11 December, 2016

Cara membuat pupuk padat bokasi

        Bokashi adalah metode pengomposan dengan menggunakan cara starter aerobik atau anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik.
Bahan campuran utamanya adalah molasses (tetes tebu), sekam padi dan starter mikro organisme (bakteri nitrifikasi).
Jepang adalah negara yang pertama kali mempopulerkan pupuk bokhasi dan sekarang banyak diterapkan di negara-negara diluar Jepang termasuk negara Indonesia.

      Pupuk bokashi sering diterapkan, karena memiliki tingkat kematangan fermentasi yang sangat cepat. Bahan dasar pembuatan pupuk padat bokhasi paling sering menggunakan kotoran ternak, jerami dan sampah-sampah organik.
Metode bokhasi selain diaplikasikan untuk tanaman, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Penerapan bokashi sangat cocok untuk dikembangkan oleh petani, karena bokashi adalah teknologi yang tepat guna, berbiaya murah dan sangat terjangkau, kandungan unsur haranya lebih unggul dibandingkan dengan pupuk kimia dan pupuk kompos biasa, selain itu penerapannya sangat berdampak besar untuk menjaga lingkungan dari pencemaran dan akan memperbaiki unsur-unsur hara pada tanah.

      Pembuatan Bokashi mengandalkan  Effectif Microorganism-4 (EM-4) yang merupakan salah satu aktivator percepatan proses pengomposan. Karena EM-4 mengandung  bakteri fermentasi dari genus Lactobacillus, Jamur permentasi Actinomycetes, Bakteri fotosintetik, Bakteri pelarut fosfat dan ragi. Selain itu pupuk bokashi dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat (bokasi).
Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan menyehatkan tanaman.
Berikut adalah cara sederhana untuk membuat pupuk padat bokashi untuk ukuran 1 ton.

   Alat- alat;
1.      Pisau
2.      Timbangan
3.      Gelas ukur
4.      Timba
5.      Terpal
6.      Talenan
7.      Kantong plastic (Kresek)
8.      Karung
9.      Tali
10.  Gelas aqua

Bahan-bahan;
• Kotoran sapi / kambing / kelinci : 600 Kg.
• Cincangan Sampah organik 200 kg
• Abu Sekam padi / jerami  : 200 kg.
• Abu dapur : 100 kg.
• Molase / gula merah : 1 kg.
• Larutan EM-4 : 1 liter.
• Air 10 liter.

Cara membuat;
Campur semua bahan-bahan organik hingga merata.
Kemudian siramkan perlahan larutan EM-4 yang telah dicampur dengan gula/molase dan air, sambil diaduk-aduk hingga homogen.
Selanjutnya difermentasi selama 1 minggu dalam keadaan tertutup. Pupuk siap digunakan setelah diangin-anginkan.

Aplikasi ;
Tanaman sayur-mayur.
• Selada   -  Wortel.
• Kubis     -  Bawang-bawangan.
• Cabe -  Tomat.
Dosis
Bokashi padat/ pupuk dasar 3-5 ton/ha untuk jangka waktu 1 kali sebagai pupuk dasar.

Tanaman pangan ;
• Padi - Kentang.
• Jagung - Kedelai.
• Singkong.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat/ pupuk dasar 5-10 ton/ha untuk jangka waktu 1 kali sebagai pupuk dasar.

Tanaman perkebunan ;
• Lada - Coklat.
• Karet - Tebu.
• Kopi - Cengkeh.
• Teh - Kelapa sawit.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat/ pupuk dasar 5-10/ha untuk jangka waktu 3-4 bulan sekali.

Tanaman buah-buahan.
- Mangga - Jambu.
- Jeruk.
Dosis pemakaian;
Bokashi padat 3-5 ton/ha untuk jangka waktu 3-4 bulan sekali.

   Demikianlah sedikit informasi cara membuat pupuk padat bokashi dan ada baiknya, jika penerapannya diimbangi dengan pupuk bokashi cair, untuk mendukung tingkat kesuburan ditanah dilahan yang tandus.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

08 December, 2016

Cara cepat melarutkan sp36

       Pupuk SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan apatit (fosfat) yang ditambang.
Apatit adalah kelompok mineral fosfat biasanya merujuk pada hidroksilapatit, fluorapatit dan klorapatit, dengan konsentrasi tinggi ionOH−, F− dan Cl−, secara berurutan, dalam kristal. Rumus dari campuran dari empat endmembers paling umum ditulis sebagai Ca10(PO4)6(OH,F,Cl)2, dan rumus satuan kristal sel mineral individu ditulis sebagai Ca10(PO4)6(OH)2, Ca10(PO4)6(F)2 and Ca10(PO4)6(Cl)2.
Fosfat adalah sumber utama unsur kalium dan nitrogen yang tidak larut dalam air, namun dapat diolah untuk memperoleh produk fosfat dengan cara menambahkan asam.

