19 July, 2016

Cara membuat Asam Amino

     Asam amino merupakan senyawa organik yang memiliki kelompok fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).
Dalam Ilmu biokima pengertiannya diberikan kepada keduanya yang terikat pada atom karbon (C) yang sama atau disebut juga dengan atom C "alfa" atau α.
Kelompok karboksil memberikan sifat asam dan kelompok amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik yaitu cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari, karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme hidup yang berguna sebagai penyusun protein.

    

Struktur asam amino secara umum merupakan satu atom C yang mengikat empat kelompok (gugus) diantaranya adalah gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H) dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan antara satu asam amino dengan jenis asam amino lainnya.
Pusat Atom C  dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena itu gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.
Asam amino seringkali diklasifikasikan berdasarkan sifat kimianya dan rantai samping tersebut terbagi menjadi empat kelompok. Rantai samping tersebut dapat membuat asam amino menjadi bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik bila polar, dan hidrofobik bila nonpolar.

    Manfaat asam amino bagi tanaman sangat beragam diantaranya adalah sebagai berikut;
1. Meningkatkan sistem imunitas akibat stress pasca serangan hama, suhu ekstrim, pemindahan/pengiriman bibit.
2. Membantu meningkatkan jumlah klorofil dan membantu proses photosinthesis.
3. Menguatkan daun muda dan membantu dalam proses pembukaan stomata (mulut daun).
4. Menjadi sumber utama untuk mengikat unsur mikro.
5. Mempercepat pertumbuhan hormon.
6. Membantu polinasi dan fruit set dalam peningkatan kualitas buah mulai isi, aroma, dan ketahanan.
7. Membantu mikroba tanah untuk mengubah unsur-unsur mentah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman.
8. Meningkatkan produktifitas tanaman dan menjaga kualitas tanah dengan baik.

     Berikut ini adalah cara membuat asam amino untuk tanaman dan ikan.
Blender bahan yang mengandung protein seperti ikan, bekicot, cacing dan kedele dengan pebandingan air 1:1.
Panaskan dengan suhu 60°Celcius selama 1 menit.
Dinginkan dan atur pH mencapai 5.
Tambahkan larutan enzim papain/pengempuk daging ( papain 0,5%/getah pepaya 10%).
Blender sampai halus dan rata.
Simpan dalam wadah tertutup, buka-tutup wadah setiap hari untuk menghilangkan gas.
Seminggu kemudian sudah bisa digunakan.
 
DOSIS DAN CARA APLIKASI ASAM AMINO UNTUK TANAMAN.
Cara pertama;
Konsentrasi; 4 ml/liter untuk kocor atau siram, 2 ml/liter untuk semprot.
Frekuensi aplikasi 1-2 minggu sekali.
Dapat disiramkan ke pupuk kandang untuk meningkatkan mikroorganisme.

Cara kedua;
1. Aplikasi untuk tanaman muda dibawah usia 1 tahun: 4 cc asam amino buatan dilarutkan dengan 5 liter air. Setiap penambahan usia tanaman per 1 tahun, tambahkan 4 cc asam amnino; kemudian di corkan ke seluruh area akar tanaman.
2. Aplikasi semprot 4 cc untuk setiap 1 liter air.
3. Aplikasi setiap 2 minggu 1 x atau sesuai kebutuhan (saat pemindahan bibit, pasca serangan hama).
4. Asam Amino buatan bisa diaplikasikan pada saat menanam bibit di polibag atau pot. Dicampur air dan disiramkan pada media tanam, 4 cc untuk polibag sebesar 30 cm.
5. Asam amino buatan ini juga bisa berfungsi sebagai decomposer pada proses pembuatan pupuk organik.

CARA APLIKASI ASAM AMANO PADA IKAN BUDIDAYA.
Larutkan 4 cc asam amino buatan menggunakan air sebanyak 50 cc. Kemudian campurkan kedalam pakan sebanyak 1 kg, lalu aduk sampai merata (homogen) dan setelah itu diangin-anginkan selama 10 menit dan jauhkan dari paparan sinar matahari secara langsung.

Catatan;
Untuk pengaturan pH menggunakan Asam Sitrat dan Asam Posphat (rekomendasi untuk tanaman holtikultura). Perkiraan dosis Asam Sitrat sekitar 2 gram per liter.
Pengaturan pH bertujuan untuk mengurangi aroma yang tidak sedap saja, jadi bila digunakan sendiri atau bukan untuk skala industri, maka pH tidak perlu diatur.
Fungsi Asam Amino sebagai agen pengkhelat (chelating agent) - unsur mikro akan diikat sehingga mudah diserap dan digunakan kembali oleh tanaman.
Papain dan getah pepaya dapat digantikan oleh produk pengempuk daging yang beredar dipasaran (merek PAYA) atau buah nanas. Fungsinye memecah protein menjadi Asam Amino.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara membuat asam amino dan cara aplikasinya.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terima kasih.

