08 January, 2016

Cara mudah mengatasi belalang sangit / walang sangit

     Salam sukses bagi seluruh petani padi diseluruh wilayah indonesia.
Padi adalah jenis tanaman pokok yang banyak di budidayakan.
Namun padi memiliki hama yang sangat serius hama ini bernama belalang sangit.
Berikut adalah klasifikasinya ;
Klasifikasi ilmiah walang sangit;
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo  : Hemiptera
Famili : Alydidae
Genus : Leptocorisa
Spesies : Leptocorisa acuta
Walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius, (Hemiptera:Alydidae); syn. Leptocorisa acuta)

   Hewan ini menghisap cairan tangkai bunga ( paniculae ) dan menghisap cairan bulir padi yang masih pada tahap masak susu ( bulir muda ).
Akibatnya tanaman akan kekurangan unsur hara dan menguning ( klorosis), kemudian akan melemah perlahan-lahan.
Maka dari itu banyak padi yang tak berisi atau kopong dan akhirnya hasil panen berkurang.
Hewan ini mempunyai senjata pelindungan diri yang akan mengeluarkan aroma yang menyengat hidung saat terdesak.
Namun bukan hanya hewan belalang sangit saja yang dapat mengeluarkan aroma ini.
Setiap keluarga Alydidae memiliki perlindungan diri yang hampir sama.

   Untuk mengatasi hewan ini dapat dilakukan secara kecil dan besar, tergantung luas area tanaman yang akan di atasi.
Namun cara ini dibuat untuk satuan. Jika lahan luas maka buat sebanyak mungkin

   Langkah pertama yang dilakukan adalah sebagai berikut.
 
     Bahan-bahan utama ;
· Terasi atau belacan.

     Media dasar ;
· Botol / gelas bekas air mineral.
· Kain kaos bekas.
· Benang atau Tali plastik.
· Bambu / kayu.

   Cara membuat;
- Potong botol bekas 2 bagian.
- Lubangi pantat botol dengan jarum.
- Kemudian potong kaos dengan ukuran sesuai selara.
- Lalu masukkan terasi kedalam kaos, terus ikat dengan tali dan masukan kedalam lubang pantat botol hingga menyerupai bentuk lonceng, kemudian tutuplah lubang jalur benang menggunakan lem.
Tujuannya agar air tidak dapat masuk menembus terasi yang digantung di dalam botol.

      Cara penggunaan ;
- Ikatkan pada bambu / kayu ditengah sawah.
- Untuk jaraknya tergantung luas area sawah yang akan dipasangi.
- Jarak yang bisa di gunakan ± 5 meter persegi atau sesuai selera, karena jarak ini tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
- Untuk ketinggiannya sekitar ±30 sentimeter dan harus disesuaikan dengan varietas padinya, karena setiap varietas memiliki ketinggian yang berbeda-beda.
  Cara diatas bukan patotakan untuk membuatnya.
Namun untuk pembuatan dapat di lakukan sesuai selara dan inspirasi pembuatannya masing-masing.

    Cara mengatasi belalang sangit dengan terasi bukanlah untuk membunuhnya.
Namun untuk mengalihkan perhatiannya dari tanaman padi.
  Jika petani memasangnya di sawah, maka akan secara otomatis hewan ini akan hinggap dan mengerumuni terasi tersebut.
Kemudian tanaman padi akan aman darinya.
   Dengan menggunakan metode ini selain petani  ikut menjaga keseimbangan alam. Para petani juga dapat menekan biaya penyemprotan untuk mengatasi hewan ini.
  
     Keunggulan dari terasi dalam metode ini dapat digunakan selama satu kali panen, asal media pendukung tidak bocor terkena air hujan  dan alat - alat dapat digunakan hingga beberapa kali masa tanam. Asalkan media tidak rusak tergerus cuaca.

Baca lebih informasi ;
Cara mengatasi walang sangit dengan metode terasi dan herbisida.