       Fosfat dipasarkan dengan berbagai kandungan P₂O₅ antara 4-42 %. Sementara itu, tingkat uji pupuk fosfat ditentukan oleh jumlah kandungan N (nitrogen), P (fosfat atau P²O₅), dan K (potas cair atau K₂O). Fosfat sebagai pupuk alam tidak cocok untuk tanaman pangan, karena tidak dapat larut dalam air sehingga sulit diserap oleh akar tanaman pangan. Fosfat untuk pupuk tanaman pangan perlu diolah menjadi pupuk buatan yaitu pupuk Sp-36, TSP dan sebagainya.
Kandungan unsur haranya dalam bentuk P₂O₅( phospat) adalah 36 %. Artinya setiap 100 kg SP36 terdapat 36 kg unsur hara P dalam bentuk P₂O₅(Phospat).
Total kadar P₂O₅ minimal 36%, larut pada Asam Sitrat minimal 34%, larut dalam air 30% dan kadar Asam Bebas sebagai H₃PO₄ maksimal 6%.
Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu.

      Menurut uraian diatas dituliskan  bahwasanya hanya dapat larut dalam air 30%, artinya setiap 100 kg hanya dapat larut 30 kg saja.
Berikut adalah cara sederhana untuk melarutkan pupuk phosfat;

     Bahan-bahan;
EM-4 pertanian 100 ml.
Pupuk phosfat 50 kg.
Air bersih 5 l.

Cara membuat;
Masukan 100 ml EM-4 kedalam ember berisi air 5 liter. Kemudian aduk sampai merata. Lalu percikan ke pupuk phosfat dan sambil diaduk sampai merata,
(Usahakan saat pencampurannya jangan terlalu terburu-buru nanti hasilnya menjadi menggumpal dan lembek). Diamkan selama kurang lebih 2 - 4 menit sebelum ditabur.
Setelah itu pupuk sudah dapat digunakan.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara mempercepat penyerapan phosfat pada tanaman.
Semoga bermanfaat dan sukses.

25 November, 2016

Penjelasan Asam absisat

      Asam absisat merupakan molekul seskuiterpenoid (memiliki 15 atom karbon) termasuk salah satu dari  hormon tumbuhan. Selain dihasilkan secara alami oleh oleh tumbuhan, hormon ini juga dihasilkan oleh alga hijau dan cendawan. Hormon ini ditemukan pada tahun 1963 oleh Frederick Addicott.
Addicott berhasil mengisolasi senyawa abscisin I dan II dari tumbuhan kapas. Senyawa abscisin II kelak disebut dengan asam absisat bila disingkat menjadi ABA. Pada saat yang bersamaan, dua kelompok peneliti lain yang masing-masing dipimpin oleh Philip Wareing dan Van Steveninck juga melakukan penelitian terhadap hormon tersebut.
Jika pada tanaman kapas yang tahan akan kadar garam tinggi. Maka ditemukannya peningkatan konsentrasi ABA pada bagian akar, daun dan xilem.
Asam absisat sangat berperan penting pada awal (inisiasi) dormansi biji.
Karena dalam keadaan dorman atau "istirahat" tidak terjadi pertumbuhan dan aktivitas fisiologisnya berhenti sementara.
Proses dormansi biji seperti ini sangat penting untuk menjaga agar biji tidak berkecambah sebelum waktu yang belum dikehendaki.
Karena hal ini sangat dibutuhkan pada tumbuhan tahunan dan tumbuhan dwi musim yang bijinya memerlukan cadangan makanan di musim dingin ataupun musim panas panjang.
Oleh sebab itulah tumbuhan menghasilkan ABA yang berguna untuk maturasi biji dan menjaga biji agar berkecambah di musim yang diinginkan.
ABA juga sangat penting untuk menghadapi kondisi tantangan terhadap lingkungan seperti kekeringan.
Hormon ini merangsang penutupan stomata pada epidermis daun dengan menurunkan tekanan osmotik kedalam sel dan menyebabkan turgor sel.
Akibatnya dapat mencegah kehilangan cairan tumbuhan yang disebabkan oleh transpirasi melalui stomata.
Selain itu ABA juga dapat mencegah kehilangan air dari tubuh tumbuhan dengan membentuk lapisan epikutikula atau lapisan lilin dan dapat menstimulasi pengambilan air melalui akar untuk menghadapi kekeringan.
Kemudian ABA juga berfungsi dalam menghadapi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam atau salinitas yang tinggi.
Peningkatan konsentrasi ABA pada daun dapat diinduksi oleh konsentrasi garam yang tinggi pada akar untuk menghadapi musim dingin, kemudian ABA akan menghentikan pertumbuhan primer dan sekunder, maka hormon yang dihasilkan pada tunas terminal ini akan memperlambat pertumbuhan dan memicu perkembangan primordia daun menjadi sisik yang berfungsi melindungi tunas dorman selama musim dingin.
Selain itu ABA juga akan menghambat pembelahan sel pembuluh kambium.