17 July, 2016

Cara meremajakan kelapa sawit dengan sistem tumpang sari

    Kelapa sawit telah dikenal luas oleh petani sebagai salah satu tanaman penghasil minyak goreng.
Namun kelapa sawit tidak semata-mata diolah menjadi minyak goreng saja.
Selebihnya kelapa dapat diolah menjadi sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi.

    Dewasa ini budidaya kelapa sawit terus berkembang pesat secara luas di Negara Republik Indonesia.
Karena setiap jengkal tanah dari Negaranya hampir semua dapat ditamami kelapa sawit.
Namun kelapa sawit tua sudah banyak ditemui di perkebunan pemerintah, swasta dan perkebunan rakyat.
Meremajakan kembali kelapa sawit tua sangatlah penting.
Karena dapat mencegah terjadinya pembalakan liar.
Akibatnya akan terjadi pemanasan global, hilangnya sumber-sumber air dan iklim tidak menentu.

    Dengan segala kekurangannya dan keterbatasan ilmu, halaman ini akan mengungkap sedikit tentang cara mereboisasi tentang kelapa sawit.
Pada umumnya kelapa sawit di remajakan pada usia antara 25 hingga 30 tahun.
Semua ini terlihat dari peremajaan berkala pada perkebunan kelapa sawit milik pemerintah dan swasta.
Namun hal ini tidak terlihat pada perkebunan milik rakyat.
Akibatnya masa peroduktif kelapa sawit dari kalangan petani akan sedikit tertinggal kebelakang.
Maka dari itu sahabat petani yang bergerak dibisnis ini harus mengimbangi perkebunan-perkebunan milik pemerintah maupun swasta dalam meremajakan kelapa sawitnya.

    Tujuan dari halaman ini adalah untuk menghindari para petani kelapa sawit kehilangan pengahasilan pokoknya.
Dengan cara meremajakan kelapa sawit dengan sistem tumpang sari para petani bisa sedikit terbantu.
Karena hanya dengan cara ini petani bisa mengurangi masa tunggu berbuah dan panen kelapa sawit yang terbilang cukup lama.
Keuntungannya sebelum  pohon muda siap dipanen, maka pohon kelapa sawit tua masih dapat dipanen hasilnya.
Berikut adalah tahap yang harus dilakukan bagi petani yang mengikuti dari catatan blog bertani.

       Tahap 1.
  Persiapkan bibit berkualitas baik dari jenis  bibit yang ingin ditanam.
Karena dari hasil bibit yang baik akan menghasilkan buah dan hasil panen yang melimpah.
Setelah bibit berusia 8 bulan hingga 2 tahun, maka bibit siap untuk ditanam.

       Tahap 2.
  Bersihkan titik tanam dari gangguan gulma dan pastikan pohon tua bersih dari pelepah yang seharusnya dibuang.
Karena nantinya akan menghalangi sinar matahari yang jatuh secara langsung pada tanaman muda.
Buat lubang ukuran 50 sampai 60 cm pada titik tanam kelapa sawit dan beri pupuk dolomite serta NPK sebelum 7 hari ditanami.

       Tahap 3.
  Rawatlah tanaman muda dengan baik seperti sering dibersihkan dari gulma, pelepah dan diberi pupuk dengan rutin.

      Tahap 4.
  Setelah tanaman muda mulai dipanen 6 hingga 8 kali panen , maka tanaman kelapa tua sudah dapat dibunuh.

     Tahap 5.
  Sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit, meremajakan perkebunannya menggunakan bahan kimia Natrium arsenit ( Na3AsO3 ).
Bahan kimia ini tidak dijual bebas di pasaran, Hanya bisa di dapatkan di toko kimia.
    
  Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
Buat lubang dengan Bor kedalam batang pohon hingga mengenai ke inti batang pohon dan buat miring kearah bawah.
Tujuannya agar mudah untuk mengisinya.
Setelah lubang selesai dibuat, isilah lubang tersebut dengan Natrium arsenit.
Kemudian tutup lubang dengan bekas serpihan bekas lubang mata bor sampai rapat.
Jika serpihan kurang untuk menutupi lubang. Dapat diganti dengan tanah.
Bila menggunakan tanah usahakan tanah tersebut tidak mudah hilang digerus air hujan.
Untuk dosisnya 20 cc per pohon

       Catatan;
  Natrium arsenit mengandung racun yang sangat tinggi dan berbahaya.
Jika pohon yang sudah beri arsenit.
Maka jangan pernah memanen buah sawitnya.
Karena dalam buah sawit tersebut sudah mengandung racun yang dapat membahayakan manusia.

    Demikianlah sedikit ulasan singkat mengenai cara meremajakan kelapa dengan sistem tumpang sari.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

13 July, 2016

Cara menanam kelapa sawit di lahan berbukit

     Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan dipulau-pulau besar dan sebagian wilayah pulau-pulau kecil di Negara Republik Indonesia.