Demikianlah sedikit informasi mengenai cara sederhana yang efisien mengatasi belalang sangit atau walang sangit.
    Semoga bermanfaat dan memberikan solusi menuju hasil yang melimpah.
                 
                      Sekian
                         Dan
                   Terimakasih

Cara membuat pupuk dan bio pestisida kelinci

        Urine kelinci mengandung unsur Nitrogen yang sangat cocok digunakan sebagai pupuk. Jika urine kelinci dipadukan dengan serbuk gergaji, maka unsur nitrogen yang terkandung dapat seimbang, karena serbuk gergaji mengandung usur Karbon. Selain itu unsur Nitrogen dan Karbon dapat digunakan sebagai bio pestisida yang mematikan.

      Menurut Badan Penelitian Ternak (Balitnak), urine kelinci mengandung unsur N (2,72%), P (1,1%), K (0,5%) lebih tinggi dibandingkan dengan kotoran sapi, kerbau, domba, kuda, babi dan ayam.
Jika kotoran dan urine kelinci dipadukan, maka kandungan unsurnya lebih lengkap yaitu Nitrogen (N, 2,20%), Fosfor (P, 87%), Potassium (K, 2,30%), Sulfur (S, 36%), Kalsium (Ca, 1,26%), Magnesium (Mg, 40%).
Pengumpulan kotoran dan air seni kelinci yang sebelumnya sudah ditampung kedalam 1 wadah selama 1 minggu yang telah melewati proses fermentasi.
Pemberian serbuk gergaji dapat berguna untuk mengurangi aroma tidak sedap pada kotoran dan urine kelinci.
Setelah proses fermentasi selesai maka harus di tambahkan air bersih dengan perbandingan air dan kotoran 1:10, gunanya agar bakteri dapat bekerja dengan maksimal.
Kemudian diamkan selama 1 malam dan setelah itu disaring airnya agar pada bagian dasar endapan dapat menghasilkan dua bahan yaitu berbahan cair dan padat. Untuk menstrilisai kedua bahan harus direbus terlebih dahulu dengan suhu 60 - 70 °C selama 10 - 15 menit (secara terpisah).
Kemudian dinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

      Pembuatan pestisida dan pupuk dari urine kelinci harus melalui proses fermentasi seperti penjelasan diatas.
Proses ini sangat penting untuk mengurangi kadar amoniak dengan mengurainya terlebih dahulu agar dapat menjadi nitrat (Reduksi).
Berikut adalah cara sederhana membuat pestisida dan pupuk fermentasi yang mudah dipahami sebelum digunakan.

    Bahan-bahan ;
•  Urine kelinci : 1 liter .
•  EM4 pertanian : 10 cc / 1 sendok makan.
• Tetes tebu/molases/gula merah : 10 cc.

Cara membuat;
Campur urine kelinci dengan EM4 dan tetes tebu.
Kemudian aduk-aduk hingga merata/homogen.
Laku masukan kedalam jerigen dan diamkan selama 7 - 14 hari.

Dosis aplikasi;
150 cc urine kerinci untuk 15 liter air bersih.

Manfaat fermentasi urine kelinci:
1.   Merangsang pertumbuhan akar, bunga pada benih tanaman.
2.   Sebagai Pupuk daun organik.
3.   Berfungsi sebagai pestisida bisa membuka daun keriting akibat serangan hama thrip, ulat, belalang dan tikus.

      Demikian sedikit informasi mengenai cara membuat pupuk dan bio pestisida dari urine kelinci. Semoga bermanfaat dan sukses. Sekian dan terima kasih.

Sumber; Badan Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Kabupaten Bogor, tahun 2005.

30 December, 2015

Cara membasmi Ulat api pada pohon kelapa sawit

      Ulat api dimasukkan ke dalam keluarga Limacodidae.
Penyebar utama dari ulat api adalah kupu-kupu.
Dari hasil pengamatan ulat api dapat diprediksi dari meledaknya populasi kupu-kupu.
Hewan ini paling banyak ditemui pada waktu berakhirnya musim kemarau ke musim penghujan dan tidak begitu banyak dimusim kemarau.
Namun paling banyak populasinya pada puncak musim penghujan.   
   
