21 January, 2015

Cara memperbanyak EM4 / mengawetkannya.

  Dalam ilmu pertanian. Setiap hari semakin berkembang dan semakin inovatif.

Setiap petani memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam bidangnya.

Untuk membuat formasi Em4 dengan cara mengawetkan atau memperbanyak EM4, tidak ada cara-cara khusus untuk membuatnya menjadi lebih tahan lama.

Jika anda petani yang banyak uang, pasti anda tidak akan mau repot untuk membuat dan mengembangkannya.

Mungkin anda hanya membelinya ditoko pertanian langganan anda.
Jadi buat anda yang merasa tidak memiliki modal lebih untuk bertani.
Anda bisa sedikit berhemat untuk mengawetkan atau mengembangkannya.

Fungsi utama dari EM4 adalah antibiotik yang membuat tanaman menjadi lebih baik. Karena tidak sakit.
Cara membuatnya sangatlah mudah dan tidak membuat anda pusing soal pengeluaran yang anda perhitungkan.

Bahan-bahan ;
EM4 1 liter
Air matang 4 liter
Dedak halus ( bekatul ) 250 gram
Gula merah (gula pasir) 150 gram
Terasi (belacan) 100 gram

Cara membuat ;

Rebus gula dengan air secukupnya sampai mencair .. lalu diamkan sampai dingin.
Kemudian campur air matang dengan dedak dan terasi. Aduk sampai terasi larut dalam air.
Masukkan gula yang dingin tadi ke dalamnya.
Aduk-aduk sampai merata.

Kemudian simpan kedalam jerigen yang tertutup rapat hingga 14 hari.

Setelah 14 hari,
Buka tutupnya dan lihat apakah instrumen anda sukses atau tidak..
Ciri ciri Em4 buatan anda berhasil adalah larutan tersebut berbau wangi tape agak asam.
Jika larutan tesebut berbau busuk maka Em4 buatan anda gagal.

Setelah anda melihatnya,
Kemudian tutup kembali, buatlah tutupnya menjadi kendur agar bakteri didalamnya dapat menukar udara.

Perhatian ;
Jika anda ingin membuat dengan skala besar. Maka anda dapat menambah perhitungan diatas..
Bila anda ingin membuat instrumen yang sama seperti diatas.
Maka jangan mengurangi ukuran yang diatas.
Jika petani di suatu negeri itu maju.
Maka negeri itu akan makmur dan terhindar dari kelaparan.

Baca informasi lain;
Mengenal EM-4

  Demikian lah sedikit informasi mengenai cara memperbanyak EM4.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

27 November, 2014

Zat pengatur tumbuh ( ZPT )


       ZPT adalah singkatan dari zat pengatur tumbuh.

Zat pengatur tumbuh terdiri dari
senyawa senyawa organik sintetik.
Namun mempuyai efek yang sama dengan fitohormon.
Fitohormon adalah hormon tumbuhan senyawa organik  dalam jumlah besar dari bagian tertentu pada tanaman.
Pada umumnya dapat merespon secara fisiologis, morfologis dan bio kimia..

Fitohormon bagian proses regulasi genetik yang berfungsi sebagai prekursor.
Pengaruh lingkungan dapat memicu konsentrasi hormon bila telah mencapai batas tertentu.
itu disebabkan oleh jumlah gen yang semula tidak aktif akan bereaksi.
Tumbuh yang berevolusi adalah bagian proses adaptasi dalam pertahanan diri dari kelangsungan hidup dalam individunya sendiri..

Fitohormon terdiri dari auksin,sitokinin, giberelin, dll.

Fungsi AUKSIN

1. Perkecambahan biji. Auksin akan
mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji.
Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.

2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.

3. Pembungaan dan pembuahan.
Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.

4. Mendorong Partenokarpi.
Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan
buah tanpa biji.

5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.

6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.

Bahan larutan AUKSIN
Bahan-bahan :
Bekicot / Keong mas 1 kg.
Gula / tetes tebu 1 kg.
EM4 100 ml.
Air bersih 5 liter.