     Biosintesis ABA  biasanya dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan karotenoid, suatu pigmen yang dihasilkan oleh kloroplas.
Terdapat dua jalur metabolisme yang dapat ditempuh untuk menghasilkan ABA, yaitu jalur asam mevalonat (MVA) dan jalur metileritritol fosfat (MEP).
Secara tidak langsung ABA dihasilkan dari oksidasi senyawa violaxanthonin menjadi xanthonin yang akan dikonversi menjadi ABA. Sedangkan pada beberapa jenis cendawan patogenik, ABA dihasilkan secara langsung dari molekul isoprenoid C15 yaitu farnesil difosfa.

     Transportasi atau pengangkutan hormon ABA dapat terjadi baik di xilem maupun floem dan arah pergerakannya dapat naik ataupun turun. Sebab transportasi ABA dari floem menuju ke daun dapat dirangsang oleh salinitas (kegaraman tinggi).
Pada tumbuhan tertentu biasanya terdapat perbedaan transportasi ABA dalam siklus hidupnya. Kemudian Daun muda memerlukan ABA dari xilem dan floem, sedangkan daun dewasa merupakan sumber dari ABA dan dapat ditranspor ke luar daun.

      Semoga bermanfaat dan sukses.

24 November, 2016

Cara Menghilangkan bau pada Jengkol

     Jengkol termasuk dalam suku polong-polongan dan merupakan dari keluarga Fabaceae. Jengkol adalah tumbuhan khas Asia tenggara, tanaman ini sangat digemari di Thailand, Myanmar, Malaysia dan Indonesia. Namun biji buah dari tumbuhan ini juga sangat digemari di barat dan bangsa barat menyebut buah ini dengan nama dog fruit.
Tumbuhan ini memiliki nama latin Archidendron pauciflorum dan berikut adalah klasifikasi ilmiahnya.

         Klasifikasi ilmiah
     Kerajaan : Plantae
     Filum : Magnoliophyta
     Kelas : Magnoliopsida
     Ordo : Fabales
     Famili : Fabaceae
     Subfamili : Mimosoideae
     Genus : Archidendron
     Spesies : A. pauciflorum
        Nama binomial;
Archidendron pauciflorum
(Benth.) I.C.Nielsen
        Sinonim;
Archidendron jiringa
Pithecellobium jiringa
Pithecellobium lobatum

     Jengkol dapat menimbulkan bau yang tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalapan. Namun biji buah ini diketahui dapat mencegah penyakit diabetes dan bersifat diuretik serta sangat baik bagi kesehatan jantung.
Selain itu jengkol juga mengandung berbagai macam vitamin seperti vitamin B₆, mineral dan senyawa asam jengkolic acid (asam jengkolat). Senyawa jengkolic tersebut yang dapat menyebabkan bau mulut dan bau pada air seni. Apabila dikonsumsi secara berlebih, maka akan mengakibatkan jengkolan (tersumbatnya saluran kencing.
Selain resiko yang ditimbulkan begitu besar, sebenarnya jengkol tidak terlalu seberbahaya itu bila dikonsumsi secara baik dan tidak berlebih.
Karena resiko konsumen yang terkena jengkolan sangat bervariasi pada setiap orangnya dan semua itu dipengaruhi secara genetik pada setiap lingkungannya.
Berikut adalah persentase nutrisi untuk orang dewasa

          Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
          Energi  0 g.
          Lemak 1.45 g.
          Protein 14.19 g.
          Karbohidrat 25.67 g.
          Serat pangan 1.76 g.

     Jika ditinjau dari segi berbagai macan manfaat dan efek samping yang ditimbulkan. Maka mengkonsumsinya menjadi sangat terbatas.
Cara mensiasati agar terhindar efek buruk yang ditimbulkan. Maka cara pengolahannya harus dilakukan dengan baik dan benar.
Berikut adalah cara mengatasi untuk bau mulut dan bau pada air seni.
Cara pengolahannya adalah saat perebusan biji buah jengkol, maka tambahkan 7 sendok makan bubuk kopi untuk 500 gram biji jengkol. Kemudian rebus sampai empuk sebelum diolah dijadikan rendang, tumis dan semur.
Jika makan jengkol diluar rumah dan tidak diolah demikian, Maka bau pada mulut dapat dikurangi dengan memakan buah timun, tomat dan minum susu ataupun minum kopi pahit tanpa gula.

     Demikian sedikit informasi mengenai cara mengatasi bau mulut dan bau pada air seni saat mengkonsumsi jengkol.
Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih

20 November, 2016

Jenis asam atau bentuk asam

      Zat asam terdiri dari dua jenis asam yang berbentuk basa, yaitu Asam-Basa Kuat dan Lemah.
Asam atau yang sering diwakili dengan rumus umum HA), secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam.
Istilah "asam" merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus.

    Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut "pengawetasaman" (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

     Daftar Nama Asam-Basa Kuat & Lemah
Asam kuat mempunyai nilai Ka yang besar (yaitu, kesetimbangan reaksi berada jauh di kanan, terdapat banyak H3O+; hampir seluruh asam terurai). Misalnya, nilai Ka untuk asam klorida (HCl) adalah 10⁷. Asam kuat memiliki derajat ionisasi 1.