      Ulat api memiliki beberapa bentuk ada yang berbentuk bulat dan persegi panjang.
Namun yang terbentuk persegi panjang adalah jenis yang paling ganas dan paling merugikan.
Hewan ini menyimpan racun pada bulu-bulunya.
Jika kulit menyentuh bulu-bulunya akan terasa panas yang tak terkira.
Namun hanya dapat dipegang dengan tangan. Karena bulu halus ulat yang beracun tidak dapat menembus telapak tangan.

Ada beberapa jenis ulat api yang sering ditemui di perkebunan kelapa sawit dan menjadi hama.

· Setora nitens
· Setothosea asigna
· Thosea bisura
· Pioneta diducta
· Dana trima

Dari semua jenis ulat api di atas sangat merugikan petani kelapa sawit dan berakibat fatal bila tidak cepat ditanggulangi.
Karena daun kelapa sawit akan habis dimakan dan tinggal lidi-lidinya saja yang tersisa.
Akibatnya kelapa sawit akan kehilangan keseimbangan dalam proses berfotosinstesis.

      Dampak yang paling menonjol, pohon tidak memiliki kapasitas untuk tumbuh dengan baik, tidak lagi menanggapi rangsangan, tidak lagi mampu mempertahankan diri dari penyakit seperti pungi dan virus.
Akibatnya membuat buah menjadi kecil dan kehilangan bobotnya.

Berikut adalah penjelasan klarifikasi ulat api.
   

Klarifikasi
  · Kingdom : Animalia,
  · Filum      : Arthropoda,
  · Kelas      : Insecta,
  · Ordo       : Lepidoptera,
  · Family     : Limacodidae,
  · Genus     : Setothosea,
  · Spesies   : S. asigna van Ecke

   Hewan ini memiliki nafsu makan yang sangat tinggi pada malam hari dan kurang bernafsu makan di siang hari.
Jika pohon sudah terserang hama ini harus segera diatasi sedini mungkin.
Karena semakin besar bentuk tubuhnya akan berdampak besar kerusakannya.

    Cara membasmi ulat api untuk tanaman setinggi 1 meter sampai 3 meter dapat dilakukan penyemprotan dengan insektisida secara berkala.
Dengan dosis 10 cc untuk 15 liter air.
   Lalu bagaimana bila tanaman sudah mencapai 3 sampai 15 meter apakah harus disemprot ?.
Tentu tidak akan mungkin dilakukan bagi seorang petani kecil.

Maka dari itu ada cara yang lebih efisien untuk dilakukan dengan metode infus.
Metode ini sangat mudah dikerjakan dan sangat sederhana.
  
   Langkah awal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut ;

          Bahan utama ;
  - Insektisida merk decis.
  - Kantong plastik es lilin ukuran 20 / 30 militer.
  - Air bersih secukupnya
  - Tali plastik / karet gelang.
  - Pisau

   Cara pelaksanaannya ;
· Potong akar muda atau yang masih hidup dengan pisau dan buat 3 - 4 potong akar.
· Kemudian masukkan air decis tadi sampai mencapai lebih dari setengah kantong plastik.
· Lalu masukkan akar sampai kedasar  Kantong plastik.
· Setelah semua selesai ikat dengan tali.
· Untuk dosis ±40-50 cc per 10 liter.
    Catatan ;
- Pelaksanaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari.
Jika penginfusan tidak selesai maka dapat dilanjutkan keesokan harinya.
- Pelaksanaan harus dilakukan setelah 1 hari sesudah panen. Karena metode ini diperuntukkan hanya yang memiliki rentang waktu panen 14 hari. Jika yang memiliki rentang waktu panen 10 hari dilarang menggunakan metode ini.
Karena tidak ada kesempatan tanaman untuk membuang racun.

   Keunggulan dari metode infus dapat membasmi ulat api dalam waktu 12 jam.
Karena jika penginfusan dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Maka keesokan harinya seluruh ulat pada daun akan berjatuhan atau rontok.

