembang biak di berbagai tempat di alam bebas, termasuk di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

     Pada dasarnya ikan ini sangat menyukai rawa-rawa, danau, sungai dan parit atau kanal berair tenang, terutama pada habitat yang banyak ditumbuhi tumbuhan air. Bila curah hujan tinggi ikan ini akan masuk ke kolam-kolam dan saluran air hingga berenang ke sawah-sawah petani pada saat banjir.
Berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.
    Klasifikasi ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Osphronemidae
Genus : Trichogaster
Spesies : T. pectoralis'
Nama binomial
Trichogaster pectoralis

    Makanan utama ikan sepat siam adalah tumbuhan air dan lumut, namun ikan ini juga akan memangsa hewan-hewan kecil di air. Ikan ini menyukai tempat terlindung dari hasil vegetasi atau sampah-sampah yang berada di tepi-tepi kolam, danau dan kanal.
Ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur dan menyimpannya di dalam sarang yang berupa buih atau busa.
Biasanya akan dijaga oleh si pejantan dan setelah telur menetas, maka anak-anaknya akan diasuh oleh induk jantan sampai anak-anaknya dapat mencari makan sendiri.

    Jenis anakan ikan ini tidak seperti dari keluarga dekatnya ikan Gurami, betok dan cupang, anakan ikan ini memiliki sifat seperti bangsa Anabantoidei dan ciri ciri kelompok ini digolongkan seperti adanya organ labirin diruang insang, gunanya untuk membantu mengambil oksigen secara langsung ke permukaan air. Kemungkinan adanya labirin ini membuat anakan ikan tersebut dapat hidup di tempat yang minim akan oksigen, namun ikan ini tidak seperti ikan air tawar pada umumnya. Justru ikan ini dikenal tidak dapat bertahan hidup lama di darat, tidak seperti ikan gabus dan betok yang dapat hidup di darat dengan sangat lama.
Berikut ini adalah umpan sederhana yang jitu untuk menangkap ikan ini menggunakan kail.
Umpan alternatif pertama;
     Bahan-bahan;
    •CPO (crude palm oil)
    •Mie instan

Cara membuat;
Rebus mie instan sampai matang, kemudian tiriskan, lalu tuangkan CPO sedikit demi sedikit sambil diremas-remas sampai lembut dan membentuk seperti adonan.

Cara penggunaan;
Ambil sedikit adonan dan tempelkan ke kail/pancing, kemudian tekan-tekan dengan jari sampai benar-benar menempel, tujuannya agar umpan tidak mudah larut ke dalam air.

Umpan alternatif kedua;
     Bahan utama;
    • Dada ayam

Cara membuat dan penggunaan;
Dada ayam dibersihkan dari kulitnya dan usahakan menggunakan daging yang masih baru.
Cara menggunakannya ambil sedikit dagingnya dan ditekan-tekan sampai empuk, lalu kaitkan ke mata pancing.

Catatan;
1. Gunakan joran yang berujung lentur dan kuat.
2. Gunakan benang yang berukuran kecil, halus dan berkwalitas.
3. Gunakan mata kail yang berukuran kecil atau dapat juga disesuaikan dengan kondisi ukuran besarnya ikan dilokasi.

    Demikian sedikit informasi mengenai pembuatan dan pemilihan umpan alternatif untuk memancing ikan sepat siam.
Semoga bermanfaat dan sukses.

02 April, 2016

Cara mengatasi busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit

      Basal stem rot atau Ganoderma adalah sebutan dari penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur / fungi / patogen. Jamur ini dari jenis ganoderma yang menyerang pangkal batang kelapa sawit.
Ganoderma yang banyak menyerang tanaman perkebunan kelapa sawit adalah dari jenis jamur  Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidum dan Ganoderma pseudofferum
Pangkal batang yang terinfeksi, pada umumnya akan membusuk dan lunak.
Jamur Ganoderma dapat menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM).
Penyakit jamur Ganoderma pada tanaman kelapa sawit ini tergolong menular dan sangat merugikan bagi para petani kelapa sawit.
Biasanya penyakit ini dapat menular dari tunggul pohon yang telah terinfeksi dan dapat juga menularkannya dari akar yang bersentuhan langsung didalam tanah dengan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi.