    Tumbuhan ini berasal dari benua afrika dan pertama kali ditemukan di Negara Nigeria.
Kelapa sawit menghasilkan minyak dan dapat di olah menjadi minyak goreng, sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi.
    Berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.
Kelasifikasi ilmiah ;
Kerajaan:
•Plantae
Divisi :
• Magnoliophyta
Kelas:
• Liliopsida
Ordo:
• Arecales
Famili:
• Arecaceae
Genus Spesies:
• Elaeis guineensis
• Elaeis oleifera

     Negara penyumbang minyak crude palm oil (CPO) terbesar di dunia adalah Indonesia.
Karena Sebagian wilayah Negara Indonesia memiliki iklim dan kontur tanah yang hampir sama dengan habitat asalnya.
Maka tidak heran bila perkebunannya sangat mudah dijumpai dinegara ini serta dikelola oleh perkebunan pemerintah, swasta dan rakyat.

     Cara menanam kelapa sawit di tanah berbukit serta perawatannya sangatlah mudah dilakukan dan berikut adalah tata cara singkat melakukannya.

    Persiapan bibit dan lahan;
1. Pilih bibit yang berkualitas tinggi. Karena bibit mempengaruhi perkembangan dan hasil panen TBS ( buah tandan segar ) yang stabil serta melimpah.
Oleh sebab itu jika bibit yang ditanam itu berkualitas baik, maka kedepannya tidak membuat petani kecawa dan cepat mendongkrak prekonomian keluarga.
Contoh pemilihan bibit yang berkualitas dapat dilakukan sebagai berikut.
1 = Bibit bebas penyakit seperti virus gemini dan jamur ganoderma sp.
2 = Bibit tidak kerdil dan memiliki pertumbuhan yang cukup baik.
3 = Bibit harus disesuaikan oleh jenisnya seperti kecambah hasil persilangan.
4 = Umur bibit siap tanam sebaiknya usia 8 bulan hingga 2 tahun

2. Persiapan lahan sebagai media tanam haruslah dipersiapkan secara rinci dan seksama.
Karena persiapan buruk baiknya lahan  dapat mempengaruhi pengerjaan dan kembang tumbuh bibit yang akan ditanam. Contohnya adalah membersihkan lahan dari gangguan gulma atau kayu yang berserakan.

3.  Persiapkan tali dan kayu  pancang untuk membuat jalur gawangan  yang digunakan sebagai titik tanam ( tempat bibit ditanam ).
Ukuran standar yang digunakan 8x9x5 atau 9x8x4 meter.
Namun jarak tanam yang paling baik untuk lahan berbukit harus disesuaikan dengan lokasi kemiringan lahan.
Karena jika menggunakan ukuran standar diatas, maka ukurannya pun akan berkurang dan hasil tanaman kelapa sawitnya  akan menjadi rapat.
Pengaruh akibat tanaman rapat adalah dapat mempengaruhi hasil produksi pertumbuhan kelapa sawit tersebut. Karena biasanya kelapa sawit akan cepat tinggi dan pelepah daun akan menjulang tinggi menghadap ke langit. Maka hasilnya buah akan terjepit dan dapat mempengaruhi pertumbuhan buah.

4. Buatlah tapak kuda pada piringan kayu pancang. Dengan ukuran 1,5 hingga 2 meter. Tujuannya agar pohon tidak mudah miring dan rubuh bila ditiup oleh angin serta dapat menampung pupuk dan air lebih lama.

5. Buat lubang dan beri pupuk mengandung unsur hara magnesium, kalium  dan clor seminggu sebelum bibit ditanam.

6. Penanaman bibit dilakukan pada waktu musim penghujan seperti pertengahan bulan september hingga akhir bulan januari.
Sebab penanaman dibulan-bulan ini dapat mengurangi risiko kematian pada bibit, karena kondisi cuaca saat sudah sulit untuk diprediksi.

7. Setelah bibit ditanam, persiapkan pagar setiap pohon agar terhindar dari hama babi, tikus dan landak.

    Perawatan;
1. Pemupukan dilakukan setelah umur tanaman mencapai usia 4 sampai 8 bulan setelah tanam.

2. Jika umur tanaman telah mencapai 1 tahun.
Maka pemupukan rutin dilakukan 4 kali dalam setahun atau paling sedikit 2 kali dalam setahun hingga umur tanaman berusia 3 tahun. Setelah itu pemupukan dilakukan 2 dalam setahun.

3. Pembersihan gulma harus rutin dilakukan dan usahakan hindari pembasmian gulma menggunakan herbisida.

4. Buatlah lubang penampung air  di gawangan mati dengan lebar 1x2 meter persegi. Dengan jarak 4x4 pohon gunanya untuk menghindari terjadinya kekurangan kadar air disaat musim kemarau.