      Dengan cara ini dapat menjawab pertanyaan petani selama ini dan memberikan solusi.
Karena metode ini hasil pengamatan selama 3 tahun dan belum pernah ada yang mempublikasikannya.
    Semoga dari hasil ini seluruh petani dapat berbangga untuk sejenak dan mau memberi tau kan kepada sahabat petani yang lain.
Sebab ilmu tak akan bertambah, bila tak mau membagikannya kepada sesama.
  Semoga bermanfaat
        
               Sekian
                 Dan
           Terimakasih

29 December, 2015

Cara membunuh pohon kelapa sawit / peremajaan perkebunan kelapa sawit.

       Kelapa sawit adalah jenis tanaman perkebunan yang menjanjikan untuk berinvestasi jangka panjang.
Maka tidak heran, jika para investor lokal mau pun internasional banyak yang tertarik mengembangkan tanaman ini.
Karena tanaman ini memiliki masa hidup yang cukup panjang.
      
     Indonesia adalah negara yang memiliki  perkebunan rakyat dan perkebunan perseroan terluas didunia.
Namun rakyat yang bergerak  di bidang perkebunan sawit, banyak yang kurang pengetahui soal perawatan mau pun bagai mana cara peremajaannya.
Masalah ini disebabkan kurangnya penyuluhan  pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Akibatnya perkebunan rakyat kalah jauh dengan perkebunan perseroan.
Baik itu dalam bidang perawatan maupun produksi.
  
   Sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit, meremajakan perkebunannya menggunakan bahan kimia Natrium arsenit ( Na3AsO3 ).
Bahan kimia ini tidak dijual bebas di pasaran,
Hanya bisa di dapat di toko kimia.
     Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
Buat lubang dengan Bor kedalam batang pohon hingga mengenai ke inti batang pohon dan buat miring kearah bawah.
Tujuannya agar mudah untuk mengisinya.
Setelah lubang selesai dibuat, isilah lubang tersebut dengan Natrium arsenit.
Kemudian tutup lubang dengan bekas serpihan bekas lubang mata bor sampai rapat.
Jika serpihan kurang untuk menutupi lubang. Dapat diganti dengan tanah.
Bila menggunakan tanah usahakan tanah tersebut tidak mudah hilang digerus air hujan.
Untuk dosisnya 20 cc per pohon.
      
    Natrium arsenit mengandung racun yang sangat tinggi dan berbahaya.
Jika pohon yang sudah beri arsenit.
Maka jangan pernah memanen buah sawitnya.
Karena dalam buah sawit tersebut sudah mengandung racun yang dapat membahayakan manusia.

    Untuk meremajakan kelapa sawit mau pun membunuh pohon kelapa sawit yang tidak peroduktif di perkebunan rakyat.
Ada alternatif lain yang dapat dilakukan secara sederhana.
Tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.
     Karena artikel ini bertujuan untuk memberikan solusi untuk menekan biaya operasional berkebun kelapa sawit.
Berikut adalah dua metode sistem infus dan sitem bor / suntik seperti cara diatas.

Sistem bor / suntik.
      Bahan-bahan ;
Herbisida.
Ember.
Air bersih.
Bor.

Cara membuat ;    
Tuangkan herbisida kedalam ember dengan dosis 250 cc dan tambahkan air sebanyak 10 liter.
Aduk sampai benar-benar merata.

Cara penggunaan ;
Buat lubang dengan Bor kedalam batang pohon hingga mengenai ke inti batang pohon dan buat miring kearah bawah.
Tujuannya agar mudah untuk mengisinya.
Setelah lubang selesai dibuat, isilah lubang tersebut dengan air herbisida sampai penuh.
Kemudian tutup lubang dengan bekas serpihan bekas lubang mata bor sampai rapat.
Jika serpihan kurang untuk menutupi lubang. Dapat diganti dengan sampah atau tanah.
Bila menggunakan tanah usahakan tanah tersebut tidak hilang digerus air hujan.
   