       Ciri-ciri tanaman kelapa sawit yang terinfeksi jamur Ganoderma dapat dilihat dari warna daun yang berubah warna menjadi hijau pucat dan pembentukan janur (daun muda) hanya sedikit.
Pelepah daun menjadi patah dan menggantung pada batang pohon serta daun-daun tuanya menjadi layu.
Gejala utamanya terdapat pada pangkal batang yaitu pangkal batang menjadi menghitam serta mengeluarkan getah dan lendir pada bagian yang terinfeksi.
Kemudian batang tanaman akan membusuk dan berwarna coklat muda, pada akhirnya daun beserta pelepah berjatuhan dan batang pohon menjadi roboh.

     Pencegahan penyebaran jamur Ganoderma dapat dilakukan dengan beberapa tindakan-tindakan sederhana sebagai berikut.
1). Pembersihan lahan dari sisa-sisa pelapukan tunggul kayu.
2). Menggunakan bibit yang sehat dan berkualitas.
3). Melakukan pengapuran atau penaburan dolomit pada lubang tanam untuk meningkatkan pH tanah yang rendah.
4). Jika lahan adalah bekas tanaman kelapa sawit, tunggul-tunggul sawit harus dibongkar, dibakar dan tanah dibajak sebelum bibit ditanam.
5). Jika ada tanaman yang terinfeksi harus segra dibongkar beserta tunggulnya dan dibakar agar tidak menular ketanaman lainnya.
6). Pengapuran pada bekas tunggul tanaman yang terinfeksi.
7). Melakukan penyemprotan fungisida secara berkala dengan dosis 20 gr/ 15 L air bersih atau dapat menggunakan jamur Trichoderma sp (Jamur ini bersifat antagonis) dengan cara dipendam disekitar piringan (kocor).

      Semoga bermanfaat dan sukses.

30 March, 2016

Cara meningkatkan kwalitas air kolam (ph)

        Perkembangan teknologi budidaya perikanan semakin bertambahnya hari semakin baik dan pesat pertumbuhannya.
Karena semakin hari permintaan pasar semakin meningkat dan stabil.
Oleh sebab itulah pesatnya perkembangan teknologi sangat sulit untuk dibendung.

        Peningkatkan  kesadaran  masyarakat  sangatlah penting untuk meningkatkan  kualitas hasil produksi.
Peningkatan ini harus didukung oleh pentingnya produk-produk makanan yang  ramah dengan lingkungan.
Pengelolaan  usaha perikanan tak lepas dari kendala persoalan teknis dan non teknis.
Persoalan teknisnya yaitu menyangkut   masalah budidaya seperti serangan hama dan penyakit pada ikan.
Berdasarkan  paparan diatas prinsip budidaya ikan  yang digunakan adalah prinsip blue economy diantara adalah memanfaatkan efisiensi alam.
Efisiensi ini menggunakan  konsep ramah lingkungan, karena  konsep ini dapat memicu terjadinya penekanan biaya pinansial dalam memperbaiki media budidaya itu sendiri. Salah satunya adalah cara memperbaiki kwalitas air kolam dengan cara alami.

     Tumbuhan yang  hidup disekitar  pekarangan maupun hidup di sekitar lingkungan kita tinggal, mungkin  dianggap tidak ada gunanya.
Padahal dari tumbuhan yang hidup tersebut  memiliki banyak manfaat sesuai peranannya masing-masing.
Sebelum  zaman menjadi modern yang belum mengenal teknologi secanggih sekarang. Tumbuh-tumbuhan tersebut  sudah dimanfaatkan  manusia sebagai bahan makanan, obat-obatan dan racun.
Cara memanfaatkan potensi alam untuk kepentingan budidaya, sebenarnya memiliki dampak yang positif.
Karena didalam tumbuhan tertentu terdapat senyawa kimia alami yang berpotensi sebagai peningkat kwalitas air kolam, peningkat kekebalan ikan, dapat  mengobati ikan yang sakit dan berguna untuk mengendalikan hama.

      Kwalitas air adalah suatu keadaan air yang dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi dan keadaan biologisnya.
Jika keadaan air itu berkwalitas baik, maka dapat dilihat dari kondisi adanya kebutuhan biota air yang hidup di dalam air tersebut. Karena biota yang hidup disana akan menjadi pasokan makanan tambahan bagi ikan budidaya itu sendiri.
Tujuan dari artikel ini adalah untuk menekan biaya oprasional budidaya ikan secara organik. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dengan menggunaka tumbuhan lempesan.