5. Buatlah jalan produksi.

6. Kurangi atau potong pelepah penyangga buah maksimal 2 pelepah daun dari tandan buah segar.

7. Rapikan pelepah daun yang berserakan di gawangan mati agar durinya tidak mengenai kaki atau bagian tubuh lainnya.

   Demikianlah sedikit informasi mengenai tata cara berkebun kelapa dilahan berbukit.
Semoga bermanfaat dan semoga sukses. 
Sekian dan terimakasih.

29 June, 2016

Cara menanam kelapa sawit dilahan gambut

    Menanam kelapa sawit dilahan gambut pada umumnya kurang baik.
Sebab kelemahan pada lahan ini adalah asupan air yang terlalu berlebih.
Karena zat asam pada lahan gambut yang sangat tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit itu sendiri.

Keunggulan;
• Pohon tidak akan pernah tinggi, karena sering rubuh/condong.
• Dapat mengatur kemiringan pohon sesuai keinginan petani menggunakan alat berat.
• Takaran pemupukan menggunakan unsur makro NPK akan berkurang, karena kontruksi tanah terdiri dari sumber flora  dan fauna hayati.
• Pemupukan dilahan gambut dianjurkan sesering mungkin menggunakan unsur hara magnesium, karena kondisi lahan memiliki pH tanah yang rendah.
• Pemberian mikroba Lactobacillus sp, akan menjadi penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organik dan keunggulannya dapat mengurangi pemberian pupuk berunsur N P dan K.

Kelemahan:
• Daun akan cepat kering dan menguning, jika tidak terawat dengan baik.
• Pohon akan condong/rubuh pada usia produktif, jika tidak diatur.
• Cara pemanenan lebih sulit, karena konstruksi tanah berair, berlumpur, lembab dan tidak bersahabat.
Oleh sebab itu para pengembang yang menggeluti bisnis ini memperlakukannya secara khusus dan baik.

    Jarak tanam kelapa sawit paling umum digunakan adalah jarak tanam kedepan 8 meter kesamping 9 meter mata lima atau empat (8x9x5/8x9x4).
Jadi cara ini adalah dasar dari formasi yang baik untuk jarak tanam.

    Tumbuhan ini berasal dari benua afrika. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan di Negara Nigeria.
Kelapa sawit menghasilkan minyak dan dapat di olah menjadi minyak goreng, sabun , kosmetika , bio diesel, keperluan industri baja dan keperluan industri farmasi.

Berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.
Klasifikasi;
Kerajaan:
•Plantae
Divisi:
• Magnoliophyta
Kelas:
• Liliopsida
Ordo:
• Arecales
Famili:
• Arecaceae
Genus Spesies:
• Elaeis guineensis
• Elaeis oleifera

    Negara penyumbang minyak crude palm oil (CPO) terbesar di dunia adalah Negara Republik Indonesia.

   Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan.
Maka dari itu tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.

   Halaman ini akan mengulas sedikit tentang bagaimana cara membudidayakan tanaman kelapa sawit dilahan gambut.

   Persiapan bibit ;
1. Pilih bibit yang berkualitas tinggi. Karena bibit mempengaruhi perkembangan dan hasil panen TBS ( buah tandan segar ) yang stabil serta melimpah.
Oleh sebab itu, jika bibit yang ditanam itu berkualitas baik, maka kedepannya tidak membuat petani kecawa dan cepat mendongkrak prekonomian keluarga.
Contoh pemilihan bibit yang berkualitas dapat dilakukan sebagai berikut.
1 = Bibit bebas penyakit seperti virus gemini dan jamur ganoderma sp.
2 = Bibit tidak kerdil dan memiliki pertumbuhan yang cukup baik.
3 = Bibit harus disesuaikan oleh jenisnya seperti kecambah hasil persilangan.
4 = Umur bibit siap tanam sebaiknya usia 8 bulan hingga 2 tahun

  Persiapan lahan dan penanaman;
• Bersihkan lahan dari gulma dan kayu agar pengerjaan selanjutnya menjadi lebih mudah.
• Cara pembersihan gulma dilarang menggunakan api atau membakarnya.
Karena akan menjadi polusi udara dan pemerintah Negara Republik Indonesia melarang keras serta akan menindak tegas  secara hukum.
• Buatlah parit-parit kecil disetiap  2 jalur dan kanal-kanal besar sekeliling kebun, keuntungannya mengurangi resiko terbakar dilahap api, jika ada tangan jahil yang ingin merusak.
• Sebelum penanaman bibit maka harus diatur menggunakan bantuan tali dan kayu pancang.
Tujuannya agar tanaman terlihat lebih rapi dan sesuai ukuran standart 8x9x5 atau 9x8x4 untuk jenis kelapa sawit pelepah panjang.
• Penanaman yang baik dilakukan pada musim kemarau antara bulan Mei hingga Agustus.
Karena penanaman dibulan-bulan ini akan memudahkan petani untuk bekerja.
Sebab permukaan tanah akan menjadi kering.
• Buat lubang dan diberi pupuk yang mengandung unsur hara magnesium dititik dimana bibit akan ditanam, 7 hari sebelum bibit diletakkan.
Jika kontruksi tanah masih berair, maka bibit cukup diletakkan dititik tanamnya saja dan akarnya ditimbun menggunakan tanah.
• Bersihkan pelepah bila terlalu banyak dan kering, jika sudah produksi.
• Buatlah jalan produksi dengan baik sesuai kondisi tanah.
• Jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena akan menimbulkan kebakaran, jika membuangnya pada musim kemarau.