     Meskipun demikian, tingkat keasaman asam kuat berbeda-beda
ASAM KUAT
Nama Asam Kuat

Asam klorida    HCl
Asam nitrat      HNO3
Asam sulfat     H2SO4
Asam bromida   HBr
Asam iodida    HI
Asam klorat     HClO3
Asam perklorat    HClO4
Asam klorit    HClO3
Asam bromit  HBrO3
Asam perbromat   HBrO4
Asam iodit    HIO3
Asam periodat   HIO4

     Asam lemah mempunyai nilai Ka yang kecil (yaitu, sejumlah cukup banyak HA dan A- terdapat bersama-sama dalam larutan; sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan; asam hanya terurai sebagian). Misalnya, nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 × 10-5. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah.

1. Asam format (HCOOH)
2. Asam asetat (Asam cuka) (CH3COOH)
3. Asam fluorida (HF)
4. Asam karbonat (H2CO3)
5. Asam sitrat (C6H8O7)
6. Asam sianida (HCN)
7. Asam nitrit (HNO3)
8. Asam borat (H2Bo3)
9. Asam silikat (H2SIO3)
10. Asam antimonit (H2SbO3)
11. Asam antimonat (H2SbO4)
12. Asam stanat (H2SnO3)
13. Asam stanit (H2SnO2)
14. Asam plumbat (H2PbO3)
15. Asam plumbit (H2PbO4)
16. Asam oksalat (H2C2O4)
17. Asam benzoat (C6H5COOH)
18. Asam hipoklorit (HClO)
19. Asam sulfit (H2SO3)
20. Asam sulfida (H2S)
21. Asam fosfit (H3PO3)
22. Asam fosfat (H3PO4)
23. Asam arsenit (H3AsO3)
24. Asam arsenat (H3AsO4)
25. Asam flosianat (H5CN)
26. Asam finol (C6H5OH)
27. Asam askorbat (C5HO6)
28. Asam laktat (C3H5O3)

ASAM LEMAH
Nama
Asam Lemah
1. Asam asetat     CH3COOH
2. Asam askorbat     H2C6H6O6
3. Asam benzoat       C7H5O2H
4. Asam borat   H3BO3
5. Asam karbonat  H2CO3
6. Asam sitrat    H3C6H5O7
7. Asam format  CHCOOH
8. Asam hidrazida HN3
9. Asam sianida HCN
10. Asam fluorida HF
11. Hidrogen peroksida  H2O2
12. Asam hipoklorit  HClO
13. Asam laktat HC3H5O3
14. Asam nitrit HNO2
15. Asam oksalat C2H2O4
16. Fenol C6H5OH
17. Asam propanoat  CH3CH2COOH
18. Asam sulfit H2SO3
19. Asam urat  C5H3N4O3H
20. Asam fosfat  H3PO4
21. Asam sulfida    H2S
22. Asam arsenat  H3AsO4
23. Asam butanoat  C3H7COOH
24. Asam heptanoat C4H9COOH
25. Asam heksanoat C5H11COOH
26. Asam oktanoat C7H15COOH
27. Asam pentanoat C6H13COOH

BASA KUAT
Basa kuat adalah jenis senyawa sederhana yang dapat mendeprotonasi asam sangat lemah di dalam reaksi asam-basa. Contoh paling umum dari basa kuat adalah hidroksida dari logam alkali dan logam alkali tanah seperti;
NaOH dan Ca(OH)2
Litium hidroksida   LiOH
Atrium hidroksida  NaOH
Kalium hidroksida  KOH
Kalsium hidroksida  Ca(OH)2
Rubidium hidroksida  RbOH  Sr(OH)2 CsOH Ba(OH)2
Stronsium hidroksida  Sr(OH)2
Secium hidroksida  CsOH
Barium hidroksida  Ba(OH)2

1. Litium hidroksida (LiOH)    
2. Natrium hidroksida (NaOH)
3. Kalium hidroksida (KOH)   
4. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
5. Rubidium hidroksida (RbOH)
6. Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
7. Sesium hidroksida (CsOH)
8. Barium hidroksida (Ba(OH)2)
9. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
10. Berilium hidroksida Be(OH)2)

Basa lemah :

Basa lemah adalah larutan basa tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan.