  Keterangan ;
Herbisida yang digunakan bisa bersifat glifosat mau pun kontak dan sistemik.
Seperti merk Round up atau sejenisnya, gramoxone atau sejenisnya dan garlon atau sejenisnya.
Jika menggunakan Round up dan gromoxne tambahkan aly 5 gram per 1 liter Round up dan gramoxone.

Sistem infus.
        Bahan-bahan ;
Garlon 1 botol.
Kantong Plastik es lilin ukuran 20 militer / 30 militer.
Tali rapia / plastik .
Air bersih

Cara membuat ;
Isilah plastik es lilin dengan garlon 2 sendok makan.
Kemudian tambahkan air hingga mencapai setengah plastik.

Cara penggunaan ;
Potong  3 sampai 4 akar yang masih hidup.
Ciri-cirinya bila dipotong masih basah.
Kemudian masukkan akar kedalam plastik es dan ikat dengan tali.

Ada cara yang lebih sederhana melakukannya yaitu potong Akar muda yang menempel dipohon lalu lakukan seperti cara diatas dan buat 2 - 3 kantong.

Keterangan ;
Herbisida yang digunakan bisa diganti dengan herbisida merk lain seperti oplosan round up dan aly.

  Catatan ;
Sistem infus batang ;
Membunuh kelapa sawit dengan sistem infus harus disembunyikan dari jangkauan bintang ternak dan anak-anak, bila dekat dengan pemukiman.

Sistem infus dasar ;
Ramuan herbisida tadi harus dimasukkan kembali kedalam bekas galian tanah, bila dekat pemukiman.
Karena untuk menghindari sesuatu yang tidak terduga.
    

      Rangkuman diskusi ;
Jika jamur ganoderma atau phytium sp menyerang lahan.
Maka masalah ini tak boleh dibiarkan, sebab jamur patogen berbahaya ini dapat menular pada tanaman baru.
   Lahan tersebut harus dibersihkan dan dibajak atau traktor.
Lalu biarkan lahan tersebut terpanggang cahaya matahari semalam 3 - 4 bulan.
Tujuannya agar jamur patogen berbahaya tersebut kehilangan habitatnya dan mati.

    Demikianlah sedikit informasi mengenai cara membunuh pohon kelapa sawit.
Semoga dapat memberikan solusi dan manfaat yang berkelanjutan.
Sekian dan terimakasih.

27 December, 2015

cara membuat pupuk cair organik berkadar KCl ( kakao, pakis dan daun jati )

    Cara membuat pupuk cair berkadar KCL atau kalium clorida dapat dibuat sendiri.
Bahan baku KCL dengan sistem organik sangat mudah ditemukan disekitar pekarangan.
Keunggulan dari pupuk organik sangat ramah dengan lingkungan.
Ada pun bahan bakunya bisa menggunakan limbah kakao, pakis, sabut kelapa, kulit pisang, daun jati dan masih banyak lagi.

   Terbitan artikel kali ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi petani yang kesulitan mendapatkan dan membeli pupuk.
    Jadi jalan terbaik adalah terus bertani dan buatlah pupuk sendiri.
Pupuk ini dapat digunakan untuk tanaman sayur-mayur, palawija dan holtikultura.
Berikut ini adalah cara membuat pupuk organik berkadar kcl dengan bahan baku sebagai berikut ;

   Bahan-bahan ;
Tepung kulit kakao 1 kg.
Tepung daun pakis 1 kg.
Tepung daun jati 1 kg.
Dedak halus 3 ons.
Gula merah / pasir  2 ons  / 10
   sendok makan.
Terasi ( belacan ) 10 gram.
EM4.