    Demikianlah sedikit ulasan singkat mengenai tata cara menanam kelapa sawit di lahan gambut.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

18 May, 2016

Cara mengatasi belalang sangit dengan pestisida dan terasi

    Belalang sangit termasuk dari keluarga Alydidae dan berkembang biak dengan cara bertelur.
Namun hewan ini lebih dikenal dengan sebutan walang sangit.
Pada umumnya hewan ini menyerang tanaman padi.

    Walang sangit betina dapat  menghasilkan telur 100 hingga 200 butir dan diletakkan dipermukaan daun bendera pada tanaman padi.
Nimfanya berwarna hijau, kemudian berangsur-angsur berubah warna menjadi coklat dan mengalami ganti kulit sebanyak 5 kali.
Stadia nimfa terjadi selama 17 sampai 27 hari.
Pada kondisi tertentu, imago dapat hidup hingga 115 hari.
Kemudian Nimfa dan imago tersebut menyerang buah padi muda.
Akibatnya pada bekas tusukan akan timbul cendawan Helminthosporium dengan ciri-ciri adanya bercak-bercak putih pada bulir padi tersebut.
Berikut adalah klasifikasi ilmiah belalang sangit atau walang sangit.

    Klasifikasi  belalang sangit;      
Kerajaan :Animalia
Filum :Arthropoda
Kelas :Insecta
Ordo  :Hemiptera
Famili :Alydidae
Genus :Leptocorisa
Spesies :Leptocorisa acuta
Walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae); syn. Leptocorisa acuta)

     Hewan ini menghisap cairan pada tangkai bunga ( paniculae ) dan menghisap cairan bulir padi yang masih pada tahap masak susu ( bulir muda ).
Akibatnya tanaman akan kekurangan unsur hara dan menguning ( klorosis), kemudian akan melemah perlahan-lahan akan layu dan kering.
Maka dari itu banyak padi yang tak berisi atau kopong dan akhirnya hasil panen berkurang.

    Hewan ini memiliki perlindungan diri berupa aroma menyengat hidung bila terdesak oleh predatornya.
Namun bukan hanya belalang sangit / walang sangit  saja yang dapat mengeluarkan aroma menyengat.
Setiap keluarga Alydidae memiliki perlindungan diri yang hampir sama.

   Cara mengatasi walang sangit atau belalang sangit dapat dilakukan dengan metode perpaduan antara pestisida dan terasi.
Cara ini cukup mudah dikerjakan oleh  petani serta dapat menekan biaya hingga 70 - 90% dan kuntungannya cukup dilakukan sekali sampai padi siap dipanen.
Namun bila ingin menggunakan metode ini biaya pertama cukup besar dikeluarkan.
Karena petani banyak mengorbankan waktunya untuk membuat alat-alatnya dan selebihnya alat-alat tersebut dapat digunakan kembali pada musim tanam berikutnya asal alat tersebut tidak rusak.
Berikut adalah alat-alat dan cara aplikasinya.

       Alat-alat dan bahan;
1. Botol bekas air mineral ukuran 1½ liter atau botol bening bekas minyak ukuran 5 liter.
2. Benang bangunan atau benang nilon.
3. Kayu atau belahan bambu.
4. Lem.
5. Pisau / cutter.
6. Kain bekas.
7. Pestisida dan terasi.

Cara membuat alat-alatnya;  
Lubangi botol berbentuk persegi menggunakan cutter disisi kanan atau kiri.
Lalu buat atap pada mulut lubang menggunakan bentukan potongan botol dan lem.
Tujuannya bila terjadi hujan, air tidak dapat masuk melalui dinding-dinding botol.
Kemudian lubangi tutup botol menggunakan jarum, tujuannya untuk menggantung terasi pada potongan kain bekas dan diletakkan pada unjung benang.
Pemasangan terasi digantung di atas lubang persegi kira-kira 2 cm dari atas lubang tersebut. Kemudian tutup lubang jarum menggunakan lem. Tujuannya agar air hujan tidak dapat membasahi kain terasi.

    Cara  aplikasinya;  
- Campur air menggunakan pestisida dengan dosis 10 sampai 20 cc per 15 liter air bersih.
Kemudian masukkan air pestisida tadi kedalam botol dengan ukuran secukupnya.
- Ikatkan pada bambu / kayu ditengah sawah.
Untuk jaraknya tergantung luas area sawah yang akan dipasangi.
- Jarak yang bisa di gunakan ± 5 meter persegi atau sesuai selera, karena jarak ini tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
- Untuk ketinggiannya sekitar ±30 sentimeter dan harus disesuaikan dengan varietas padinya, karena setiap varietas memiliki ketinggian yang berbeda-beda.