BASA LEMAH
Basa Lemah adalah gas amoniak   NH3
besi(II) hidroksida     Fe(OH)2 
Hydroxylamine     NH2OH
Aluminium hydroxide Al(OH)3
Iron (III) hydroxide     Fe(OH)3
Ammonium hydroxide   NH4OH
Metilamin hydroxide    CH3NH3OH
Etilamin hydroxide  C2H5NH3OH

1. Amonium hidroksida (NH4OH)
2. Aluminium hidroksida (Al(OH)3)
3. Besi (III) hidroksida (Fe(OH)3)
4. Amoniak (NH3)
5. Besi (II) hidroksida (Fe(OH)2)
6. Karbosium hidroksida (CA(OH)3)
7. Nikel hidroksida (Ni(OH)2)
8. Seng hidroksida (Zn(OH)2)
9. Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)
10. Bismut hidroksida (Bi(OH)3)
11. Perak hidroksida (Ag(OH))
12. Emas (I) hidroksida (Au(OH))
13. Emas (III) hidroksida (Au(OH)3)
14. Tembaga (I) hidroksida (Cu(OH)2)
15. Tembaga (II) hidroksida (Cu(OH))
16. Raksa (I) hidroksida (Hg(OH))
17. Raksa (II) hidroksida (Hg(OH)2)
18. Timah (II) hidroksida (Sn(OH)2)
19. Timah (IV) hidroksida (Sn(OH)4)
20. Timbal (II) hidroksida (Pb(OH)2)
21. Mangan hidroksida (Mn(OH)2)
22. Kobalt (III) hidroksida (Co(OH)3)
23. Kobalt (II) hidroksida (Co(OH)2)
24. Anilia (C6H5NH2)
25. Dimetilamina ((CH3)2 NH)
26. Hidrasim (H2NNH2)
27. Hidroksilamida (HONH2)
28. Metilamina (CH3 NH2)
29. Urea (H2NCONH2)
30. Glukosa (C6H2O6)
31. Metil hidroksida (CH3OH)

Bahan aktif herbisida

    Racun pembasmi rumput atau gulma dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama herbicide dan di Indonesia dikenal dengan sebutan herbisida.
Herbicide adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan penyebab penurunan hasil.
Lahan pertanian biasanya ditanami tanaman sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun tumbuhan lain atau gulma juga dapat tumbuh di lahan tersebut, sebab antara tanaman dan gulma saling berkompetisi dalam mendapatkan unsur hara di tanah, penyerapan cahaya matahari.
Kemudian herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan "asing" atau gulma pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

     Herbisida terdapat dua tipe yaitu herbisida menurut aplikasinya adalah herbisida pra tumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida pasca tumbuh (postemergence herbicide).

Herbisida pra tumbuh digunakan pada lahan setelah diolah dan sebelum benih gulma bertebar atau setelah penyemprotan gulma dilaksanakan maka dengan segera benih ditebar dilahan. Herbisida jenis ini bersifat nonselektif atau membunuh semua tumbuhan yang ada.

Herbisida pasca tumbuh yaitu diberikan setelah benih gulma memunculkan daun pertamanya. Herbisida jenis ini bersifat selektif artinya tidak tidak mengganggu tumbuhan pokoknya.
Herbisida jenis ini ada 2 macam yaitu herbisida bersifat kontak dan sistemik.
1). Herbisida kontak adalah herbisida untuk menyiang gulma secara langsung dalam mengganggu tumbuhan untuk berfotosintesis artinya gulma akan mati bila bersinggungan secara langsung.
Contoh produk herbisida jenis ini adalah NOXONE 297SL.

2). Herbisida sistemik adalah herbisida yang bekerja mengganggu enzim dan berperan dalam membentuk asam amino yang berguna untuk tanaman, sehingga herbisida sistemik mudah diserap keseluruh jaringan tumbuhan dan akan mati sampai keakar-akarnya.
Contoh produk herbisida jenis ini adalah GARLON, STARLON.

Cara kerja herbisida secara umum.

     Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut. Herbisida menjadi kompetitor karena memiliki struktur yang mirip dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim yang menjadi sasarannya.
Cara kerja lainnya adalah dengan mengganggu keseimbangan produksi bahan-bahan kimia yang diperlukan tumbuhan.
Contoh:
Herbisida bersifat glifosat yang dibuat MONSANTO direkayasa sedemikian rupa untuk mengganggu sintesis asam amino aromatik karena berkompetisi dengan fosfoenol piruvat, fosfinositrin mengganggu asimilasi nitrat dan amonium karena menjadi substrat dari enzim glutamin sintase.
Sebagian besar sejumlah produsen herbisida mendanai pembuatan tanaman transgenik yang tahan terhadap herbisida.
Kemudian penggunaan herbisida dapat diperluas pada tanaman produksi tersebut. Usaha ini dapat menekan biaya produksi dalam pertanian berskala besar dengan mekanisasi.
Contoh tanaman tahan herbisida yang telah dikembangkan adalah raps (kanola), jagung, kapas, padi, kentang, kedelai, dan bit gula.

Cara kerja herbisida menurut sifat.
1).    Parakuat.
Sifat herbisida jenis ini merupakan herbisida kontak yang umum digunakan untuk purna tumbuh.
Herbisida berbahan aktif Parakuat sangat baik digunakan bila ingin mengolah lahan dengan cepat dan efisien.
Karena daya kerja parakuat sangat cepat setelah aplikasinya dan dapat terlihat 1 jam setelah penyiangan, sehingga dalam waktu 3 – 4 hari berikutnya lahan bisa ditanami. Adapun contoh herbisida yang berbahan aktif parakuat di Indonesia yaitu Sidaxone 276SL dan Gramoxone. Parakuat merupakan herbisida kontak yang mematikan tumbuhan dengan cara merusak membran sel.
Menurut Chung (1995) pemakaian paraquat memiliki keunggulan dalam hal suksesi gulma, fitotoksisitas, dan rainfastness.
Parakuat adalah herbisida kontak, menyebabkan kematian pada bagian atas gulma dengan cepat tanpa merusak bagian sistem perakaran, stolon, atau batang dalam tanah, sehingga dalam beberapa minggu setelah aplikasi gulma tumbuh kembali.