   Cara membuat ;
1. Jika menggunakan gula merah, rebus dengan air terlebih dahulu sampai mencair.
2. Giling / tumbuk terasi sampai halus.
3. Masukan semua bahan kedalam jerigen ( ukuran 20 liter ) menjadi satu kecuali em4.
4. Kemudian masukkan air bersih kedalam jerigen dan aduk-aduk sampai rata.
5 . Setelah rata, lalu tambahkan em4 dan aduk kembali hingga merata.
6. Setelah semua selesai. Tutup jerigen sampai rapat dan simpan selama 14 hari. Setiap 3 sampai hari sekali, buka tutup jerigen dan kemudian tutup lagi.

Cara penggunaan ;
Larutkan fermentasi kcl dengan air bersih didalam ember.
Untuk dosis 1 - 2 gelas.
Lakukan pemupukan 3 - 6 atau 14 hari sekali untuk tanaman palawija.
Jika tanaman holtikultura  seperti kelapa sawit, lakukan pemupukan 1 - 2 minggu sekali.

Untuk tanaman buah-buahan seperti mangga, jambu, durian, rambutan, duku, dll. Pemberian pupuk dilakukan 1 tahun sekali saat pohon selesai berbuah.

Fungsi Kalium Clorida ( KCL )
- KCL Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
- Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
- Tanaman yang kekurangan unsur Kalium gejalanya sebagai berikut.
batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

Demikianlah artikel singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses.
    Sekian dan terimakasih.

Cara membuat Bonsai

         Bonsai berasal dari kata Bon yang berarti jambangan dan Sai yang berarti pohon.
Bonsai mempunyai pengertian pohon kerdil di dalam pot sebagai hasil pengerdilan dan tesining atau penyempurnaan bentuk pohon.
  
   Tanaman yang ingin dijadikan bonsai harus mempunyai persyaratan sebagai berikut ;
  1. Mempunyai masa hidup yang panjang. Hal ini diharapkan semakin tua umurnya semakin indah bentuknya, sehingga menyerupai tanaman yang tumbuh di alam bebas.
   2. Mempunyai daun yang ukurannya relatif kecil, sehingga setelah menjadi bonsai maka perbandingan ukuran daun dan ukuran batang dapat serasi.
   3. Diameter batangnya dapat berukuran besar, sehingga bila dikerdilkan bentuk dan rupanya dapat mirip dengan pohon berukuran besar.
   4. Dipilih tanaman yang bentuk percabangannya indah dan artistik.

     Menanam bonsai.
Tahap penanaman tanaman untuk bonsai ;
   1. Persiapan pot.
Pot yang dipergunakan harus mempunyai lubang pada bagian dasarnya, sehingga air penyiraman dapat merembes keluar.
Agar tanah tidak terbawa air keluar, maka lubang tersebut ditutup dengan kawat kasa atau pecahan genteng dan batu kerikil.
Setelah itu barulah pot diisi dengan lapisan tanah yang subur.

   2. Memindahkan tanaman kedalam pot bonsai.
Pemindahan dilakukan dengan hati-hati dan cepat agar tanaman tidak mengalami gangguan.
Mula-mula siram lah tanaman disekitar dengan air agar tanah tetep melekat pada akarnya.
Kemudian ambillah tanaman dan dijaga agar tanah disekitar tetap menggumpal pada akar.
Setelah tanaman diambil, maka sebagian tanah dibuang dari akar-akarnya, tetepi jangan sampai merusak bulu-bulu akar.
Potong lah akar yang telah tua dan mati.
Kemudian taruh tanaman kedalam pot dan diatur posisinya hingga memperoleh posisi yang sebaik-baiknya.
Setelah tanaman ditanam dalam pot, padatkan tanah di sekitar tanaman dengan jari tangan.
Untuk tanaman jenis cemara, penekanan tanah dekat tanaman jangan terlalu kuat, sebab dapat merusak bulu-bulu akar.

  3. Pemeliharaan.
Setelah penanaman, tanaman bonsai harus terlindung dari sinar matahari, hujan dan angin.
Kelembaban tanah dalam pot harus dijaga jangan sampai tanah dalam pot kering.
Pemberian sinar matahari dilakukan setelah dua minggu tanaman tersebut ditanam.
Pada tahap pertama pemberian sinar matahari cukup 1 - 2 jam saja.
Kemudian secara bertahap dapat diperpanjang.
Jenis yang lain adalah membentuk tanaman agar lebih indah, artistik dan alamiah.