       Cara kerjanya;
   Dalam beberapa kasus dan pengamatan, dengan menggunakan metode perpaduan antara teknologi terasi dan pestisida.
Maka walang sangit akan secara otomatis terpancing masuk botol mengerumuni terasi dan fungsi dari pestisida untuk menangkap serta membunuh walang sangit, bila terjatuh kedasar botol.
Manfaat dan keuntungan yang diperoleh petani antara lain;
1. Biaya penyemprotan akan jauh lebih berkurang dan dapat mencegah terjadinya hama kebal pestisida.
2. Akan mengurangi populasi walang sangit secara global didaerah tersebut. Jika digunakan dengan cara serentak dan walang sangit akan berkurang dengan sendirinya sampai musim panen  berikutnya.
3. Populasi ikan air tawar akan meningkat, jika petani tidak lagi menggunakan pestisida dan insektisida.
4. Petani dapat berperan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena metode ini hanya membunuh hewan yang terperangkap didalam botol.

  Demikianlah sedikit informasi mengenai mengatasi walang sangit atau membunuh walang sangit dengan metode perpaduan antara teknologi pestisida dan terasi.
Semoga bermanfaat dan sukses selalu bagi seluruh petani Indonesia.
Sekian dan terimakasih.

10 May, 2016

Cara beternak Cacing tanah dan cara memanfaatkannya.

      Cacing adalah salah satu hewan penghancur bahan organik dan memiliki kemampuan memperbaiki aerasi dan struktur tanah dengan baik.
Cacing tanah diketahui dapat  meningkatkan populasi mikroba menguntungkan dan akibatnya dapat menjadikan lahan menjadi subur serta dapat membantu tanaman menyerap nutrisi pada tanah dengan maksimal.
Keberadaan cacing tanah seperti Lumbricus rubellus juga dapat meningkatkan konsentrasi produksi vitamin B12 dan mikroorganisme di dalam tanah.
Keuntungannya hasil jelai meningkat dan peningkatan volume didukung oleh bahan organik untuk cacing tanah itu sendiri.
Cara ini merupakan hubungan umpan balik positif (simbiose mutualisme) antara mikroorganisme dan Lumbricus rubellus.

     Cacing adalah hewan hermafrodit yaitu mempunyai kedua jenis organ kelamin ganda untuk berkembang biak.
Hewan ini tidak memiliki eksoskeleton
Cacing tanah merupakan nama umum untuk anggota dari Oligochaeta dan di masukan kedalam ordo Opisthopora, karena atas dasar pori-pori jantan membuka posterior ke pori-pori betina, meskipun segmen jantan internal anterior ke betina. Berikut adalah klasifikasi ilmiah cacing tanah lebih lengkapnya.

Cacing tanah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan  :  Animalia
Filum  :  Annelida
Kelas  :  Oligochaeta
Upakelas  :  Haplotaxida
Ordo  :  Megadrilacea
Upaordo  :  Lumbricina + Moniligastrida
NODC v. 8.0, 1996
Familia
Acanthodrilidae
Ailoscolecidae
Almidae
Benhamiinae
Criodrilidae
Diplocardiinae
Eudrilidae
Exxidae
Glossoscolecidae
Hormogastridae
Kynotidae
Lumbricidae
Lutodrilidae
Megascolecidae
Microchaetidae
Moniligastridae
Ocnerodrilidae
Octochaetidae
Octochaetinae
Sparganophilidae
Tumakidae.

     Cacing tanah adalah hewan yang hidup menggunakan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal avolusi.
Karena hewan ini dapat menghadapi tekanan mikrooganisme patogen dilingkungan tempat tinggalnya.
Menurut hasil penelitian, hewan ini memiliki kekebalan hormonal dan mekanisme selular, selain itu cairan selom pada hewan ini mengandung lebih dari 40 macam protein dan pemeran aktivitas biologis seperti cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.

    Aktivitas antimikroba terhadap Aeromonas hydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah telah diteliti dari selom foetida Eisenia Andrei.
Kemudian diperoleh dua protein, bernama Fetidins dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan oleh fetidins.

    Foetida Eisenia cacing tanah jenis Lumbricus rubellus telah mengidentifikasi pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) yaitu mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik dan semua ini terdapat pada agen anti bakteri Lumbricin 1 dan Lumbricin 2.
Sedangkan lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein yang bekerja memberikan cytolytic hemolitik, antibakteri serta membran-permeabilizing properti.