2).    Glifosat.
Herbisida berbahan aktif Glifosat merupakan herbisida yang bersifat sistemik bagi gulma sasaran. Diantara keempat jenis bahan aktif pembahasan ini, herbisida glifosat merupakan herbisida berbahan aktif yang paling banyak dipakai diseluruh dunia.
Selain sifatnya sistemik yang membunuh tanaman hingga mati sampai ke akar-akarnya serta juga mampu mengendalikan banyak jenis gulma seperti Imperata cylindrica, Eulisine indinca, Axomophus comprsseus (pahitan) , Mimosa invisa (putri malu), Cyperus iria (teki), Echinocloa crussgali (jajagoan) dan lain-lain.
Herbisida glifosat merupakan herbisida terpenting di dunia saat ini, karena termasuk herbisida translokasi, menghambat kerja enzim 5-enolpyruvylshikimate-3-phosphate synthase (EPSPS), enzim yang terlibat dalam sintesa tiga asam amino.
Lim et al. (1999) melaporkan bahwa penggunaan glifosat menyebabkan terjadinya suksesi gulma ke dominansi gulma berdaun lebar.
Faiz (1989) melaporkan bahwa penyemprotan campuran glifosat secara berturut pada karet dewasa (TM) untuk general weed control menyebabkan dominansi Borreria alata, senduduk (Melastoma malabathricum), dan alang-alang (Imperata cylindrical).
Suksesi gulma terkait-erat dengan bagaimana herbisida tersebut bekerja atau mode of action. glifosat ditranslokasi dari bagian dedaunan sampai ke bagian akar dan bagian lainnya merusak sistem keseluruhan di dalam tubuh gulma.
Selain itu Glifosat memiliki daya bunuh yang tinggi terhadap rerumputan dan sering mengeradikasi gulma rerumputan lunak seperti Paspalum conjugatum dan Ottochloa nodosa sehingga akhirnya tanah menjadi terbuka.
Kesempatan seperti ini memberi kesempatan bagi banyak biji-biji gulma berdaun lebar untuk berkecambah dan akhirnya menjadi dominan (Tjitrosoedirjo dan Purba, 2006).
Dominansi gulma berdaun lebar sering cenderung lebih merugikan karena lebih sulit dikendalikan.
Gulma lunak seperti O. nodosa, P. conjugatum dan A. compressus perlu dipertahankan pada pertanaman kelapa sawit (Teoh, 1984). Gulma rerumputan seperti ini dikategorikan sebagai kelas B yang bermanfaat dan memerlukan kurang pengendalian B (Anon, 1972). Pemakaian glifosat secara terus-menerus sering menyebabkan terjadinya eradikasi atau pemusnahan gulma lunak sedangkan dengan parakuat campuran memperlihatkan kebalikannya (Khairudin & Teoh, 1992).

3).    Metil Metsulfuron.
Herbisida yang berbahan aktif metil metsulfuron ini merupakan herbisida sistemik dan bersifat selektif untuk tanaman padi.
Herbisida ini dapat digunakan untuk mengendalikan gulma pra tumbuh dan awal purna tumbuh. Beberapa gulma yang mapu dikendalikan oleh herbisida ini antara lain: Monocholria vaginalis (eceng gondok), Cyperus diformis (teki), Echinocloa crusgalli (jajagoan), semanggi serta gulma lain yang tergolong pakis-pakisan.
Aplikasi anjuran yang disarankan untuk penggunaan herbisida ini adalah 2.5 gram untuk setiap tangki 14 liter.

4).    Glufosinate-ammonium.
Cara Kerja;
•         Kerja herbisida glufosinate-ammonium sebenarnya berdasar pada penonaktifan dari sintesa enzim glutamine.
•         Sintesa Glutamine menyebabkan reaksi dari ammonia dan glutamic acid untuk membentuk glutamine.
Ammonia, sebuah zat yang sangat phytotoxic untuk sel tanaman terbentuk pada waktu proses biokimia tanaman, tepatnya pada saat pengurangan nitrate, metabolisme amino acid dan photo-respiration.
•         Adanya fakta bahwa enzim dinonaktifkan oleh glufosinate, ammonia dapat terkumpul dalam sel tumbuhan dan menyebabkan necrosis pada lapisan tanaman yang akhirnya menyebabkan kematian tumbuhan.
•         Kecepatan aksi tergantung pada kondisi eksternal; seperti kelembapan udara, suhu dan kadar air dalam tanah.
•         Pengambilan glufosinate-ammonium oleh tumbuhan, biasanya dilakukan melalui hijau daun dan tumbuhan yang tumbuh dengan aktif.