       Lempesan atau disebut juga dengan nama Scutellaria discolor, tumbuhan ini dikenal petani sebagai pembersih air alami dan dikenal juga untuk memperbaiki kwalitas air kolam. Lempesan mempunyai kandungan kimia pada daun seperti saponin, flavonoid, polifenol dan minyak asiri. Berikut adalah klasifikasi ilmiah lempesan/Scutellaria discolor.

Klasifikasi ilmiah
Kingdom : Plantae
(tidak termasuk) : Angiospermae
(tidak termasuk) : Eudicots
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Scutellaria
Spesies : S.discolor
Nama binomial
Scutellaria discolor.

       Cara memperbaiki air kolam menggunakan lempesan yaitu dengan cara dimasukannya kedalam air kolam.
Bagian lempesan yang digunakan adalah seluruh bagiannya atau bisa juga dengan daun dan batang.

Bahan-bahan:
1.   Lempesan 6 kg.
2.   Golok dan ember.

Cara membuat dan menggunakannya;
Cincang batang lempesan sampai halus.
Kemudian jemur selama 6 jam dibawah sinar matahari yang cukup.
Setelah guncangan layu, lalu masukan sedalam kolam selama 2 atau 4 hari.
Setelah cicangan terlihat hancur dibagian permukaan dan air kolam akan berubah warna menjadi hijau kehijauan itu berarti fitoplankton sudah tumbuh dan akan menjadi bahan makanan zooplankton, kemudian zooplankton akan dimakan oleh ikan.

      Selain lemesan ada beberapa jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk menurunkan ph air seperti Tetean (Durante repens), Pisang (Musa paradisiaca), Ketapang (Terminalia cattapa), Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Jerami/Padi (Oryza sativa).
Berikut ini adalah cara aplikasinya dengan bahan-bahan tersebut.

    1. Tetean (Durante repens)
Untuk kolam seluas 10 m².
Cara membuat;
A. Bagian yang digunakan : batang dan daun.
B. Cincang batang lempesan sampai halus sebanyak 2 kg. Kemudian masukan kedalam kolam dan biarkan selama selama 5 hari.
C. Cara mengatasi stres pada bibit ikan/ikan produksi yaitu dengan cara sebagai berikut;
2 kg tetean dicincang sampai halus, lalu redam kedalam kolam seluas 240 cm².
Kemudian diamkan selama 2 hari sampai air berubah menjadi kehijau-hijauan.
Setelah itu masukan atau rendam bibit ikan kedalamnya selama 4 jam sebelum ditebar kedalam kolam.

    2. Pisang (Musa paradisiaca)
Untuk kolam seluas 24 m².
Cara membuat;
A. Bagian yang digunakan adalah boggol.
B. Bonggol pisang sebanyak 30 kg dicincang-cincang kasar, tujuannya supaya tidak cepat membusuk.
C. Kemudian rendam kedalam kolam selama 1 hari, setelah itu diangkat dari dalam kolam.

    3. Ketapang (Terminalia cattapa)
A. Bagian yang digunakan adalah daun, batang dan akar.
B.
Cara aplikasinya sebaiknya pada bagian daun harus dijemur terlebih dahulu selama ±6 jam agar layu. Setelah itu daun tersebut dimasukan kedalam kolam selama 2-3 hari tanpa di cincang/potong kecil-kecil, karena mengandung Tanin yang bersifat Astrigen dan mengerutkan kulit.

    4. Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
A. Bagian yang digunakan adalah seluruh tubuh tanaman.
B. Masukan sebanyak sepertiga dari bagian kolam.
C. Sistem ini diketahui dapat menjaga kualitas air secara terus menerus, karena tumbuhan tersebut dapat menyerap polutan atau racun.