Cara membuat :
Rebus bekicot dalam air sampai mendidih. lalu ambil dagingnya saja.
Setelah itu masukan dalam wadah yang berisi EM4, air, gula yang sudah larut dan sambil diaduk sampai merata..
Kemudian simpan dalam jerigen yang ditutup rapat sampai 2 minggu.
Pada saat penyimpanan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung..

Fungsi SITOKININ

1. Pembelahan sel dan pembesaran sel.
Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu percepatan pertumbuhan pada tanaman.

2. Pematahan Dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau
berkecambah) pada biji-bijian tanaman.

3. Pembentukkan tunas-tunas baru juga dapat di rangsang dengan penggunaan Sitokinin.

4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan, sehingga lebih awet.

5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.

6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat.

Bahan larutan SITOKININ
Bahan-bahan :
Bonggol pisang 1 kg.
Gula 1 kg.
EM4 100 ml.
Air bersih 5 liter.

Cara membuat :
Giling / cacah / blender bonggol pisang sampai halus.
Kemudian campurkan semua bahan tersebut menjadi satu.
Lalu aduk-aduk sampai tercampur rata.
Setelah itu masukan kedalam  jerigen / wadah apa saja yang tertutup rapat.
Diamkan selama 2 minggu. supaya fermentasi sempurna dan jauhkan dari sinar matahari secara langsung.

Fungsi GIBERELIN

1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman. sehingga tanaman dapat
tumbuh secara normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel.

2. Meningkatkan pembungaan.

3. Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti
amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan
protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm,
kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji
berkecambah.

4. Berperan pada pemanjangan sel.

5. Berperan pada proses partenokarpi.
Dalam beberapa kasus pembentukan buah dapat
terjadi tanpa adanya fertilisasi atau
pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.

Bahan GIBERELIN
Bahan-bahan :
Rebung bambu 1 kg.
Air Gula / tetes tebu 1 kg.
EM4 100 ml.
Air bersih 5 liter.

Cara membuat :
Giling / cacah / blender Rebung yang sudah dibersihkan sampai benar-benar halus.
Kemudian campur semua bahan menjadi satu. lalu aduk-aduk sampai rata..
Setelah itu simpan dalam wadah / jerigen yang ditutup rapat.
Diamkan selama 2 minggu sampai fermentasi menjadi sempurna.

30 September, 2014

keterangan tanaman dari artikel sebelumnya

Keterangan jenis tanaman sebelumnya

Selamat datang di galeri foto.
Dibawah ini adalah beberapa contoh foto yang mungkin dapat membantu anda.
Galeri foto ini berhubungan dengan satu persatu artikel terbitan sebelumnya.
Galeri foto ini akan selalu diperbaharui terus menerus.
Maka dari itu ini adalah rangkuman seluruh artikel terbitan.








Titonia



Daun serai






kunyit









Jahe




Lengkuas atau laos




Dadap serep





Bunga taik ayam / taik kotok (Tagetes erecta L.)






Daun Sembukan/kentut.







27 September, 2014

Cara membuat pupuk kocor (UREA, SP-36, KCL dan NPK )

     Pupuk kocor merupakan  strategi jitu untuk menghemat biaya betani dan mendapatkan hasil maksimal dalam bercocok tanam.
Pupuk kocor dapat diaplikasikan pada tanaman palawija, sayur-mayur dan holtikultura.
Namun dosis yang digunakan berbeda-beda, tergantung dari tingkat kebutuhan unsur hara pada tanaman.
    
     Cara pembuatan pupuk kocor di bagi menjadi dua yaitu secara kimiawi dan alamiah ( organik ).

Secara kimia ;
    Pupuk kocor dari bahan kimia dapat dibuat dengan pupuk berkadar N (urea), P (sp-36) dan K (kcl).
Namun agar hasil pupuk kocor berkualitas baik. Maka harus menghitung  jumlah kandungannya terlebih dahulu.
Supaya pupuk kocor tersebut cepat direspon oleh tanaman.
Berikut adalah contoh bahan utama dan cara pembuatnya.

    Bahan-bahan ;
Pupuk urea = 1 kg.
EM4 = 50 cc  (50 ml).
Air = 5 liter.