5).    2,4 – D.
2,4 – D termasuk salah satu bahan aktif herbisida yang paling dikenal.
Sifat herbisida ini kurang lebih hampir sama dengan metil metsulfuron yaitu sistemik dan selektif.
Herbisida ini dapat digunakan untuk mengendalikan gulma purna tumbuh baik yang berdaun lebar maupun teki pada padi sawah. Adapun beberapa jenis gulma yang dapat dikendalikan dengan herbisida 2,4-D ini antara : Monochoria vaginalis (eceng), Spenochlea zeylanica, Cyperus iria (teki), Limnocharis flava (genjer), kankung, keladi dan lain-lain.

1.        Methribuzin
Metribuzin (4-amino-6-tert-butil-3- (methylthio) -as-triazin-5 (4H) -satu)
adalah herbisida yang digunakan sebelum dan setelah tumbuhnya tanaman kedelai, tomat dan tebu. Methribuzin bekerja dengan cara menghambat fotosintesis dengan mengganggu fotosistem gulma.
Penggunaan Methribuzin di lahan pertanian diketahui dapat merusak unsur tanah dan dapat mencemari lingkungan sekitarnya.

2.        Triklopir

3.        Oksifluorfen

   Semoga bermanfaat dan sukses.
Sekian dan terimakasih.

18 November, 2016

Cara membuat inokulasi Gaharu (Isolat gaharu)

      Genus Aquilaria merupakan jenis kayu berwarna hitam dan mengandung resin.
Resin ini dihasilkan dari spesies gaharu dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis, terutama dari jenis gaharu A. malaccensis.
Resin digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi), karena aromanya berbau harum.
Gaharu telah diperdagangkan sejak 2000 tahun lalu hingga sekarang dan telah menjadi komuditi perdagangan  nusantara ke Jazirah Arab, Persia, India serta sampai ke Afrika Timur.

    Gaharu yang dapat menghasilkan resin diketahui terdiri dari beberapa jenis dan dapat di beri inokulan adalah sebagai berikut.
• Aquilaria beccarain asal Indonesia.
• Aquilaria microcarpa, asal Indonesia, Malaysia
• Aquilaria cumingiana asal Indonesia dan Malaysia.
• Aquilaria hilata asal Indonesia dan Malaysia.
• Aquilaria rostrata asal Malaysia.
• Aquilaria brachy rostrata asal Malaysia.
• Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand dan Kamboja.
• Aquilaria malaccensis asal Malaysia, Thailand dan India.
• Aquilaria apiculina asal Filipina.
• Aquilaria subintegra asal Thailand
• Aquilaria baillonii asal Thailand dan Kamboja.
• Aquilaria baneonsis asal Vietnam.
• Aquilaria filaria asal Tiongkok.
• Aquilaria grandiflora asal Tiongkok.
• Aquilaria sinensis asal Tiongkok.
• Aquilaria khasiana asal India.

       Berdasarkan beberapa jenis spesies diatas, gaharu di hasilkan oleh masuknya mikroba kedalam jaringan luka kulit pada tumbuhan.
Luka pada tumbuhan berkayu penyebabnya alami, pada umumnya ada cabang dahan terkelupas maupun patah akibat alam dan jika tanaman budidaya penyebabnya adalah disengaja yaitu dengan cara dibor atau digergaji.
Masuknya mikroba kedalam tubuh tumbuhan dianggap benda asing pada tumbuhan.
Sehingga sel tumbuhan akan menghasilkan senyawa fitoaleksin, senyawa ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh bagi tumbuhan terhadap serangan penyakit maupun patogen/jamur.
fitoaleksin adalah senyawa berupa resin berwarna coklat dan berbau wangi dan menumpuk pada pembuluh xilem serta floem yang berguna sebagai pencegah meluasnya luka kedalam jaringan lain pada tumbuhan.
Jika mikroba tersebut menginfeksi tumbuhan gaharu dan dapat mengalahkan sistem pertahanan tubuh gaharu, maka gaharu tidak berbentuk dan pada bagian lukanya akan membusuk.
Ciri-ciri tumbuhan gaharu yang telah menghasilkan gubal, biasanya kulit batang menjadi lunak, tajuk pohon menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan dan pelekukan atau penebalan pada batang dan cabang.
Senyawa yang dapat menjadikan gubal gaharu menjadi harum adalah senyawa guia dienal, selina-dienone dan selina dienol.

    Pada umumnya gaharu digunakan untuk kepentingan komersil dan pada prakteknya petani gaharu memasukan inokulum pada pohon gaharu dengan cara dibor dan memasukan patogen pada lubangnya.
Jenis patogen atau jamur yang gunakan adalah sebagai berikut;
Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium Chepalosporium sp. Fusarium Acremonium sp, Fusarium Cylindrocarpon sp, Diplodia sp, Phytium sp, Aspergillus sp, Lasiodiplodia sp, Libertela sp, Trichoderma sp, Scytalidium sp dan Thielaviopsis sp.
Berikut adalah cara sederhana untuk membuat inokulan gaharu;
Bahan-bahan;
• Eceng gondok.
• Jahe.
• umbi kentang segar sebanyak 1kg.