    5. Padi (Oryza sativa)
A. Bagian yang digunakan adalah jerami atau seluruh bagian tubuh tanaman.
B. Jemur jeramai sebanyak

Bagian yang digunakan : seluruh batang tanaman
b. Aplikasi
Tumbuhan ini sangat bagus untuk menumbuhkan plankton, cara untuk meningkatkan kualitas air yaitu, jerami diambil sebanyak 5 kg, lalu dijemur selama lima hari sampai kering. Selanjutnya jerami diikat menjadi beberapa bagian dan dimasukan kebeberapa pojok kolam. Usahakan perendaman tidak terlalu lama karena akan menimbulkan bau masam dan dapat dijadikan tempat berlindung ucrit-predator anak ikan.

Catatan;
Jika tingkat keasaman air (ph) yang terlalu tinggi akan berdampak buruk untuk perkembangan dan pertumbuhan ikan, seperti nafsu makan ikan aka berkurang.

Keterangan;
Cara meningkatkan kwalitas air kolam diatas adalah untuk kolam berukuran 10 m². Jika ukuran kolam lebih 10 m², maka tinggal menambahkan ukuran diatas.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara meningkatkan kualitas ph air kolam.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terima kasih.

17 March, 2016

Cara membunuh pohon rambutan

     Rambutan merupakan salah satu  tanaman buah yang banyak dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah.
Cara membunuhnya pun sangat mudah. Jika pohon tersebut menjadi pengganggu dan dapat membahayakan keselamatan orang.

    Pohon rambutan adalah jenis pohon yang mampu hidup puluhan tahun dan bahkan mampu mencapai ratusan tahun lamanya. Jika tidak ditumbuhi benalu.
   Berikut adalah cara mudah membunuh pohon rambutan dengan metode infus atau suntik.

        Alat-alat ;
Tali tambang
Parang, golok, atau mesin pemotong kayu.
Plastik bening ukuran 2 kg
Tali plastik atau karet gelang.
Ember
Gayung.

Bahan-bahan ;
A¹. Garlon atau starlon atau merk sejenisnya 4 - 5 tutupnya

B². Roundup atau merk sejenisnya 100 cc
Ali 5 - 10 gr
Air bersih 1 ember.

Cara membuat ;
Potongi semua cabang-cabang pohonnya sampai gundul.
Kemudian potong akar pohon yang besar 3 - 4 bagian, Kira-kira sebesar 1 jempol kaki orang dewasa.

Masukan garlon kedalam kantong plastik bening tadi dan isikan air sampai setengah kantong.
Lalu masukan potongan akar pohon kedalam kantong plastik.
Kemudian ikat sampai rapat.

Jika mengunakan roundup maka harus di campur dengan bahan ali diatas.

Untuk melihat hasil kematian yang memuaskan, maka dapat di lihat setelah 4 - 6 minggu.

  Semoga bermanfaat dan sukses.
     Sekian dan terimakasih.

10 March, 2016

Cara membunuh pohon jati

     Pohon jati merupakan salah satu pohon budidaya hutan industri selain pohon akasia.
Cara membunuhnya pun sangat mudah. Jika pohon tersebut menjadi pengganggu.

    Pohon jati adalah jenis pohon yang mampu hidup puluhan tahun dan bahkan mampu mencapai ratusan tahun lamanya.
   Berikut adalah cara mudah membunuh pohon jati dengan metode infus atau suntik.

        Alat-alat ;
Tali tambang
Parang, golok, atau mesin pemotong kayu.
Plastik bening ukuran 2 kg
Tali plastik atau karet gelang.
Ember
Gayung.

Bahan-bahan ;
A¹. Garlon atau starlon atau merk sejenisnya 4 - 5 tutupnya

B². Roundup atau merk sejenisnya 100 cc
Ali 5 - 10 gr
Air bersih 1 ember.

Cara membuat ;
Potongi semua cabang-cabang pohonnya sampai gundul.
Kemudian potong akar pohon yang besar 3 - 4 bagian, Kira-kira sebesar 1 jempol kaki orang dewasa.

Masukan garlon kedalam kantong plastik bening tadi dan isikan air sampai setengah kantong.
Lalu masukan potongan akar pohon kedalam kantong plastik.
Kemudian ikat sampai rapat.

Jika mengunakan roundup maka harus di campur dengan bahan ali diatas.

Untuk melihat hasil kematian yang memuaskan, maka dapat di lihat setelah 4 - 6 minggu.

   Semoga bermanfaat dan sukses.
     Sekian dan terimakasih.