Cara membuat ;
- Masukkan pupuk urea kedalam jerigen yang berisi air, lalu aduk-aduk hingga mencair.
- Kemudian masukkan EM4 kedalamnya dan aduk-aduk lagi hingga merata.
- Setelah itu tutup jerigen hingga rapat dan simpan ditempat yang teduh minimal 3 hari sebelum digunakan.
- Dosis 70 - 100 cc untuk 15 liter air dan pengocoran dilakukan pada waktu sore hari dengan jarak 2 - 6 cm dari batang pohon untuk tanaman sayur-mayur dan palawija.

Keterangan ;
- Untuk pembuatan pupuk berkadar P (sp36), K (kcl) dan NPK (mutiara) lakukan seperti cara diatas.

Secara alami ( ORGANIK) ;
     Membuat pupuk kocor dari bahan-bahan alami adalah jalan alternatif menekan biaya pembelian bahan baku pupuk kimia. Karena ketersediaan  bahan baku masih banyak tersedia dari alam.
Berikut adalah contoh bahan utama pembuatan pupuk kocor secara alamiah.

Bahan-bahan ;
•  Tepung daun petai lamtoro 1 kg.
•  Tepung biji kacang panjang 1 kg.
Urin sapi  / kambing 1 liter.
Dedak halus 3 ons.
Gula merah / pasir  2 ons  / 10
   sendok makan.
Terasi ( belacan ) 10 gram.
EM4.

   Cara membuat ;
1. Jika menggunakan gula merah, rebus dengan air terlebih dahulu sampai mencair.
2. Giling / tumbuk terasi sampai halus.
3. Masukan semua bahan kedalam jerigen ( ukuran 20 liter ) menjadi satu kecuali em4.
4. Kemudian masukkan air bersih kedalam jerigen dan aduk-aduk sampai rata.
5 . Setelah rata, lalu tambahkan em4 dan aduk kembali hingga merata.
6. Setelah semua selesai. Tutup jerigen sampai rapat dan simpan selama 14 hari. Setiap 3 sampai hari sekali, buka tutup jerigen dan kemudian tutup lagi.

Cara penggunaan ;
Larutkan pupuk dengan air bersih didalam ember.
Untuk dosis 1 - 2 gelas.
Lakukan pemupukan 3 - 6 atau 14 hari sekali untuk tanaman palawija.
Jika tanaman holtikultura  seperti kelapa sawit, lakukan pemupukan 1 - 2 minggu sekali.

   Semoga bermanfaat dan sukses.
        Sekian dan terimakasih.

19 September, 2014

Cara membuat pungisida (Antraknosa)

Pungisida adalah pembasmi jamur pada tanaman.
Maka dari itulah petani dapat menyelamatkan tanamannya dari jamur.
Jamur yang sangat merugikan para petani adalah jenis jamur Antraknosa.
Pada umumnya jamur antraknosa menyerang batang, daun dan buah.
Biasanya batang dan buah menjadi busuk.
Jenis jamur ini dapat di basmi dan di cegah penyebarannya.
Oleh sebab itu di bawah ini ada beberapa cara sistem pengendalian dengan Organik.

Untuk Cabai, ketimun, tomat, kentang dan kacang-kacangan
Bahan-bahan :
• Bawang putih 130 gram
• Temu ireng  100 gram
• Temu lawak 100 gram
• Umbi gadung 100 gram
• Kencur 100 gram
• Kunyit putih 100 gram
• Air bersih 5 liter

Cara membuat :
Semua bahan di giling sampai halus.
Lalu tambahkan air bersih 5 liter.
Simpan dalam jerigen yang tertutup rapat selama seminggu.

Cara penggunaan:
Gunakan 1 liter untuk disemprotkan
Lakukan  penyemprotan pagi atau sore hari  2 kali dalam seminggu.

Keunggulan : 
Selain untuk mencegah pungi(jamur).
Pungisida ini dapat digunakan sebagai pupuk dengan cara di siramkan(kocor) 2 cm dari pangkal batang pohon.

Cara kedua
Bahan-bahan :
• Jahe  gram
• lengkuas  3 gram
• Kunyit 300 gram
• Air secukupnya

Cara membuat :
Semua bahan di giling sampai halus.
Lalu saring/peras dan ambil airnya.