    Protein dalam cacing tanah memiliki mekanisme anti mikroba, namun cara kerjanya berbeda dengan mekanisme antibiotik.
Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh.
Antibiotik membunuh mikrooganisme dengan 2 cara yaitu menghentikan jalur metabolik penghasil nutrient yang dibutuhkan oleh mikrooganisme dan menghambat enzim spesifik dalam penyusunan dinding sel pada bakteri.
Mekanisme protein cacing tanah dapat membuat pori-pori ke dinding sel bakteri.
Kemudian sitoplasma sel bakteri  menjadi terpapar oleh lingkungan luar serta dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian.
Akibat dari kerusakan pada struktur sel milik bakteri dapat menyebabkan bakteri lebih sulit untuk menjadi resisten kembali.

      Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih.
Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32.
Cacing jenis ini bila dialam liar bentuknya kalah saing dengan cacing jenis lain.
Jika di ternakkan dapat melebihi ukuran aslinya.

     Cacing tanah memiliki 1800 jenis yang dikenal oleh para ilmuwan, namun hanya 2 jenis yang dipakai dalam proses pembuatan pupuk organik yaitu jenis cacing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger).
Kedua cacing ini sangat mudah diternakkan, karena cara berkembang biaknya sangat cepat dibandingkan dengan cacing jenis lainya.

   Jika ditinjau dari uraian diatas, cara beternak cacing tanah dapat dimanfaatkan oleh petani sebagai usaha sampingan dan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga secara berkesinambungan.
Namun jika ingin menekuni peluang usaha ini dan mengolahnya mulai dari proses produksi dari hulu hingga kehilir, maka keuntungannya pun dapat berlipat-lipat.
Berikut adalah cara sederhana beternak cacing tanah.

Pemilihan media tanam, bibit dan pembuatan kandang.
    Langkah awal untuk membudidayakan cacing adalah mempersiapkan sarana dan peralatan.
Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.
Contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m dan di dalamnya dibuatkan rak-rak bertingkat sebagai sarana pembiakan atau wadah-wadah pemeliharaan.
Bahan untuk media pembuatan sarang adalah, kotoran hewan, dedaunan/buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran, kardus, kayu lapuk, bubur kayu.
Cara membuat sarang semua bahan diaduk-aduk sambil ditambahkan air sedikit demi sedikit kecuali kotoran ternak.
Kemudian bahan campuran dan kotaran ternak tadi dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.
Apabila media pemeliharaan telah dipersiapkan serta bibit cacing tanah telah tersedia, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan.
Penanaman bibit cacing harus dicoba beberapa terlebih dahulu, kemudian diamati, apakah bibit itu masuk kedalam media atau tidak.
Jika dari hasil pengamatan bibit cacing terlihat masuk kedalam media, maka semua bibit dapat dimasukan kedalam media.
Setiap 2-4 jam sekali harus dilihat, karena pada masa ini mungkin saja ada bibit yang masih berkeliaran atau pergi meninggalkan media.
Bibit cacing tanah yang ada, tidaklah sekaligus dimasukkan ke dalam media, namun harus dicoba sedikit demi sedikit.
Beberapa bibit cacing tanah diletakkan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media.
Jika dalam waktu 12 jam bibit cacing tidak ada satu pun meninggalkan wadah/ media, maka dapat dipastikan bahwa bibit cacing  tersebut betah dan media sudah cocok.
Jika sebaliknya, maka media tidak cocok, tandanya cacing akan berkeliaran di permukaan media.
Solusinya adalah media harus segera diganti dengan yang baru.

   Hasil sepasang perkawinan cacing tanah akan menghasilkan satu kokon berisi telur-telur berbentuk lonjong dan berdiameter antara 1/3 besarnya kepala korek api.
Kemudian kokon ini harus dilakukan ditempat lambab dan antara waktu 14-21 hari kokon akan menetas.
Pada setiap kokon akan menghasilkan sekitar 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.
100 ekor cacing ekor cacing diperkirakan dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu setahun.
Cacing tanah dewasa akan terlihat pada usia antara 2-3 bulan dan ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan.
Setelah perkawinan selama 7-10 hari maka cacing dewawa akan menghasilkan 1 kokon.

Pemberian pakan.
   Barikan pakaan 1 kali sehari semalam dan banyaknya harus disesuaikan dengan berat bibit yang dipelihara dalam 1 petinya.
Contoh;
Jika bibit yang dipelihara dalam 1 peti berbobot 1 ons, maka pakan yang diberikan harus berbobot 1 ons pula.
Pakannya berupa kotoran hewan, hal ini tidak termasuk dengan media tanamnya.
Cara mengolah pakannya adalah kotoran hewan tersebut harus dihancurkan terlebih dahulu dengan cara ditubuk atau dihaluskan menggunakan blender.
Kemudian bubuk ditaburkan pada permukaan peti, kacuali 2/3 permukaan peti yang tidak ditaburi.

Hama.
    Dibawah ini adalah beberapa jenis hama cacing yang harus diwaspadai saat membudidayakannya seperti.
Semut, Kumbang, Burung, Lipan, Tikus, Katak, Tupai, Ayam, Itik, Mentok, Ular dan Angsa.
Namun dari beberapa jenis hama tersebut, Semut adalah hama yang paling banyak ditemukan.
Oleh sebab itu pengontrolan berkala harus sering dilakukan.