Cara membuat;
Eceng gondok dicincang sampai benar-benar halus, kemudian jahe dan umbi kentang diparut secara terpisah.
Setelah itu campur semua bahan menjadi satu dan aduk-aduk hingga merata.
Lalu masukkan di atas talam/nampan yang telah dialasi dengan koran bekas dan Ratakan.
Kemudian letakkan ditempat terbuka dan beratap, usahakan tidak terkena percikan air hujan.
Setelah itu di semprot menggunakan air kelapa tua yang telah dibiarkan selama satu hari, penyemprotan dilakukan setiap tiga hari sekali sedikit saja dan lakukan selama 14 hari.
Setelah 14 hari bahan diaduk kembali menggunakan air mineral sebanyak 1 liter.
Kemudian masukkan potongan-potongan bambu atau tusuk gigi kedalam bahan tersebut dan biarkan selama 2 hari lamanya.
Setelah itu tusuk gigi diangkat dan dibersihkan menggunakan kuas, lalu diangin-anginkan hingga kering
Setelah semua selesai, masukan tusuk gigi tersebut kedalam plastik bening kedap udara dan kemudian siap digunakan untuk membuat gubal gaharu yang berkualitas baik.

Keterangan;
Eceng gondok yang dapat digunakan menjadi inokulum adalah eceng gondok yang terserang jamur (Fusarium).
Rimpang jahe yang digunakan adalah jenis jahe yang terinfeksi jamur ( Fusarium) dengan ciri-ciri daun jahe berwarna kuning dan mati, kemudian mengkisut namun tidak beraroma busuk.
Jahe seperti ini banyak dijumpai di kebun jahe dan tidak akan didapatkan dipasar.
Jika eceng gondok dan jahe susah dapatkan, maka dapat diganti dengan air perasan batang (pelepah) pisang yang mati layu karena jamur atau bisa juga dengan umbi singkong yang terserang jamur dengan ciri-ciri pohon masih hidup dan tegak, namun umbi telah membusuk. Kadang kala ditemukan jamur berbentuk seperti benang-benang putih.

Cara aplikasi dilapangan;
Buatlah lubang kecil menggunakan bor listrik pada batang pohon gaharu dengan jarak 20 cm dari permukaan tanah.
Mata bor yang digunakan berdiameter 3 mm.
Bentuk barisan lubang harus melingkar spiral ke atas serta memiliki jarak vertikal 10 cm dan jarak horizontal 10 cm dengan kedalaman 1/3 dari  diameter pohon gaharu tersebut.
Dalam satu pohon dapat disuntikkan isolat jamur hingga 200 sampai 300 titik pelukaan batang
Setelah itu lubang dibersihkan menggunakan kapas (cotton bud) yang telah dibasuh alkohol 70%.
Kemudian masukkan tusuk gigi berinokulan kedalam lubang tersebut.

     Gaharu yang telah siap di beri inokulum adalah gaharu berusia lebih dari 5 dan 6 tahun atau batang pohon telah mencapai lebih dari 15 cm.
Kemudian gaharu buatan ini dapat dipetik pada usia satu hingga tiga tahun.
Pada dasarnya setelah satu bulan pemberian isolat jamur pada pohon tersebut.
Maka dapat dilihat keberhasilannya dengan adanya warna kehitaman-hitaman dan dalam jangka waktu 3 tahun akan menyebar hingga jarak 3 sampai 4 cm.
Jadi warna hitam pada serat kayu tersebut yang dinamakan dengan gaharu.

       Kwalitas gaharu terbaik (kelas nomor satu) hingga saat ini didapatkan dari pembentukan gubal secara alami di alamnya yaitu dengan ciri-ciri berwarna hitam pekat, padat, keras, mengilap dan kandungan damar wanginya beraroma kuat khas gaharu. Fisiknya berbentuk seperti bongkahan yang di dalamnya tidak berlubang dan tidak menampakkan serat kayunya.
Kemudian kelas dibawahnya digolongkan dalam kelas tanggung, kacangan, teri dan kemedangan.
Karena kelas ini biasanya didapatkan dari proses pemberian hasil inokulan dan masa pemetikannya belum memenuhi syarat.
Sebagai contoh kwalitas gaharu kemedangan, bentuk fisiknya berserat kasar dan berkayu lunak, berwarna kecoklatan sampai hingga keabu-abu, beraroma lemah serta hingga kelas terakhirnya berbentuk abu atau berbentuk serbuk kayu dari hasil pengerokan sisa penghancuran kayu gaharu.
Jadi berhati-hatilah dalam menentukan kelas kepada pembeli gaharu.
Karena hingga saat ini pohon penghasil gaharu adalah pohon termahal didunia.

      Semoga bermanfaat dan sukses.