Cara penggunaan :
Gunakan 2 - 3 sendok makan untuk 14 liter air bersih.
Lakukan penyemprotan pagi atau sore selama 2 kali dalam seminggu.

Keunggulan :
Jamur akan berkurang lebih cepat jika di gunakan secara rutin.
Tanaman akan terhindar dari jamur jika di gunakan secara rutin,
Karena dapat dijadikan sebagai sistem pencegahan tumbuhnya jamur.

Cara mengatasi pungi Fusarium
oxysporum penyebab penyakit busuk batang.
Pada umumnya jamur ini banyak menyerang  tanaman vanili.
Berikut ini adalah informasi ulasannya.

Bahan-bahan:
• Daun  cengkeh  100 gram

Cara membuat :
Giling cengkeh sampai halus dan lembut.

Cara penggunaan :
Tanam di sekitar akar tanaman.
Taburkan pada bawah batang pohon 2 - 3 cm dari batang pohon.
Dosis :
Gunakan 50 gram untuk satu pohon vanili.

Untuk mengatasi busuk batang dan layu pada tanaman tomat.
Bahan-bahan :
• Kunyit 1½ kg
• Blengge 1½ kg
•  Pucuk daun bambu muda 2 kg
• Air bersih 10 liter

Cara pembuatan :
Gilinglah kunyit,  blengge dan pucuk daun bambu secara terpisah. 

Rendam gilingan kunyit dan blengge dalam air secara terpisah dan masing-masing 2 liter air.
Rendam gilingan pucuk bambu dalam air 10 liter.
Semua rendaman di tutup rapat,
Lalu biarkan selama 2 minggu.
Setelah 2 minggu campur semua bahan menjadi satu.
Aduk sampai merata.

Cara penggunaan :
Tambahkan pada 20 liter air bersih.
Lalu siramkan pada pohon sampai keakar.

Catatan :
Untuk pohon tomat siramkan saja pada batang yang terinfeksi.

18 September, 2014

Cara Menanam kelapa sawit dan perawatannya

     Kelapa sawit atau disebut palm oil adalah tumbuhan yang banyak di budidayakan di afrika dan asia.
Negara terbesar yang membudidayakan tanaman ini adalah                      Negara Malaysia dan Negara Republik Indonesia.

   Tumbuhan ini berasal dari benua afrika. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan di Negara Nigeria.
Kelapa sawit menghasilkan minyak dan dapat di olah menjadi minyak goreng, sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan  :Plantae
Divisi  :Magnoliophyta
Kelas  :Liliopsida
Ordo. :Arecales
Famili. :Arecaceae
Genus Spesies:
• Elaeis guineensis
• Elaeis oleifera

    Negara penyumbang minyak crude palm oil (CPO) terbesar di dunia adalah Indonesia.
Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan.
Maka dari itu tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.
Halaman ini imi akan mengulas sedikit tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman ini.
Kelapa sawit dapat di tanam di lahan kering dan basah.
Untuk lahan kering terbagi menjadi dua bagian yaitu lahan perbukitan dan pamah.

Lahan perbukitan:
Di lahan perbukitan tanaman ini dapat tumbuh dengan subur.
Namun itu tidak berlangsung lama jika tidak di imbangi dengan pemupukan yang rutin.
Karena lahan perbukitan lebih mudah kering, sebab tanaman ini membutuhkan air 8 - 15 liter per hari untuk usia produktif.
Selain itu tanah mudah kehilangan unsur hara.

Lahan pamah:
Di lahan pamah atau sering disebut tanah datar kelapa sawit dapat tumbuh dengan subur dan baik.
Karena di lahan pamah kelapa sawit dapat cukup air dan mineral seimbang.
Keunggulan yang lain penyerapan unsur hara pada tanaman pun dapat terkonsentrasi secara penuh.

Untuk lahan basah atau lahan gambut pada umumnya kurang baik.
Sebab kelemahan pada lahan ini adalah asupan air yang terlalu berlebih.
Disamping itu, Zat asam pada lahan basah yang sangat tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit itu sendiri.
Kelemahan:
• Daun akan cepat kering dan menguning .
• Pohon akan condong/rubuh pada usia produktif.
• Cara pemanenan lebih sulit, karena konstruksi tanah lembab dan tidak bersahabat.
Oleh sebab itu para pengembang yang menggeluti bisnis ini memperlakukannya secara khusus dan baik.