Cara panen.
   Cara panen cacing dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti menggunakan bantuan cahaya lampu pijar, neon dan cahaya matahari.
Caranya;
Nyalakan lampu pada permukaan peti kira-kira ±30 cm dari permukaan tanah peti dengan waktu 2-5 menit. Lamanya pemanasan ini tergantung dari suhu yang ada diluar kandang.
Bila cacing sudah terlihat mengumpul, maka lampu dapat dimatikan.
Kemudian cacing dapat diambil dengan mudah dan singkat.
Jika menggunakan cahaya matahari jangan diletakan langsung pada sentuhan cahaya.
Karena dapat mempengaruhi kwalitas hasil panen dan buruknya dapat membunuh, Sebab cacing sangat rentan terhadap perubahan suhu.

Manfaat cacing untuk kesehatan.
   Cacing jenis Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau pun daging ikan (50%).
Dari beberapa penelitian telah membuktikan selain adanya daya antibakteri. Protein hasil ekstrasi cacing tanah diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thyp.
Selain itu penjelasan lain yang dikutip dari beberapa penelitian dan dari sumber-sumber para ahli pengobatan baik itu modern maupun tradisional serta pakar cacing bahwa manfaat dan khasiatnya dapat diperhitungkan yaitu dapat mengurangi dan menyembuhkan seperti;
- Typus.
- Menurunkan kadar kolesterol.
- Meningkatkan daya tahan tubuh.
- Menurunkan tekanan darah tinggi.
- Meningkatkan nafsu makan.
- Mengobati infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag.
- Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC.
- Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik.
- Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.
Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi.

   Demikianlah sedikit informasi mengenai cara membudidayakan cacing tanah.
Semoga halaman ini dapat membantu bagi petani yang ingin mengisi waktu luangnya dan ingin mengetahui secara lugas mengenai cara budidaya.
Semoga bermanfaat dan sukses
Sekian dan terimakasih.

09 May, 2016

Cara membunuh anak rambung

    Rambung atau lebih dikenal dengan pohon karet penghasil lateks adalah tanaman perkebunan  perseroan atau tanaman perkebunan rakyat.

  Saat ini perkebunan karet sudah banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian maupun lahan perkebunan kelapa sawit di kalangan masyarakat.
Jika lahan tersebut telah di alih fungsikan.
Maka biji rambung tersebut akan tumbuh subur bersama tanaman baru.
Tentu hal ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman baru dan menjadikannya kerdil atau berkurangnya asupan sinar matahari secara langsung.

   Rambung atau karet adalah salah satu tumbuhan yang sulit dibunuh. Jika di tebang sampai habis dan dibakar sampai gosong, biasanya tumbuhan ini akan tumbuh lagi dan lagi.

   Sebenarnya cara membunuh anak rambung atau karet tidak lah sulit.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus ditempuh.

   Langkah pertama cukup disemprot menggunakan herbisida bersifat sistemik secara berkala dan berkesinambungan untuk tumbuhan berumur 2 - 3 bulan.
Cara ini dapat dilakukan untuk tunas tunggul dan tunas biji.
Dosis yang digunakan 70 - 100 cc per 15 liter air bersih.

   Langkah kedua masih menggunakan herbisida bersifat sistemik, hanya saja cara perlakuanya yang berbeda.
Berikut adalah bahan dan cara operasionalnya dilapangan ;
  Bahan-bahan;
1. Herbisida
2. Kuas
3. Parang / golok
4. Mangkok / cawan.

Cara kerjanya ;
Lukai, sayat / kupas kulit batang pohon sampai mengenai dinding kayu pada pohon.
Kemudian tuang herbisida kedalam mangkok dan oleskan herbisida tersebut ke dinding kayu sampai merata menggunakan kuas.

   Langkah ketiga juga bisa menggunakan metode infus melalui akar pada pohon.
Cara kerjanya adalah sebagai berikut ;

Alat-alat ;
Parang,
Plastik bening ukuran 2 kg
Tali plastik atau karet gelang
Ember
Gayung.

Bahan-bahan ;
Garlon atau starlon atau merk sejenisnya 4 - 5 tutupnya.
Roundup atau merk sejenisnya 100 cc
Ali 5 - 10 gr.
Air bersih 1 ember.

Cara membuat ;
Potong akar pohon yang besar 3 - 4 bagian, Kira-kira sebesar 1 jempol kaki orang dewasa.

Masukan garlon kedalam kantong plastik bening tadi dan isikan air sampai setengah kantong.
Lalu masukan potongan akar pohon kedalam kantong plastik.
Kemudian ikat sampai rapat.

Jika mengunakan roundup maka harus di campur dengan bahan ali diatas.

Untuk melihat hasil kematian yang memuaskan, maka dapat di lihat setelah 4 - 6 minggu.

    Demikianlah sedikit informasi mengenai cara membunuh anak karet atau rambung.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.