Adapun cara umum yang harus ditempuh ;
 
    A. Pemangkasan merupakan cara untuk membentuk tanaman bonsai.
Caranya dengan menggunting cabang-cabang yang kurang baik.
Pemangkasan dilakukan pada bagian pangkal percabangan untuk menghindari terjadinya pengeringan bagian cabang yang tersisa.
Pemangkasan juga dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan cabang yang terlalu cepat.

    B. Cara pengawetan.
Cara ini untuk merubah arah pertumbuhan batang atau cabang.
Pengawetan dilakukan terhadap cabang-cabang yang belum terlalu tua, sebab cabang seperti ini masih mudah dilenturkan sesuai yang diinginkan.
Pelaksanaannya mula-mula kawat diikat pada pangkal batang.
Kemudian kawat ini dilingkarkan mengelilingi batang kearah atas, sehingga menyerupai sepiral.
Cara melingkarkan kawat dimulai kearah kiri dengan jarak yang teratur.
Setelah selesai, ujung kawat yang dilingkarkan tersebut diikatkan pada bagian cabang batang yang akan diubah.

   C. Cara penukasan.
Pertumbuhan daun yang terlalu lebat akan merusak komposisi dan keindahan tanaman bonsai.
Maka harus dilakukan penukasan.
Caranya memetik beberapa daun yang tidak sesuai dengan komposisi yang dikehendaki.

Demikianlah sedikit informasi mengenai bonsai dan semoga dapat memberikan manfaat dan solusi bagi petani yang ingin membuat.

Lebih baik cepat bertindak dari pada terlalu banyak bermimpi.
Lebih baik belajar membuat dari pada harus membeli.

Semoga bermanfaat dan sukses.
        Sekian dan terimakasih.
           
         

25 December, 2015

Cara mengusir lalat pada luka / menghentikan darah mengalir.

     Lalat adalah hewan penganggu dan penyebar penyakit.
Karena hewan ini suka sekali hinggap di tempat-tempat yang kotor.
Umur hewan ini relatif singkat hanya berkisar 30 hari.
    Lalu bagaimana bila lalat hinggap pada luka dan apa akibatnya bila menghisap luka tersebut ?.

Sudah pasti kuman dan bakteri akan menempel pada luka tersebut.

     Untuk mengatasi hal ini, ada solusi yang tepat dan dapat di terapkan sendiri, saat berada di kebun maupun di hutan.

     Pada dasarnya Alam sudah menyediakan fasilitas yang cukup untuk dimanfaatkan.
Oleh sebab itu mengusir lalat pada luka dapat di lakukan dengan cara yang sederhana.

Berikut adalah bahan yang dibutuhkan ;

  Bahan-bahan ;

  1. Daun Rumput paitan 5 lembar.
  2. Daun Rumput kentangan 5
      lembar.

Cara membuat ;
Daun rumput paitan dan kentangan diremas-remas sampai halus hingga keluar airnya.

Cara menggunakannya ;
Oleskan atau dibubuhkan  pada luka sampai benar-benar merata.

Manfaat lain dari ramuan diatas menjadikan luka cepat kering.

Jika untuk menghentikan darah luka ringan karena terkena benda tajam.
Daun rumput paitan di kunyah-kunyah atau ditumbuk dan dibubuhkan.
Manfaatnya adalah memberikan pertolongan pertama agar darah dapat berhenti mengalir.

      Ada lagi cara yang lain yaitu dengan minyak tanah.
Cara mengusir lalat dengan minyak tanah memang efektif.
Namun luka yang tersiram agak sedikit panas serta membuat luka lama mengering dan hanya bersifat sementara.

Demikian sedikit informasi yang bisa dilakukan saat terdesak di ladang, gunung dan hutan.

        Semoga bermanfaat
                  Sekian
                    Dan
               Terimakasih