Jarak tanam kelapa sawit paling umum digunakan adalah jarak tanam kedepan 8 meter kesamping 9 meter mata lima atau empat (8x9x5/8x9x4).
Jadi cara ini adalah dasar dari formasi yang baik untuk jarak tanam.

Perawatan kelapa sawit tidak sulit.
Justru lebih mudah dari pada bertanam karet ataupun padi.

Cara perawatan:
• Piringan harus bersih dari gulma 1½ - 2 meter dari pangkal batang pohon.
• Pemupukan secara rutin 1 tahun 2 kali atau 3 kali dalam setahun.
• Buatlah kanal bila lahan gambut.
• Buatlah jalan pengangkut untuk hasil produksi.
• limbah pelepah harus rapi pada tiap sela barisan.

Waktu pemberian pupuk yang baik dilaksanakan pada awal musim penghujan (September- Oktober) untuk pemupukan pertama dan pada akhir musim penghujan (Maret-April) untuk pemupukan yang kedua.

Cara pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode tebar dan benam.

Sistem jarak tebar :
• Usia 3 bulan - 1½ tahun 20 - 30 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 2 - 5 tahun 3½ - 50 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 5½ - 8 tahun 60 - 100 centimeter.
• Usia 8½ - 12 tahun  120 - 150 centimeter dari pangkal batang pohon.
• Usia 12 sampai dewasa 150 - 240 centimeter dari pangkal batang pohon.

Sistem jarak benam :
Lubang di buat 4-6 titik di sekeliling pohon.
Setelah di masukkan pupuk,
tutuplah kembali lubang agar pupuk tidak tidak begitu menguap dan cepat meresap.
Pemupukan dengan sistem benam sangatlah baik untuk lahan yang berbukit dan cenderung datar.
Jika di peruntukan untuk lahan berpasir dan gambut maka kurang efektif.
Karena lahan berpasir kondisi lubang mudah padat dan jika lahan gambut dalam, Maka pupuk akan mudah tenggelam.

Waktu pemberian pupuk yang baik dilaksanakan pada awal musim penghujan (September Oktober)untuk pemupukan pertama dan pada akhir musim hujan (Maret-April) untuk pemupukan yang
kedua.

Dosis :
Umur 3 - 8 tahun
Urea :  500gr / pohon / semester
Sp-36 :  750 gr / pohon / semester
KCL(mop) :  750 gr / pohon / semester
Kiesrite : 300 gr / pohon /semester

Umur 9 - 13 tahun
Urea : 100 gr / pohon / semester
Sp-36 : 114 gr / pohon/semester
KCL(mop) : 114 gr / pohon / semester
Kiesrite : 440 gr / pohon /semester

Umur 14 - 20 tahun
Urea : 125 gr / pohon / semester
Sp-36 : 100 gr / pohon /semester
KCL(mop) : 100 gr / pohon / semester
Kieserite : 390 gr / pohon /semester

Umur 21 - 25 tahun
Urea : 100 gr /pohon/semester
Sp-36 : 700 gr /pohon /semester
KCL(mop) : 700 gr /pohon /semester
Kieserite : 230 gr/ pohon/ semester

Tambahkan NPK 500 gram pertahun dari takaran susunan dosis di atas,
Untuk tanaman belum menghasilkan Umur 2 bulan - 3 tahun gunakan 100-250 gram  dari takaran dosis di atas dan pemupukan 3 kali / tahun serta ditambah 1 pemupukan tunggal.

Jika dosis pemupukan  Menggunakan NPK 17-17-17-10 atau 15-15-15-10 maka berikan 2 - 2 ½ kg per semester untuk tanaman menghasilkan.

    Demikianlah informasi mengenai cara tanam dan perawatan kelapa sawit.
Semoga dapat membantu pengetahuan anda yang berminat membudidayakan kelapa sawit (palm oil).
Jika ada penulisan saya yang salah  atau membingungkan anda.
Tinggalkan saja komentar anda pasti akan saya perbaiki dan
Saya mohon maaf lahir dan batin.

   Semoga sukses bagi petani kelapa sawit Indonesia dan dunia.
Sekian dan terimakasih
Baca informasi lebih;
Cara meremajakan kelapa sawit dengan sistem tumpang sari.
Cara mengatasi hama landak.
Cara mengatasi hama babi.

16 September, 2014

Cara mengobati penyakit unggas

Tumbuhan yang tumbuh dibumi bukanlah tumbuhan yang tak bermanfaat.
Mungkin sebagian dari anda pernah berfikir seperti itu.
Tumbuhan yang ini dapat digunakan untuk mengobati dan menangkal penyakit bagi hewan peliharaan anda.
Berikut adalah tata cara membuat dan menggunakannya.
Namun hanya direkomendasikan untuk hewan sejenis  ungas seperti
• Ayam buras/potong/petelur
• Angsa
• Itik
• Mentok.

Inilah ulasannya untuk membuatnya.
Bahan-bahan :
• Daun sirih  2 ons
• Kunyit 2 ons
• Temulawak 2 ons
• Brotowali 2 ons
• SOC   ½ cc
• Bio Power  10 tetes
•  Gula pasir 1 sendok teh
• Air bersih  5 liter

Cara membuat:
- Daun sirih, temulawak, brotowali dan kunyit direbus sampai mendidih.
Lalu angkat dan diamkan sampai benar-benar dingin.
- Masukan SOC, BIO power dan gula dalam gelas,.
Kemudian aduk sampai tercampur rata.
Lalu diamkan selama l 15 menit.
_ Campurkan air rebusan tadi dengan larutan Soc dalam tadi menjadi satu.
Lalu aduk-aduk hingga merata.
Maka ramuan sudah siap digunakan.

Cara penggunaan :
• Campuran pada air minum ternak  untuk 500 ekor per 3 hari sekali.
Dalam mengatasi dan mencegah penyakit berikut.

- Berak darah (Coccidiosis)
Dosis :
Gunakan ramuan untuk air minum tanpa air tawar + COCY atau ANTI COCY selama 1 minggu.

- Pilek (snot/Coriza)
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan  3-5 cc untuk 1 kali 1 hari selama 6 hari.

- Ngorok  (Chronis respiritory disease)
Ciri-ciri:
Batuk-batuk seperti tercekik.
Sangat mudah dikenali saat malam hari.
Kategori : Menular.
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan 3-5 cc untuk 1 kali 1 hari selama 1 minggu.

- Berak hijau (kolera)
Ciri-ciri :
Tidak nafsu makan, ujung jengger kebiruan, kotoran berwarna coklat berlanjut hijau.
Kategori : Berbahaya dan menimbulkan kematian.
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan 3-5 cc untuk 1 hari 1 kali selama 1 minggu.

- Cacing ascaris
Ciri-ciri :
Muka pucat, kotoran mencret encer, bulu kering berdiri.
Kategori : tidak menular dan menimbulkan kematian.
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan 3-5 cc untuk 1 kali 1 hari selama 1 hari.

- Cacar (diptheri)
Ciri-ciri terbagi 2 :
Ciri luar :
Luka pada hewan tidak ditumbuhi bulu, bintik hitam menjadi kuning menjadi hitam membesar dan terkelupas kulitnya.
Ciri dalam :
selaput lendir mulut rongga mulut dan mulut berwarna kuning.
Kategori : Berbahaya dan tidak menular.
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan 3-5 cc untuk 1 kali sehari selama seminggu.
Cara pengobatan luar :
Oleskan pada bagian yang terserang.
Cara pengobatan dalam :
Minumkan.

- Teteleo ( NCD )
Ciri-ciri :
Lemas seperti kedinginan, tak nafsu makan, pileren.
Kategori : Menular dan mematikan.
Penyakit ini belum ada obatnya, Namun hanya bisa dicegah dengan Vaksin.
Dosis :
Kocok-kocok dahulu sebelum digunakan.
Gunakan 4-6 cc untuk 1 hari 1 kali selama seminggu.
Catatan :
Bila bisa sembuh dari penyakit ini. biasanya kepala berputar-putar.

     Semoga bermanfaat dan sukses.
        Sekian dan terimakasih.